close

Psikologi & Kejiwaan

InfoKesehatanPsikologi & KejiwaanStres

10 Penyakit Terkait Stres yang Bisa Anda Sembuhkan

stres bisa sebabkan penyakit

Stres tidak hanya membuat kita merasa tidak sehat secara emosional. Studi telah menemukan bahwa banyak masalah kesehatan yang berhubungan dengan stres. Stres tampaknya memperburuk atau meningkatkan risiko kondisi seperti obesitas, penyakit jantung, penyakit Alzheimer, diabetes, depresi, masalah pencernaan, dan asma.

Berikut ini adalah beberapa penyakit terkait stres yang bisa Anda sembuhkan.

1. Penyakit jantung

Para peneliti telah lama menduga orang dengan kepribadian tipe A (mudah stres) memiliki risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung yang lebih tinggi. Dokter masih belum bisa menjelaskan dengan pasti hubungan keduanya, tapi stres dapat meningkatkan denyut jantung dan aliran darah secara langsung dan menyebabkan pelepasan kolesterol dan trigliserida ke dalam aliran darah.

Dokter tahu bahwa stres emosional yang mendadak bisa menjadi pemicu untuk masalah jantung yang serius, termasuk serangan jantung. Orang-orang yang memiliki masalah jantung kronis harus menghindari stres akut dan berusaha untuk mengelola stres yang tidak bisa dihindari dalam hidup.

2. Asma

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat memperburuk asma. Beberapa bukti menunjukkan bahwa stres kronis pada orang tua bisa meningkatkan risiko asma pada anak-anak mereka. Satu penelitian mengamati bagaimana stres pada orangtua mempengaruhi tingkat asma pada anak-anak yang juga terkena polusi udara atau yang ibunya merokok selama kehamilan. Anak-anak dengan orangtua yang mengalami stres memiliki risiko terkena asma yang jauh lebih tinggi.

3. Obesitas

Kelebihan lemak di perut tampaknya menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar daripada lemak pada kaki atau pinggul, dan sayangnya disitulah lemak banyak tersimpan pada orang yang mengalami stres tinggi. Stres menyebabkan peningkatan hormon kortisol, yang tampaknya meningkatkan jumlah lemak yang disimpan di perut.

4. Diabetes

Stres dapat memperburuk diabetes dalam dua cara. Pertama, meningkatkan kemungkinan perilaku buruk, seperti makan yang tidak sehat dan minum berlebihan. Kedua, stres tampaknya meningkatkan kadar glukosa dari pengidap diabetes tipe 2 secara langsung.

5. Sakit kepala

Stres dianggap salah satu pemicu paling umum untuk sakit kepala. Tidak hanya sakit kepala biasa, tapi juga termasuk migrain.

6. Depresi dan kecemasan

Mungkin tidka mengherankan jika stres kronis terhubung dengan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih tinggi. Salah satu survei studi terbaru menemukan bahwa orang yang mengalami stres yang berhubungan dengan pekerjaan mereka—seperti pekerjaan yang sangat berat dan gaji yang sedikit—memiliki risiko 80% lebih tinggi terkena depresi dalam beberapa tahun dibandingkan orang dengan stres yang lebih rendah.

7. Masalah pencernaan

Stres bukan penyebab utama, tapi stres memperburuk masalah pencernaan. Stres juga merupakan faktor umum pada banyak kondisi GI lainnya, seperti mulas kronis (atau penyakit gastroesophageal reflux, GERD) dan sindrom iritasi usus (IBS).

8. Penyakit Alzheimer

Satu studi hewan menemukan bahwa stres mungkin memperburuk penyakit Alzheimer, yang menyebabkan lesi otak terbentuk lebih cepat. Beberapa peneliti berspekulasi bahwa mengurangi stres memiliki potensi untuk memperlambat perkembangan penyakit.

9. Percepatan penuaan

Satu studi membandingkan DNA dari ibu yang berada di bawah stres yang tinggi—yang merawat anak dengan sakit kronis—dengan mereka yang tidak. Para peneliti menemukan bahwa daerah tertentu dari kromosom menunjukkan efek percepatan penuaan. Stres tampaknya mempercepat penuaan sekitar 9 sampai 17 tahun.

10. Kematian dini

Penelitian menunjukkan bahwa lansia yang mengasuh pasangannya mengalami 63% risiko yang lebih tinggi untuk kematian dini dibandingkan orang seusia yang tidak menjadi pengasuh.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
KesehatanPsikologi & KejiwaanTips

5 Cara untuk Mengembangkan Pemikiran Independen

pemikiran independen

Pemikiran independen tidaklah populer. Pemikiran seperti ini sangat berharga namun sangat jarang. Pemikiran independen tidak akan Anda temukan di koran ataupun televisi. Apapun yang kita ambil dari media populer hanyalah muntahan dari pengetahuan konvensional. Sebagian besar dari yang ada di dunia ini bukanlah pemikiran independen.

Hal ini merupakan tragedi karena sesungguhnya pemikiran independen sangat penting untuk kemajuan. Pemikiran konvensional menggerakkan kita maju secara bertahap (tapi bisa juga hal ini mendorong kita mundur). Pemikiran independen mampu membuat kinerja kita melompat dengan cepat.

Untungnya, Anda tidak harus sangat cerdas atau berpendidikan untuk bisa berpikir secara independen. Berikut ini adalah 5 cara yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan pemikiran independen.

1. Lepaskan diri dari sumber pemikiran konvensional

Alih-alih mencari jawaban TV, perpustakaan, atau PC,berpikirlah untuk diri Anda sendiri. Tanpa mengasingkan diri dari dunia, Anda masih tetap bisa meningkatkan kapasitas Anda untuk berpikir independen dengan membatasi opini konvensional yang Anda serap. Ini berarti mengurangi media yang Anda konsumsi. Pemikir independen tidak selalu pelawan, tetapi mereka tidak menyetujui status quo secara default. Mereka menyusun kriteria baru untuk melihat dunia ini daripada sekedar melihat segala sesuatu melalui layar komputer mereka.

2. Benamkan diri Anda dalam pengalaman yang bertentangan dengan perspektif Anda saat ini

Alih-alih mengganti pemikiran konvesional yang lama dengan pemikiran konvesional yang baru, carilah pengalaman yang menantang pandangan Anda. Pengalaman ini mungkin ada dalam budaya asing, subkultur yang tidak biasa, atau antara halaman-halaman buku yang bertentangan dengan apa yang Anda percaya. Intinya adalah bukan mengadopsi kereta pemikiran baru, tapi merusak jalur kereta api konvensional.

3. Perhatikan proses dari kejauhan

Meninggalkan kehidupan normal Anda dapat memberikan Anda kebebasan untuk melihat masalah dari perspektif lain. Melihat dunia dan bukan sekedar memakannya mentah-mentah akan memberi Anda ketenangan dalam berpikir untuk diri sendiri. Anda akan bisa menertawakan keyakinan Anda sendiri dan menjelajahi sudut baru.

4. Acaklah masukan sensorik Anda

Alih-alih mengunjungi tempat-tempat yang sama, makan makanan yang sama, dan berbicara dengan orang yang sama, Anda dapat secara aktif mengejar pengalaman baru. Banyak orang berpegang teguh pada hal-hal yang familiar untuk menyederhanakan keputusan dan menciptakan rasa aman. Jika Anda benar-benar ingin untuk berpikir secara independen, Anda harus keluar dari zona nyaman Anda.

5. Praktekkan ketidakpercayaan

Tanpa menjadi sinis, Anda dapat mengembangkan kebiasaan mencurigai pikiran secara naluriah dengan mengandalkan pada kebijaksanaan konvensional. Daripada mengasumsikan bahwa suatu ‘kebenaran’ itu yang terbukti dengan sendirinya, tundalah penilaian sampai Anda telah mengkonfirmasi bahwa ada realitas di balik logika.

 

Sumber: www.pickthebrain.com

read more
KesehatanPsikologi & KejiwaanStresTips

5 Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja

stres di tempat kerja

Beberapa orang mengalami stres di tempat kerjanya, sehingga mereka tidak bisa bekerja secara efektif dan produktif. Sebenarnya, stres ini tidak hanya buruk untuk kinerja Anda di perusahaan, tapi bisa juga berdampak negatif pada kesehatan Anda. Berikut ini adalah 5 cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi stres di tempat kerja.

1. Memilih makanan dan minuman

Makanan dan minuman yang Anda konsumsi selama bekerja bisa memperburuk tingkat stres Anda. Beberapa makanan dan minuman pemicu stres yang harus Anda hindari antara lain kopi, minuman energi, makanan cepat saji, gula, dan alkohol. Sementara itu, makanan dan minuman yang sangat disarankan adalah air, buah segar, sup, salad, dan ikan. Namun, bukan berarti Anda harus 100% menghindari semua makanan pemicu stres. Anda hanya disarankan untuk mengkonsumsinya dengan jumlah yang tidak berlebihan.

2. Latihan pernafasan

Kita sering menyepelekan pernafasan. Periksa pola pernapasan Anda ketika Anda stres. Pada waktu istirahat makan siang, Anda bisa keluar kantor atau kembali ke mobil Anda. Ambil 10 nafas dalam. Hal ini bisa Anda lakukan hanya dalam waktu 1-2 menit. Selain itu, lakukan kegiatan ini pada aktivitas harian Anda. Satu di pagi hari, satu saat makan siang, dan satu lagi sebelum tidur. Ingat, ketika orang bermeditasi, pernapasan adalah salah satu kunci utama.

3. Olahraga

Tingkatkan denyut jantung Anda. Anda hanya perlu beberapa menit setiap harinya. Sisihkan 10-15 menit selama masa istirahat makan siang Anda. Anda bisa berjalan-jalan di sekeliling kantor dengan rekan kerja Anda. Perbanyak gerak selama bekerja. Anda bisa mencoba berdiri juga selama bekerja jika Anda merasa telah terlalu lama duduk.

4. Hindari bergosip

Gosip menjadi sumber stres, entah itu gosip seputar perusahaan, atasan Anda, ataupun teman sekerja Anda. Tanpa Anda sadari, mendengarkan masalah dari orang lain adalah penyebab stres yang nyata. Ingat, bahwa apapun yang Anda dengarkan akan mempengaruhi mood Anda. Jadi, jika Anda tak kuasa membantu orang lain atau menjadi teman curhat dari suatu masalah, katakanlah sejujurnya. Anda juga butuh pertolongan.

5. Pilih tontonan yang tepat

Anda suka menonton film apa? Film horor dan tragedi bisa berdampak buruk pada tingkat stres Anda. Jadi, jika Anda tak ingin merasa tambah stres ketika di kantor, malam sebelumnya jangan menonton film horor atau tragedi. Pilihlah film komedi romantis dengan kisah happy ending yang sederhana dan dijamin membuat Anda terpingkal. Selain itu, sebaiknya Anda juga menghindari berita karena berita hanya menyajikan keburukan yang justru akan membunuh optimisma Anda dan menambah tingkat stres pada diri Anda.

Stres bisa membuat Anda malas bekerja, dan nantinya malah akan tercipta kebiasaan buruk di tempat kerja yang sulit untuk diatasi.

 

Sumber: www.pickthebrain.com

read more
KesehatanPsikologi & KejiwaanTips

3 Cara Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri

menyalahkan diri sendiri

Anda suka menyalahkan diri sendiri? Mungkin suatu hal yang terjadi memang bukan salah Anda, tapi ketika orang lain menyalahkan Anda akan hal tersebut, Anda menjadi kepikiran dan merasa bersalah. Menyalahkan diri sendiri, apalagi untuk sesuatu yang bukan kesalahan kita, sangat menguras dan menyia-nyiakan energi. Padahal harusnya energi disimpan untuk membuat diri dan hidup kita menjadi lebih baik.

Jika Anda mengalami hal tersebut, gunakanlah 3 cara berikut ini untuk menghentikan diri Anda dari menyalahkan diri sendiri.

1. Kenali apa yang terjadi

Kesadaran dan perhatian adalah kunci dari setiap perubahan. Jika Anda tidak tahu apa yang terjadi, bagaimana Anda bisa memperbaikinya? Jadi lain kali Anda merasa tenggelam dan bersalah, coba tanyakan pada diri sendiri “Apa yang saya pikirkan sekarang? Apa yang terjadi pada saya?” Seringkali, akan ada mantra penyalahan diri sendiri yang muncul ke permukaan seperti “saya selalu membuat segala sesuatu menjadi berantakan”. Cobalah untuk tidak menghakimi diri Anda sendiri untuk apapun yang terjadi. Cobalah untuk menyadari apa yang terjadi dan memikirkan cara memperbaikinya.

2. Tantang diri Anda

Semua keyakinan bisa dipelajari, yang artinya apa yang kita pelajari itu bisa di lupakan atau di undo. Ketika Anda sudah menenukan apa yang sebenarnya terjadi, Anda bisa menanyakan pada diri sendiri “mengapa ini harus selalu berkaitan dengan diri saya?” Cara ini akan berdampak dua kali lipat. Dengan cara ini, Anda bisa berpikir bahwa mungkin ada kemungkinan-kemungkinan lain yang menyebabkan suatu hal terjadi. Misalnya, ketika Anda mengucapkan ‘selamat pagi’ kepada seseorang dan dia tidak membalas, itu bukan berarti dia sedang marah pada Anda. Bisa saja dia sedang ada masalah dengan istrinya di rumah sehingga dia melampiaskannya pada Anda. Jadi, semua yang terjadi tidak selalu karena Anda.

3. Maafkan diri Anda dan lihatlah segala sesuatu dengan cara yang berbeda

Ketika kita menyalahkan atau mencaci-maki diri kita sendiri, kita perlu memaafkan diri kita sendiri agar kita bisa bergerak maju. Atau jika tidak, siklus menyalahkan diri ini akan terus terulang. Cukup akui saja apa yang tengah atau telah terjadi dan katakan “saya bersedia untuk memaafkan diri sendiri dan memilih untuk melihat hal ini secara berbeda”. Dengan melakukan ini, Anda mengubah getaran energik Anda dari kemungkinan menyalahkan diri sendiri ke situasi netral yang memungkinkan Anda bisa bergerak maju. Anda tidak perlu berbuat apapun untuk memaafkan diri sendiri. Anda cukup mengatakannya dengan kata-kata dan sisanya Semesta akan melakukan sisanya untuk Anda.

Dengan tidak menyalahkan diri sendiri, Anda juga akan semakin belajar untuk mencintai diri sendiri.

 

Sumber: www.pickthebrain.com

read more
InfoKesehatanPsikologi & Kejiwaan

8 Tanda Orang Yang Percaya Diri

tanda percaya diri

Kepercayaan diri adalah buah dari sikap dan pengetahuan. Kepercayaan diri juga merupakan dasar dari kesuksesan. Jika kepercayaan diri hilang, banyak hal tak baik bisa terjadi. Nah, apakah Anda termasuk orang yang percaya diri? Jika Anda memiliki tanda-tanda di bawah ini, Anda termasuk dari orang-orang yang percaya diri.

1. Tenang

Ketenangan bisa dipilih sebagai pengganti kemarahan. Ketenangan berarti pengendalian emosi, yang membuat orang yang percaya diri jarang terserang panik. Orang yang percaya diri tidak mudah terpancing provokasi. Mereka membayangkan diri mereka telah melalui hal ini sebelumnya, jadi mereka tetap tenang dan tidak panik.

2. Tidak mudah tersinggung

Orang yang percaya diri tidak mudah tersinggung dengan penghinaan atau komentar yang tidak setuju dengan citra diri mereka. Mereka merasa bahwa sifat defensif hanya akan melelahkan mental mereka. Jadi, mereka berpikir ‘mengapa saya harus menghancurkan senyum manis saya’ hanya karena sindiran yang tak tentu benar?

3. Bicara dengan otoritas

Otoritas hadir bersamaan dengan pengetahuan dan pengalaman. Dan seperti telah disebutkan di atas, salah satu fondasi kepercayaan diri adalah pengetahuan. Dari sini, bisa kita simpulkan bahwa orang yang percaya diri berbicara tanpa keraguan dan dia memiliki banyak jaminan dan bukti atas apa yang dia utarakan.

4. Bahagia dengan kesuksesan orang lain

Orang percaya diri tak akan takut bahwa jatahnya akan diambil orang lain. Jadinya, mereka tak pernah sedih atau dengki ketika orang lain sukses. Mereka juga suka membangun kepercayaan diri orang lain dan menyemangati sesamanya.

5. Tegas

Penundaan adalah salah satu penyebab utama kegagalan. Orang percaya diri tegas mengenai apa yang harus dilakukan. Mereka tidak pernah menunda karena menunda berarti ‘tidak pernah’. Mereka memilih dan melakukan sehingga tercipta siklus keputusan yang menyenangkan.

6. Fokus pada kekuatan

Salah satu cara untuk mengalahkan kepercayaan dari Anda adalah fokus pada hal yang membuat Anda merasa kecil. Nah, orang percaya diri, sebaliknya, memilih untuk fokus pada kekuatan mereka. Sayangnya, memikirkan hal negatif dari kita memang alami sifatnya. Cara mengakalinya, Anda bisa membuat daftar kekuatan yang Anda punya yang bisa And abaca setiap kali Anda merasa down.

7. Mengambil inisiatif

Inisiatif tidak selalu berasal dari keyakinan, tetapi tindakan mengambil inisiatif membangun kepercayaan diri. Dengan mengambil inisiatif, Anda akan menemukan batasan-batasan dari diri Anda dan apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaikinya sehingga Anda bisa menemukan eksistensi diri Anda.

8. Jaga postur tubuh terbuka

Postur tubuh tertutup mengindikasikan Anda tidak yakin dengan niat Anda, sementara postur tubuh terbuka menunjukkan Anda percaya diri. Postur tubuh terbuka ini termasuk:

– condong ke depan, dan tidak ke belakang
– tunjukkan telapak tangan Anda dari waktu ke waktu ketika berbicara dengan orang banyak
– pertahankan kontak mata dengan orang yang Anda ajak bicara
– hindari menyilangkan lengan selama pertemuan
– ketika tersenyum, tersenyumlah dengan lepas

Setelah melihat tanda-tanda di atas, mungkin Anda tergelitik karena ingin tahu cara membangun kepercayaan diri.

 

Sumber: www.lifehack.org

read more
KesehatanPsikologi & KejiwaanTips

Bagaimana Cara Berhenti Khawatir dan Ketakutan?

khawatir

Ketakutan dan kekhawatiran bisa datang dalam bentuk apa saja dan bisa dipengaruhi oleh banyak hal pula. Banyak yang khawatir akan masa depannya, banyak yang takut gagal, banyak yang khawatir akan mengecewakan, banyak pula yang takut ditolak. Nah, bagaimana cara mengatasi ketakutan dan kekhawatiran ini serta menjadikannya keuntungan bagi kita? Ayo baca artikel ini sampai tuntas.

1. Pahamilah bahwa kebanyakan dari ketakutan Anda adalah irasional

Pikiran kita kadang-kadang melantur. Kita memiliki kapasitas besar untuk berspekulasi, berimajinasi, dan bertanya-tanya. Sisi negatif dari hal ini adalah bahwa ketika kita berimajinasi mengenai hal buruk, hal tersebut bisa menciptakan ketakutan. Kita bisa membayangkan skenario terburuk. Elemen “bagaimana jika” inilah yang kemudian menjadi penghalang bagi kita untuk mengambil tindakan.

2. Pahamilah bahwa ketakutan rasional Anda mungkin tidak akan pernah terjadi

Bahkan jika ketakutan kita berdasarkan realitas dan tampak sedikit nyata, biasanya itu tetap hanya permainan pikiran. Sebagian mimpi kita bahkan yang paling nyata sekalipun tidak akan pernah terjadi. Kebanyakan malu, aib, dan kengerian tidak akan terjadi pada Anda. Tragedi dalam kehidupan biasanya tak terduga dan tidak dapat dihindari. Jadi berhentilah merusak hidup Anda mengkhawatirkan hal tersebut.

3. Terimalah bahwa kadang-kadang Anda merasa ketakutan dan Anda pasti akan melaluinya

Hal-hal buruk pasti terjadi, bahkan pada hidup mereka yang paling kuat, paling baik, paling hati-hati, dan paling sehat sekalipun. Tetapi bahkan ketika kita menyadari adanya rasa takut, ketakutan itu sebenarnya tidak seburuk yang kita kira. Jadi, Anda mengkhawatirkan saat wawancara, curiga kekasih Anda masih berhubungan dengan mantan kekasihnya, atau bos Anda menyebalkan, ingatlah bahwa Anda pasti bisa melaluinya dan hal itu bukan akhir segalanya.

4. Sadarilah bahwa menyadari rasa takut bisa membantu memperbaiki diri Anda

Pengalaman pahit kita akan membantu kita menentukan apa yang tidak kita sukai dan tidak ingin terulang. Jika pekerjaan Anda membuat Anda tak nyaman, kekasih Anda tak layak diperjuangkan, dan Anda tak mau menjadi pembantu untuk bos Anda yang menyebalkan, cobalah melakukan refleksi diri. Lalu katakana: Ini tak akan berhasil. Saya tidak cocok dengan ini. Lalu apa yang bisa saya lakukan? Kita diciptakan untuk mampu beradaptasi. Jadi, rangkullah kekuatan bawaan Anda untuk menghadapi semua masalah ini.

5. Ketahuilah bahwa Anda akan bisa melakukan dengan baik hal-hal yang dulunya Anda tunda karena takut

Jika Anda takut karena Anda ditantang atau mencoba sesuatu yang baru, itu bagus! Ketidaknyamanan adalah efek samping dari pertumbuhan. Bagaimana dengan hal-hal yang tertunda selama ini? Tenang, Anda pasti bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Mulailah sekarang!

Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang cara menaklukkan rasa takut, klik di sini.

 

Sumber: www.lifehack.org

read more
InfoKesehatanPsikologi & Kejiwaan

30 Hal Kecil yang Bisa Membuat Anda Bahagia

hal kecil yang membuat bahagia

Kadang kita berpikir terlalu jauh untuk membuat hidup kita bahagia. Namun, pada saat tak terduga, justru hal-hal kecillah yang membuat kita merasa bahagia. Berikut ini adalah beberapa contol hal kecil yang mungkin pernah Anda alami (atau mungkin bisa Anda lakukan) yang akan membuat Anda merasa bahagia.

1. Menemukan uang di saku yang sama sekali di luar dugaan Anda

2. Seseorang menanyai Anda tentang kabar Anda

3. Ketika Anda tidur, sprei Anda terasa bersih dan rapi

4. Mandi dengan waktu yang sangat lama ketika Anda memiliki waktu luang

5. Tersenyum kepada anak kecil yang Anda temui di tempat umum

6. Mendapatkan pijatan selama 10 menit dari teman atau pasangan Anda

7. Berpelukan dengan istri atau suami Anda sebelum memulai hari Anda

8. Bangun tidur dan hari begitu cerah

9. Menghabiskan waktu beberapa jam bercakap-cakap di telepon dengan orang yang Anda sayangi

10. Menikmati hujan ketika Anda tak harus kemanapun

11. Melihat anak-anak kecil bermain dan tertawa bersama

12. Menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan Anda

13. Orang asing memberikan senyuman manis kepada Anda

14. Meregangkan tubuh ketika Anda baru bangun di pagi hari

15. Tertawa ketika mengenang hal lucu

16. Seseorang menawarkan bantuan kecil, misalnya anak Anda menawarkan untuk membantu Anda di dapur

17. Mencium bau yang Anda suka, misalnya bau kue yang dipanggang

18. Makan siang di luar ketika hari cerah

19. Memakai pakaian yang hangat karena baru disetrika

20. Mendapatkan waktu sendirian ketika suasana sedang sangat ramai

21. Melihat matahari terbit atau terbenam

22. Mencium bau tanah saat hujan turun

23. Mendengarkan lagu dari album favorit Anda

24. Mendapatkan surat atau email dari teman lama

25. Berpegangan tangan dengan orang yang Anda cintai

26. Sarapan di tempat tidur

27. Memainkan permainan yang dulu Anda mainkan sewaktu muda

28. Membaca buku seorang diri

29. Mengkonsumsi makanan atau minuman favorit

30. Membantu orang lain menyelesaikan suatu masalah

Namun, Anda juga harus berhati-hati karena ada pula hal-hal kecil yang merampas kebahagiaan Anda.

 

Sumber: www.lifehack.org

read more
InfoKesehatanPsikologi & Kejiwaan

10 Tanda Anda Masih Menikmati Masa Muda Anda

tanda anda menikmati masa muda

Menjadi muda membuat Anda bisa menikmati waktu dengan penuh semangat dan energi. Menjadi muda juga berkaitan dengan tawa dan kebahagiaan. Hal ini tidak berkaitan dengan usia atau gender, tapi lebih kepada mindset (pola pikir). Berikut ini adalah tanda-tanda bahwa Anda masih menikmati masa muda Anda.

1. Anda mengikuti kata hati Anda

Anda tak peduli apa kata orang. Anda menyukai petualangan, risiko, dan api kehidupan. Anda ingin mengetahui hal baru dan tak ada yang bisa menghentikan Anda.

2. Anda hidup di saat ini

Hal ini bukan tentang merencanakan pensiun atau terjebak di suatu tempat tertentu. Anda hidup di saat ini dan bukan di masa depan.

3. Anda mencintai diri sendiri

Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri. Anda merasa bersemangat dengan sekeliling Anda.

4. Anda memiliki sahabat yang memiliki pendapat yang sama

Orang yang sudah menikah akan berteman dengan yang sudah menikah juga. Orang kaya akan berteman dengan orang kaya. Begitu juga orang yang menikmati masa muda, akan menemukan teman dengan tipe yang sama.

5. Anda tidak terlalu patuh pada peraturan

Semakin tua, Anda akan semakin dibatasi oleh aturan dan batasan. Tapi hal ini tidak berlaku bagi jiwa muda.

6. Anda mengalami ledakan emosi

Sebagai orang muda, Anda merasa sulit untuk mengelola dan menangani semua emosi, bak itu cinta, cemburu, benci, atau marah.

7. Anda mengikuti mode yang jadi tren di kalangan anak muda lainnya

Menikmati masa muda Anda berarti Anda berpakaian seperti orang yang juga sedang menikmati masa mudanya. Gaya busana Anda akan sama dengan tren fashion anak muda lainnya.

8. Anda fokus pada kenangan

Ini bukan tentang kesalahan dan penyesalan. Anda fokus untuk melakukan pengalaman baru dan menciptakan kenangan yang taj terlupakan.

9. Anda punya banyak mimpi

Anda tidak tahu apa yang Anda inginkan, Anda tidak spesifik. Anda ingin menjadi koki, penari, pemain basket, pelawak dan politikus sekaligus.

10. Anda bebas

Yang dimaksud adalah kebebasan mental. Anda bebas dengan indra dan pikiran Anda. Anda bebas dengan imajinasi Anda serta proses untuk menemukan diri Anda.

 

Sumber: www.lifehack.org

read more
InfoKesehatanPsikologi & KejiwaanStres

10 Perubahan Gaya Hidup untuk Mengatasi Kegelisahan

gelisah

Beberapa orang mengalami panik dan kegelisahan dan banyak yang mencoba mengatasinya dengan pengobatan, yang pada akhirnya membuat mereka ketergantungan. Jika Anda juga berada di situasi yang sama, sebenarnya ada beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kegelisahan tersebut.

1. Belilah bunga segar

Dengan meletakkan bunga-bunga segar di sekitar rumah Anda, Anda akan selalu teringat bahwa, tak peduli apapun tanahnya, dengan nutrisi yang tepat, kita tetap bisa mekar. Pilih bunga favorit Anda.

2. Dekorasi rumah Anda dengan aksesoris berwarna-warni

Suasana hati sering ditentukan dari awal kita bangun pagi. Dengan memberi warna-warna indah pada ruangan, Anda bisa bangun dengan perasaan yang indah. Anda tak perlu membeli barang-barang mahal. Bantal warna-warni pun oke.

3. Bacalah buku-buku motivasi

Membaca buku-buku motivasi akan membantu Anda belajar tentang pengalaman orang lain dan bagaimana mereka mengatasi keadaan.

4. Menyatulah dengan alam

Anda bisa lebih sehat ketika berada di luar ruangan karena hal ini memberi Anda vitamin D. Selain itu, Anda pasti akan termotivasi untuk berolahraga.

5. Makanlah sayur dan buah

Semua orang pasti sepakat bahwa buah-buahan dan sayuran adalah dasar dari diet yang sehat. Makanlah sesuai dengan porsi yang dibutuhkan oleh tubuh Anda.

6. Terapkan sarapan “go green”

Minumlah jus sayur hijau untuk menambah energi Anda. Untuk menghindari terlalu banyak gula terapkan peraturan 80/20: 80% sayuran dan 20% gula.

7. Bermeditasilah

Meditasi membantu Anda berpikir tentang saat ini, dan bukannya masa depan, sehingga Anda bisa terbebas dari kekhawatiran dan kegelisahan. Mulailah dengan duduk tenang selama beberapa menit, lalu fokuskan perhatian pada napas Anda.

8. Tinggalkan pekerjaan di kantor

Matikan telepon pekerjaan Anda segera setelah Anda tiba di rumah dan janganlah sibuk menunggu email pekerjaan yang menganggu.

9. Cobalah berkebun

Berkebun melatih fokus mental, kesadaran, serta kesabaran. Jika kebun besar tak memungkinkan, Anda bisa memilih kebun sayur kecil. Misalnya, Anda bisa menamam ketumbar atau jahe di pot bunga Anda.

10. Kembangkan kreativitas Anda

Semua orang memiliki kreativitas dalam dirinya, dan kecemasan dapat memicu imajinasi Anda dengan cara yang positif. Jika Anda suka memasak, ambilah kelas kuliner. Jika Anda suka salsa, ikutilah kelas salsa.

Info lain mengenai kesehatan psikologis, bisa Anda baca di sini.

 

Sumber: www.mindbodygreen.com

read more
KesehatanPsikologi & KejiwaanTips

4 Hal yang Harus Anda Lakukan untuk Hidup Lebih Bahagia

membuat hidup lebih bahagia

Apakah Anda merasa bahagia? Jika jawaban Anda adalah “tidak”, Anda harus membaca artikel ini. Dan jika jawabannya adalah “ya”, Anda harus tetap membacanya untuk membuat hidup Anda lebih bahagia. Ketika orang bahagia, ada saja gangguan yang datang dan 4 cara berikut dijamin akan membuat hidup Anda menjadi lebih bahagia.

1. Santailah ketika Anda tidak dapat mengerjakan sesuatu

Alih-alih merasa terganggu atau cemas dengan hal-hal yang tidak bisa Anda lakukan, fokuslah pada hal-hal yang bisa Anda lakukan. Ketika Anda menerima adanya batas, Anda akan bisa menembus batas itu. Kita tidak bisa melakukan segala hal. Mustahil orang bisa menjadi baik dan ahli dalam segala hal. Jadi, kalau ada yang tak bisa Anda lakukan, terima saja dan sikapi dengan santai.

2. Kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang Anda inginkan

Ketika Anda merasa galau, mungkin alasannya adalah Anda terlalu banyak dikelilingi orang galau. Orang-orang di sekitar Anda akan sangat berdampak pada kehidupan Anda, tidak peduli apa yang Anda pikirkan. Jadi, pilih baik-baik siapa yang akan Anda jadikan teman dekat. Pilihlah mereka yang akan membuat Anda tertawa, yang mendukung Anda, mencintai Anda, dan membuat Anda senantiasa merasa positif. Hindari mereka yang membuat Anda berpikiran negatif.

3. Terus maju ke depan

Selalu ada ruang untuk perbaikan. Walaupun Anda tidak dituntut untuk menjadi sempurna, Anda harus selalu berusaha untuk meningkatkan diri Anda. Ada begitu banyak hal yang dapat Anda pelajari dan lakukan. Anda dapat mempelajari bahasa baru. Anda dapat mengunjungi negara baru atau Anda bisa membaca buku yang bagus. Jadi agar Anda bisa lebih bahagia, Anda harus selalu bergerak maju!

4. Jangan lewatkan waktu dengan orang-orang kesayangan

Anda harus mempunyai quality time bersama dengan orang-orang kesayangan, seperti ayah, ibu, keluarga, dan teman. Waktu-waktu bersama mereka inilah yang sangat penting dalam kehidupan kita, tapi seringkali kita abaikan. Jadi, fokuslah untuk menciptakan kenangan yang baik, tertawalah lebih banyak, cintailah lebih banyak, dan jadilah lebih bahagia.

 

Sumber: motivationgrid.com

read more
1 2 3
Page 1 of 3