close
tidur dengan bra

Tidak mengherankan, ada banyak pertentangan mengenai pendapat boleh tidaknya tidur dengan bra. Sementara beberapa wanita memilih untuk tidak tidur dengan bra walaupun merasa tak nyaman, beberapa wanita lain memilih untuk tetap memakai bra untuk memberi sokongan ekstra dan mencegah payudara menjadi kendur.

Ada juga banyak kebingungan mengenai hal ini, baik mengenai manfaat maupun risikonya terhadap kesehatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memakai bra saat tidur bisa berpotensi menyebabkan kanker payudara. Lalu mana klaim yang benar? Atau malah jangan-jangan tidak ada yang benar sama sekali? Apakah memakai bra saat tidur memberi lebih banyak manfaat atau risiko?

Dr. Amber Guth dari profesor bedah dan direktur Bedah Kanker Payudara Multidisiplin Fellowship di NYU Langone Medical Center mencoba melihat klaim ini dari perspektif kesehatan. Menurut Guth, tidak ada bukti bahwa tidur dengan bra memiliki manfaat ataupun risiko terhadap kesehatan. Kekenduran atau perubahan pada payudara bisa disebabkan oleh banyak faktor: kehamilan dan menyusui menjadi penyebab paling umum, begitu juga dengan waktu dan gravitasi.

Namun, mereka yang mengenakan bra di malam hari cenderung percaya bahwa semakin lama payudara disokong bra—termasuk pada waktu tidur—semakin lama pula payudara akan kencang. Menurut Linda Becker, seorang ahli bra, pemakaian bra ini tergantung pada ukuran payudara Anda. Jika payudara Anda berukuran A atau B, Anda tak perlu pakai bra saat tidur. Jika payudara Anda lebih besar dari D, Double-D, atau lebih besar lagi, Anda harus memakai bra saat tidur karena payudara besar yang tak diberi bra saat tidur bisa menyebabkan pemiliknya merasa kesakitan.

Namun, permasalahan kembali timbul: seberapa besar sokongan yang diperlukan oleh payudara? Banyak yang memilih tidur dengan bra berkawat dengan alasan: itu bagus untuk menyokong payudara. Kadang-kadang, kawat bra ini bisa membuat payudara sakit dan bagian bawah payudara menjadi kemerahan. Rasanya memang tak nyaman, tapi mereka percaya bahwa ini baik untuk kekencangan payudara.

Ketidaknyamanan inilah yang kemudian menjurus pada adanya risiko kesehatan yang dikaitkan dengan mengenakan bra di malam hari. Becker mengatakan, wanita tak harus tidur dengan bra kawat, tapi cukup memilih bra dengan cup yang lembut. Tidur dengan bra kawat bisa menimbulkan kista dan menyakiti payudara Anda.

Guth juga memperingatkan agar wanita tidak memilih bra yang terlalu ketat, yang bisa memblokir sirkulasi udara. Namun, jika penggunaan bra secara rutin menyebabkan penyumbatan limfatik, Anda harus melihat tanda-tanda lain seperti edema atau akumulasi cairan di payudara, serta tanda-tanda awal non-kanker berupa perubahan bentuk/ukuran kelenjar getah bening aksila. Kelenjar getah bening pada daerah ketiak ini mengeringkan payudara, dandan pertahanan pertama tubuh terhadap infeksi, bahan asing, sel-sel kanker. Mereka bertindak seperti filter, membersihkan cairan getah bening. Dalam istilah awam, Guth melanjutkan untuk menjelaskan bahwa para ilmuwan tentu melihat payudara secara kimia, mencoba untuk melihat apakah ada jalur yang berbeda pada tingkat molekuler yang memprediksi atau permisif terhadap perkembangan kanker payudara, tetapi sangat meragukan bahwa perangkat eksternal seperti bra akan memberi efek pada jalur ini. Tidur dengan bra benar-benar hanya masalah kenyamanan pribadi wanita itu sendiri.

 

Sumber: www.huffingtonpost.com

Tags : brapayudara