close
Gaya HidupKeluargaPengasuhanTips

Panduan Orangtua Menghadapi Menstruasi Pertama pada Anak Remaja Anda (Bagian I)

menstruasi pertama pada remaja

Masa remaja adalah masa yang sulit, baik bagi anak maupun orangtua. Perubahan fisik selama masa pubertas dapat membuat remaja merasa canggung dan tidak yakin pada diri mereka sendiri.

Hal ini terutama terjadi pada anak perempuan ketika tiba waktunya menstruasi. Menstruasi pertama pada anak perempuan sering dianggap sebagai tonggak awal menuju kedewasaan, tapi juga sangat membingungkan dan menakutkan, terutama jika dia memiliki masalah tertentu, seperti menstruasi yang tidak teratur atau sindrom pramenstruasi (PMS).

 

Masalah Menstruasi Umum

1. PMS

Normal bagi perempuan untuk mengalami beberapa gejala, seperti kembung ringan atau nyeri payudara, sebelum menstruasi. Tapi wanita dengan PMS memiliki gelombang gejala emosional dan fisik yang mulai pada paruh kedua dari siklus menstruasi dan berakhir setelah menstruasi dimulai.
PMS mencakup banyak gejala fisik dan emosional, seperti:

jerawat
– kembung
– sakit kepala
– sakit dada
– sakit punggung
– mengidam makanan
diare
– sembelit
– gelisah
– lekas marah

PMS biasanya paling buruk pada hari keempat sebelum menstruasi. Hal ini cenderung menghilang 2 sampai 3 hari setelah menstruasi dimulai. PMS dapat terjadi setiap saat pada wanita usia subur. Tidak semua wanita mengalami PMS dan beberapa hanya mengalami gejala terburuk ketika mereka berusia lebih tua atau lebih dekat ke menopause.

Meskipun penyebab pasti dari PMS tidak diketahui, sepertinya sindrom ini terjadi karena perubahan kadar hormon dalam tubuh dan perubahan kadar kimia dalam otak. Selama paruh kedua siklus menstruasi, jumlah progesteron dalam tubuh meningkat. Kemudian, sekitar 7 hari sebelum menstruasi, tingkat progesteron dan estrogen mulai menurun.

Tubuh beberapa gadis mungkin lebih sensitif terhadap perubahan hormon ini daripada yang lain. Bicarakan dengan dokter anak Anda jika gejala yang dialami parah atau mengganggu aktivitas normal.

2. Kram

Banyak anak perempuan mengalami kram perut selama beberapa hari pertama haid yang disebabkan oleh prostaglandin, zat kimia dalam tubuh yang membuat otot polos di rahim berkontraksi. Kontraksi ini bisa ringan sampai sangat tajam dan intens.

Kram biasanya hanya berlangsung beberapa hari saja. Anda bisa membantu anak Anda menempelkan sesuatu yang panas pada perut, misalnya seka air panas. Penggunaan obat sebaiknya dihindari, atau harus dengan petunjuk dokter. Jika gejala semakin parah, segera bawa ke dokter jika pengobatan di rumah tidak menunjukkan perbaikan.

3. Menstruasi tidak teratur

Tubuh anak perempuan biasanya tidak akan mengembangkan menstruasi secara teratur hingga 2 sampai 3 tahun setelah ia mengalami menstruasi pertamanya. Pada masa itu, tubuh sedang menyesuaikan diri dengan masuknya hormon yang dilepaskan oleh pubertas. Dan keteraturan menstruasi bisa berbeda antara satu perempuan dan yang lainnya. Siklus menstruasi orang dewasa biasanya adalah 28 hari, tapi bisa lebih cepat hingga 24 hari atau lebih lama hingga 38 hari.

Perubahan tingkat hormon dapat mempengaruhi panjangnya menstruasi. Menstruasi pada anak perempuan mungkin berlangsung hanya beberapa hari selama satu bulan dan hingga seminggu ke depan. Dia mungkin tidak akan mengalami menstruasi selama beberapa bulan, mengalami dua menstruasi yang sangat berdekatan, atau bergantian antara pendarahan ringan dan berat dari satu bulan ke bulan berikutnya.

Jika menstruasi anak perempuan Anda masih belum masuk ke suatu pola yang bisa diprediksi setelah 3 tahun, atau menstruasi kembali tidak normal setelah anak Anda mengalami beberapa menstruasi normal, segera bawa dia ke dokter. Beritahukan segala hal mengenai menstruasi anak Anda, termasuk siklus, agar dokter bisa melihat apa yang terjadi.

Selengkapnya lanjut baca di bagian II.

 

Sumber: kidshealth.org

Tags : menstruasipengasuhanremajareproduksi wanita