close

Serviks

InfoKankerKesehatanKondisi Umum & PenyakitServiks

Siapa yang Berisiko Kanker Serviks?

risiko kanker serviks

Fakta bahwa infeksi HPV sangat umum, kanker serviks sebenarnya relatif jarang dimana hanya sebagian kecil wanita yang rentan terhadap efek dari infeksi HPV. Ada beberapa faktor risiko tambahan yang mempengaruhi peluang seorang wanita terkena kanker serviks (untuk mengetahui penyebab kanker serviks, bisa Anda baca di sini).

 

Risiko Kanker Serviks

1. Perokok

Wanita yang merokok dua kali lebih mungkin terkena kanker serviks daripada wanita yang tidak merokok. Hal ini mungkin disebabkan oleh efek berbahaya dari bahan kimia yang ditemukan dalam tembakau terhadap sel-sel leher rahim.

2. Wanita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

Hal ini bisa merupakan akibat dari minum obat tertentu, seperti imunosupresan, yang digunakan untuk menghentikan tubuh menolak organ yang disumbangkan, atau sebagai akibat dari kondisi seperti HIV/AIDS.

3. Wanita yang mengkonsumsi pil kontrasepsi selama lebih dari lima tahun

Wanita yang melakukan hal ini diperkirakan memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak minum pil, meskipun tidak jelas mengapa hal ini bisa terjadi.

4. Wanita yang memiliki anak (lebih banyak anak yang Anda miliki, lebih besar risiko Anda)

Wanita yang memiliki dua anak memiliki dua kali risiko terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak memiliki anak.

Hubungan antara kanker serviks dan melahirkan memang belum jelas. Salah satu teori adalah bahwa perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan bisa membuat leher rahim lebih rentan terhadap efek HPV.

 

Penyebaran Kanker Serviks

Jika kanker serviks tidak terdiagnosis dan tidak diobati, perlahan-lahan akan menyebar dari serviks ke jaringan dan organ sekitarnya. Kanker dapat menyebar ke vagina dan otot-otot sekitarnya yang mendukung tulang panggul. Atau, dapat menyebar ke atas, memblokir tabung yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih Anda (ureter).

Kanker kemudian dapat menyebar ke dalam kandung kemih, rektum (bagian belakang) dan akhirnya ke hati, tulang dan paru-paru. Sel-sel kanker juga dapat menyebar melalui sistem limfatik Anda. Sistem limfatik adalah serangkaian node (kelenjar) dan saluran yang tersebar di seluruh tubuh Anda dengan cara yang mirip dengan sistem sirkulasi darah Anda.

Kelenjar getah bening menghasilkan banyak sel-sel khusus yang dibutuhkan oleh sistem kekebalan tubuh (pertahanan alami tubuh terhadap infeksi dan penyakit). Jika Anda mengalami infeksi, kelenjar di leher atau di bawah ketiak Anda mungkin bengkak.

Dalam beberapa kasus kanker serviks dini, kelenjar getah bening dekat dengan leher rahim mengandung sel-sel kanker. Dan dalam beberapa kasus kanker serviks stadium lanjut, kelenjar getah bening di dada dan perut dapat terpengaruh juga.

 

Sumber: www.nhs.uk

read more
InfoKankerKesehatanKondisi Umum & PenyakitServiks

Apa Penyebab Kanker Serviks?

penyebab kanker serviks

Dalam hampir semua kasus, kanker serviks adalah hasil dari perubahan DNA sel yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Kanker dimulai dengan perubahan dalam struktur DNA yang bisa ditemukan di semua sel manusia. DNA menyediakan sel-sel dengan satu set dasar instruksi, termasuk kapan harus tumbuh dan berkembang biak.

Perubahan struktur DNA dikenal sebagai mutasi. Hal inilah yang lemudian dapat mengubah instruksi yang mengontrol pertumbuhan sel. Akibatnya, sel-sel terus tumbuh dan bukannya berhenti ketika mereka sel-sel tersebut berhenti. Sel-sel yang bereproduksi tanpa terkendali akan menghasilkan benjolan dari jaringan yang disebut tumor.

 

Human papillomavirus (HPV)

Lebih dari 99% kasus kanker serviks terjadi pada wanita yang sebelumnya telah terinfeksi human papillomavirus (HPV). HPV sebenarnya merupakan sekelompok virus, dan bukanlah virus tunggal. HPV terdiri lebih dari 100 jenis virus yang berbeda.

HPV menyebar selama hubungan seksual dan hal ini memang sangat wajar terjadi. Diperkirakan, satu dari tiga wanita akan terkena infeksi HPV dalam waktu dua tahun setelah mereka mulai melakukan hubungan seks secara teratur, dan sekitar empat dari lima wanita akan terkena infeksi di beberapa waktu dalam hidup mereka.

Beberapa jenis HPV tidak menimbulkan gejala nyata dan infeksi akan berlalu tanpa pengobatan. HPV dari jenis lain dapat menyebabkan kutil pada daerah kelamin, meskipun jenis ini tidak dikaitkan dengan risiko tinggi yang dapat menyebabkan kanker serviks.

Sekitar 15 jenis HPV dianggap berisiko tinggi terhadap berkembangnya kanker serviks. Dua jenis virus yang dikenal memiliki risiko tertinggi adalah HPV 16 dan HPV 18, yang menyebabkan 7 kasus di setiap 10 kanker serviks.

Jenis HPV risiko tinggi diduga mengandung materi genetik yang dapat masuk ke dalam sel-sel leher rahim. Materi ini mulai mengganggu kerja normal dari sel-sel, yang akhirnya dapat menyebabkan sel-sel tersebut bereproduksi secara tak terkendali, dan menyebabkan pertumbuhan tumor kanker.

Upaya pencegahan dan deteksi dini sangat dianjurkan untuk semua wanita. Untuk informasi lebih lanjut mengenai pencegahan dan deteksi dini, bisa Anda baca di sini.

 

Cervical intraepithelial neoplasia (CIN)

Kanker serviks biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Sebelum itu terjadi, sel-sel pada leher rahim sering menunjukkan perubahan yang dikenal sebagai cervical intraepithelial neoplasia (CIN) atau cervical glandular intraepithelial neoplasia (CGIN).
CIN dan CGIN merupakan kondisi pra-kanker. Kondisi pra-kanker tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap kesehatan seseorang, tetapi hal tersebut dapat berpotensi berkembang menjadi kanker di masa depan.

Namun, bahkan jika Anda terkena CIN atau CGIN, kemungkinannya berkembang menjadi kanker serviks sangat kecil dan jika perubahan akibat CIN dan CGIN ditemukan selama skrining serviks, pengobatannya biasanya akan sangat sukses.

Perkembangan dari proses terinfeksi CIN atau CGIN dan kemudian terinfeksi HPV hingga akhirnya terkena kanker serviks sangat lambat. Biasanya memakan waktu antara 10 hingga 20 tahun.

 

Sumber: www.nhs.uk

read more
InfoKankerKesehatanKondisi Umum & PenyakitServiks

Gejala Penyakit Kanker Serviks pada Wanita

gejala kanker serviks

Setelah mempelajari tentang kanker serviks dan pencegahannya, sekarang kita akan membahas tentang gejala kanker serviks pada wanita. Gejala kanker serviks tidak selalu jelas dan mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali sampai telah mencapai stadium lanjut. Untuk itulah, sangat penting bagi Anda untuk mengadakan janji skrining dengan dokter Anda. Namun, berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa menandai kanker serviks.

 

Gejala Utama Kanker Serviks: Pendarahan yang Tidak Biasa

Dalam kebanyakan kasus, perdarahan vagina adalah gejala pertama yang mencolok dari kanker serviks. Pendarahan ini biasanya terjadi setelah berhubungan seks. Perdarahan pada waktu lainnya, selain periode bulanan Anda, juga dianggap sebagai pendarahan yang tidak normal.

Pendarahan yang tidak biasa ini juga termasuk perdarahan setelah menopause (ketika periode bulanan wanita telah berhenti). Jika Anda mengalami pendarahan yang tidak biasa pada vagina Anda, segera hubungi dokter Anda untuk mendapatkan penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Gejala Kanker Serviks Lainnya

Gejala lain dari kanker serviks dapat meliputi:

– Rasa sakit dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks
– Keputihan dengan bau yang tidak menyenangkan

 

Gejala Kanker Serviks Stadium Lanjut

Jika kanker menyebar dari serviks ke jaringan dan organ sekitarnya, akan dapat memicu berbagai gejala lainnya, termasuk:

– Sembelit
– Darah dalam urine Anda (hematuria)
– Hilangnya kontrol kandung kemih (urinary incontinence)
– Nyeri tulang
– Pembengkakan salah satu kaki Anda
– Sakit parah di tubuh bagian samping atau belakang yang disebabkan oleh pembengkakan di ginjal yang terkait dengan suatu kondisi yang disebut hidronefrosis
– Perubahan aktivitas usus dan kandung kemih Anda
– Kehilangan nafsu makan
– Penurunan berat badan
– Kelelahan dan kekurangan energi

 

Kapan Anda Harus Mencari Bantuan Medis

Disarankan agar Anda menghubungi dokter jika Anda mengalami:
– Pendarahan setelah berhubungan seks (perdarahan postcoital)
– Perdarahan di luar periode normal Anda
– Perdarahan baru setelah menopause

Pendarahan vagina sebenarnya sangatlah umum terjadi dan dapat disebabkan beberapa alasan, sehingga tidak selalu berarti bahwa Anda mengalami kanker serviks. Namun, perdarahan vagina yang tidak biasa adalah gejala yang perlu diselidiki lebih lanjut oleh dokter.

 

Sumber: www.nhs.uk

read more
InfoKankerKesehatanKondisi Umum & PenyakitServiks

Pencegahan Dan Deteksi Dini Kanker Serviks

deteksi kanker serviks

Setelah mengetahui tentang apa itu kanker serviks, kita perlu mempelajari tentang upaya pencegahannya. Yang perlu Anda ketahui, kanker serviks adalah penyakit yang dapat dicegah dan, jika terdeteksi dini, kanker ini dapat diobati. Berikut ini adalah cara untuk mencegah kanker serviks dan mendeteksi penyakit ini sejak dini.

 

Pencegahan Kanker Serviks

1. Hindari infeksi HPV dengan mempraktekkan seks yang lebih aman

HPV dapat menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom, sehingga menggunakan kondom dapat membantu mengurangi risiko Anda terkena infeksi. Akan tetapi, kondom tidak bisa memberikan perlindungan yang lengkap terhadap HPV karena virus ini bisa menginfeksi daerah yang tidak tercakup oleh kondom. Resiko terkena infeksi HPV meningkatkan semakin dini Anda memulai aktivitas seks aktif dan dengan lebih banyak mitra seksual yang Anda miliki meskipun perempuan yang hanya memiliki satu pasangan seksual juga dapat menderita penyakit ini.

2. Hindari merokok

Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker serviks dengan tidak merokok. Orang yang merokok kurang mampu menghilangkan infeksi HPV dari tubuh, yang dapat berkembang menjadi kanker.

 

Deteksi Dini Kanker Serviks

1. Semua wanita harus mulai memeriksa kanker serviks pada usia 21

Wanita berusia 21-29 tahun harus menjalani tes Pap setiap 3 tahun. Tes HPV tidak boleh digunakan untuk skrining pada kelompok usia ini kecuali jika digunakan sebagai tindak lanjut untuk tes Pap yang abnormal.

2. Wanita berusia 30-65 tahun harus menjalani tes Pap plus tes HPV setiap 5 tahun

Ini adalah jenis pendekatan yang paling disukai. Tapi jika Anda ingin melakukan tes Pap tersendiri setiap 3 tahun sekali juga tidak masalah. Wanita berisiko tinggi, misalnya yang terkena DES sebelum lahir atau yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, mungkin harus lebih sering menjalani skrining.

3. Bicarakan dengan dokter Anda mengenai vaksin HPV

Vaksin HPV memberikan perlindungan terhadap jenis HPV yang paling mungkin menyebabkan kanker. Yang paling efektif adalah jika seseorang divaksinasi sebelum menjalani aktivitas seksual secara aktif. Vaksin ini direkomendasikan bagi anak perempuan yang berusia 11 sampai 12 tahun. Anak perempuan berusia 9 atau 10 tahun juga bisa divaksin. Sampai usia 18 tahun, anak-anak perempuan ini akan mendapatkan vaksin lanjutan (catch-up). Perempuan muda usia 19-26 tahun yang belum pernah divaksinasi juga bisa mendapatkan vaksinasi.

4. Wanita di atas usia 65 tahun yang telah menjalani tes kanker serviks secara teratur dengan hasil yang normal tidak perlu melakukan tes untuk kanker serviks

Wanita dengan riwayat pra-kanker serviks yang serius harus terus diuji selama setidaknya 20 tahun setelah diagnosis tersebut, bahkan jika tes tersebut terus berlanjut melewati usia 65 tahun.

5. Wanita yang telah menjalani histerektomi harus berhenti skrining kecuali jika operasi tersebut dilakukan sebagai pengobatan untuk kanker atau pra-kanker serviks

Wanita yang telah menjalani histerektomi tapi serviksnya masih tertinggal harus terus mengikuti pedoman seperti yang tertera di atas.

 

Sumber: preventcancer.org

read more
InfoKankerKesehatanKondisi Umum & PenyakitServiks

Kanker Serviks

kanker serviks

Akhir-akhir ini kita sering mendengar istilah kanker serviks yang diderita oleh beberapa wanita di Indonesia. Dan selain kanker payudara, kanker serviks ini juga yang paling membunuh bagi kaum wanita. Namun, apa sebenarnya kanker serviks itu dan bagaimana perkembangannya? Berikut ini adalah penjelasan mengenai penyakit kanker serviks.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks berawal di sel-sel yang melapisi leher rahim—bagian bawah uterus (rahim). Bagian ini kadang-kadang disebut serviks uterus. Janin tumbuh dalam tubuh rahim (bagian atas). Leher rahim menghubungkan tubuh rahim ke vagina (jalan lahir). Bagian yang paling dekat leher rahim ke tubuh rahim disebut endoserviks sementara bagian di samping vagina adalah exocervix (atau ectocervix). Dua jenis sel utama yang meliputi serviks adalah sel skuamosa (pada exocervix) dan sel-sel kelenjar (di endoserviks). Dua jenis sel tersebut bertemu di sebuah tempat yang disebut zona transformasi. Lokasi yang tepat dari zona transformasi berubah seiring dengan pertambahan usia Anda dan ketika Anda melahirkan.

Sebagian besar kanker serviks dimulai di sel di zona transformasi. Sel-sel ini tidak tiba-tiba berubah menjadi kanker. Sebaliknya, sel-sel normal leher rahim pertama-tama secara bertahap berkembang menjadi pra-kanker yang kemudian berubah menjadi kanker. Dokter menggunakan beberapa istilah untuk menggambarkan perubahan pra-kanker, termasuk neoplasia serviks intraepitel (CIN), squamous intraepithelial lesion (SIL), dan displasia. Perubahan ini dapat dideteksi dengan tes Pap dan diobati untuk mencegah kanker berkembang.

Kanker serviks dan pra-kanker serviks diklasifikasikan berdasarkan penampakan mereka di bawah mikroskop. Jenis utama dari kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma.

Sebagian besar (bisa mencapai 9 dari 10) kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa. Kanker ini terbentuk dari sel-sel di exocervix dan sel-sel kanker tersebut memiliki fitur sel skuamosa di bawah mikroskop. Karsinoma sel skuamosa paling sering berawal di zona transformasi (di mana exocervix bergabung dengan endoserviks).

Sebagian besar kanker serviks lainnya adalah adenocarcinoma. Adenocarcinoma adalah kanker yang berkembang dari sel-sel kelenjar. Adenokarsinoma serviks berkembang dari sel-sel kelenjar penghasil lendir dari endoserviks. Adenokarsinoma serviks telah menjadi lebih umum dalam 20 sampai 30 tahun terakhir.

Yang tidak begitu umum terjadi, kanker serviks memiliki fitur dari kedua karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Hal ini disebut karsinoma adenosquamous atau karsinoma campuran.

Meskipun kanker serviks dimulai dari sel dengan perubahan pra-kanker, hanya beberapa wanita yang mengalami pra-kanker leher rahim yang berkembang menjadi kanker. Biasanya diperlukan waktu beberapa tahun bagi pra-kanker serviks untuk berubah menjadi kanker serviks, tetapi bisa saja terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun. Bagi kebanyakan wanita, sel-sel pra-kanker akan hilang tanpa pengobatan. Namun, pada beberapa wanita, pra-kanker berubah menjadi kanker sungguhan (invasif). Merawat semua pra-kanker serviks dapat mencegah hampir semua kanker serviks invasif.

Meskipun hampir semua kanker serviks adalah karsinoma sel skuamosa atau adenokarsinoma, kanker jenis lain juga dapat berkembang di leher rahim. Jenis-jenis kanker lain, seperti melanoma, sarkoma, dan limfoma, lebih sering ditemukan pada tubuh bagian lain.

 

Sumber: www.cancer.org

read more