close
Gaya HidupKeluargaPengasuhanTips

Panduan Orangtua Menghadapi Menstruasi Pertama pada Anak Remaja Anda (Bagian II)

menstruasi pertama pada remaja 2

Setelah sebelumnya dijelaskan beberapa masalah menstruasi, kali ini akan dibahas beberapa masalah menstruasi lainnya yang mungkin dihadapi oleh anak perempuan Anda.

4. Telatnya menstruasi pertama (menarche)

Anak perempuan memasuki masa pubertasnya pada tingkat yang berbeda. Menstruasi pertama bisa terjadi pada anak yang berusia 9 atau 10 tahun. Beberapa anak belum mengalami menstruasi hingga masuk masa remaja. Jadi, jika anak Anda belum menstruasi, belum tentu hal tersebut merupakan sesuatu yang bermasalah.

Genetika memainkan peran besar dalam menentukan kapan menstruasi pertama dimulai. Anak perempuan biasanya memulai menstruasi pertama pada usia yang sama dengan ibu atau neneknya. Juga, kelompok etnis tertentu, rata-rata, mengalami pubertas lebih awal daripada yang lain. Misalnya, anak perempuan Afrika-Amerika umumnya mulai pubertas dan menstruasi lebih awal daripada anak perempuan Kaukasia.

Bawa ke dokter jika anak Anda belum menstruasi pada usia 15, atau belum menstruasi setelah 3 tahun masuk masa pubertas, yang dimulai dengan perkembangan payudara.

Masalah Menstruasi yang Perlu Diperhatikan

1. Amenore (tidak munculnya menstruasi)

Anak perempuan yang belum mengalami menstruasi saat mereka berusia 15 tahun atau 3 tahun setelah mereka telah menunjukkan tanda-tanda pertama pubertas mungkin mengalami amenore primer. Hal ini biasanya disebabkan oleh masalah genetik, ketidakseimbangan hormon, atau masalah dengan cara organ reproduksi berkembang.

Ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan amenore sekunder, yang ketika seorang anak perempuan yang mengalami menstruasi normal tiba-tiba berhenti menstruasi selama lebih dari 6 bulan atau tiga siklus yang biasa.

Karena kehamilan adalah penyebab paling umum dari amenore sekunder, seorang anak perempuan yang telat menstruasi harus menjalani tes kehamilan. Selain ketidakseimbangan hormon dan kehamilan, hal-hal lain yang dapat menyebabkan baik amenore primer dan sekunder meliputi:

– stres
– penurunan atau pertambahan berat badan yang signifikan
– anoreksia
– penghentian pil KB
– kondisi tiroid
– kista ovarium
– kondisi lain yang dapat mempengaruhi kadar hormon

Berolahraga terlalu banyak (sering dalam olahraga seperti lari jarak jauh, balet, figure skating, atau senam) yang dikombinasikan dengan pola makan yang buruk seringkali juga dapat menyebabkan amenore. Hal ini terjadi karena seorang gadis mungkin kehilangan berat badan terlalu banyak atau tidak menambah berat badan selama periode utama pertumbuhan.

2. Menorrhagia (menstruasi yang sangat panjang dan deras)

Memang normal jika menstruasi kadang lebih deras daripada hari lainnya. Tapi jika menstruasi deras ini berlangsung untuk periode waktu yang lama, atau disebut menorrhagia, perlu ganti pembalut setiap jam sekali selama beberapa jam berturut-turut atau 6 pembalut setiap hari. Tanda lain dari menorrhagia adalah menstruasi yang berlangsung lebih lama dari 7 hari.

Sebagian besar kasus menorrhagia adalah karena ketidakseimbangan antara tingkat estrogen dan progesteron dalam tubuh, yang memungkinkan endometrium (lapisan rahim) untuk terus membangun. Selama menstruasi, pengikisan dari endometrium tebal ini akan menghasilkan perdarahan yang sangat berat.

Dalam beberapa kasus, menorrhagia disebabkan oleh:
– fibroid (tumor jinak) atau polip di rahim
– kondisi tiroid
– gangguan pembekuan
– pembengkakan, iritasi, atau infeksi pada vagina atau leher rahim

Selanjutnya baca di bagian III.

 

Sumber: kidshealth.org

Tags : menstruasipengasuhanremajareproduksi wanita