close

Gangguan Tidur

Gangguan Tidur

Penyakit Susah Tidur – Insomnia, Cara Mengatasinya

susah tidur

Jika Anda susah tidur, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda mengalami insomnia. Insomnia adalah kondisi yang rumit.

Insomnia adalah kelainan tidur yang umum yang bisa membuat susah tertidur, susah untuk tidur, atau menyebabkan Anda terbangun terlalu dini dan tidak dapat kembali tidur. Anda mungkin masih merasa lelah saat bangun tidur. Insomnia tidak hanya bisa mengurangi tingkat energi dan mood Anda, tetapi juga kesehatan, kinerja kerja dan kualitas hidup Anda.

Berapa banyak tidur yang cukup bervariasi dari orang ke orang, tapi kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh sampai delapan jam semalam.

Pada titik tertentu, banyak orang dewasa mengalami insomnia jangka pendek (akut), yang berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Biasanya akibat stres atau kejadian traumatis. Tetapi beberapa orang memiliki insomnia jangka panjang (kronis) yang berlangsung selama satu bulan atau lebih. Insomnia mungkin merupakan masalah utama, atau mungkin terkait dengan kondisi medis atau pengobatan lainnya.

Anda tidak perlu tidur nyenyak. Perubahan sederhana dalam kebiasaan sehari-hari Anda seringkali dapat membantu.

 

Penyebab Insomnia

Ada banyak kondisi medis (beberapa ringan dan lainnya yang lebih serius) yang bisa mengakibatkan insomnia. Dalam beberapa kasus, kondisi medis itu sendiri menyebabkan insomnia, sedangkan pada kasus lain, gejala kondisinya menimbulkan ketidaknyamanan yang bisa menyulitkan seseorang untuk tidur.

 

Contoh kondisi medis yang bisa menyebabkan insomnia adalah:

  • Alergi nasal / sinus
  • Masalah gastrointestinal seperti refluks
  • Masalah endokrin seperti hipertiroidisme
  • Radang sendi
  • Asma
  • Kondisi neurologis seperti penyakit Parkinson
  • Sakit kronis
  • Nyeri punggung bawah

Obat-obatan seperti yang dikonsumsi untuk alergi flu dan nasal umum, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, penyakit tiroid, pengendalian kelahiran, asma, dan depresi juga dapat menyebabkan insomnia.

Selain itu, insomnia mungkin merupakan gejala gangguan tidur yang mendasarinya. Misalnya, sindrom kaki gelisah -kondisi neurologis di mana seseorang memiliki sensasi tidak nyaman perlu untuk memindahkan nya kaki-dapat menyebabkan insomnia. Pasien dengan sindrom kaki gelisah biasanya mengalami gejala lebih buruk di bagian akhir hari, selama periode tidak aktif, dan dalam transisi dari bangun tidur, yang berarti bahwa jatuh tertidur dan tetap tidur bisa sulit. Diperkirakan 10 persen populasi memiliki sindrom kaki gelisah.

Sleep apnea adalah gangguan tidur lain yang berhubungan dengan insomnia. Dengan sleep apnea, jalan napas seseorang menjadi sebagian atau sepenuhnya terhalang saat tidur, menyebabkan jeda saat bernapas dan penurunan kadar oksigen. Hal ini menyebabkan seseorang bangun sebentar tapi berulang kali sepanjang malam. Orang dengan sleep apnea terkadang melaporkan mengalami insomnia.

Jika Anda mengalami kesulitan tidur secara teratur, itu ide yang baik untuk meninjau kesehatan Anda dan berpikir tentang apakah ada masalah medis yang mendasari atau gangguan tidur dapat berkontribusi terhadap masalah tidur Anda. Dalam beberapa kasus, ada langkah-langkah sederhana yang dapat diambil untuk meningkatkan tidur (seperti menghindari pencahayaan terang sementara mereda dan mencoba untuk membatasi kemungkinan gangguan, seperti TV, komputer, atau hewan peliharaan). Sementara dalam kasus lain, penting untuk berbicara dengan dokter Anda untuk mengetahui tindakan yang dilakukan. Anda seharusnya tidak hanya menerima tidur yang buruk sebagai cara hidup-berbicara dengan dokter atau spesialis tidur untuk meminta bantuan.

 

Insomnia & Depresi

Insomnia bisa disebabkan oleh kondisi kejiwaan seperti depresi. Perjuangan psikologis bisa membuat sulit tidur, insomnia itu sendiri dapat membawa perubahan dalam mood, dan pergeseran hormon dan fisiologi dapat menyebabkan masalah psikiatri dan insomnia pada saat bersamaan.

Masalah tidur dapat mewakili gejala depresi, dan risiko insomnia berat jauh lebih tinggi pada pasien dengan gangguan depresi mayor. Studi menunjukkan bahwa insomnia juga bisa memicu atau memperburuk depresi.

Penting untuk diketahui bahwa gejala depresi (seperti energi rendah, kehilangan minat atau motivasi, perasaan sedih atau putus asa) dan insomnia bisa saling terkait, dan orang bisa memperburuk keadaan. Kabar baiknya adalah keduanya dapat diobati terlepas dari mana yang lebih dulu.

 

Insomnia & Kecemasan

Kebanyakan orang dewasa memiliki beberapa masalah tidur karena mereka merasa khawatir atau gugup, tapi untuk beberapa itu adalah pola yang mengganggu tidur secara teratur. Gejala kegelisahan yang bisa menyebabkan insomnia antara lain:

 

Ketegangan

  • Tertangkap dalam pikiran tentang kejadian masa lalu
  • Terlalu mengkhawatirkan kejadian masa depan
  • Merasa terbebani oleh tanggung jawab

Tidak sulit untuk melihat mengapa gejala kecemasan umum ini bisa menyulitkan tidur. Kegelisahan dapat dikaitkan dengan insomnia awitan (masalah tidur), atau insomnia perawatan (terbangun di malam hari dan tidak bisa kembali tidur). Bagaimanapun, ketenangan dan ketidakaktifan malam sering membawa pada pikiran yang penuh tekanan atau bahkan ketakutan yang membuat seseorang terjaga.

Bila ini terjadi selama beberapa malam (atau berbulan-bulan), Anda mungkin mulai merasa cemas, takut, atau panik hanya dengan prospek tidak tidur. Begitulah kecemasan dan insomnia bisa saling memberi makan dan menjadi siklus yang harus diinterupsi melalui pengobatan. Ada teknik kognitif dan pikiran-tubuh yang membantu orang dengan kecemasan menetap dalam tidur, dan praktik tidur sehat secara keseluruhan yang dapat memperbaiki tidur bagi banyak orang dengan kegelisahan dan insomnia.

 

Pengobatan

Mengubah kebiasaan tidur Anda dan mengatasi masalah apa pun yang mungkin terkait dengan insomnia, seperti stres, kondisi medis atau pengobatan, dapat memulihkan tidur nyenyak bagi banyak orang. Jika tindakan ini tidak berhasil, dokter mungkin merekomendasikan terapi perilaku kognitif, pengobatan atau keduanya, untuk membantu meningkatkan relaksasi dan tidur.

 

Terapi perilaku kognitif untuk insomnia

Terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) dapat membantu Anda mengendalikan atau menghilangkan pikiran dan tindakan negatif yang membuat Anda tetap terjaga dan umumnya direkomendasikan sebagai pengobatan pertama untuk penderita insomnia. Biasanya, CBT-I sama atau lebih efektif daripada obat tidur.

Bagian kognitif CBT-I mengajarkan Anda untuk mengenali dan mengubah keyakinan yang mempengaruhi kemampuan Anda untuk tidur. Ini dapat membantu Anda mengendalikan atau menghilangkan pikiran dan kekhawatiran negatif yang membuat Anda tetap terjaga. Ini mungkin juga melibatkan menghilangkan siklus yang dapat berkembang di mana Anda terlalu khawatir untuk tidur sehingga Anda tidak bisa tertidur.

Bagian perilaku CBT-I membantu Anda mengembangkan kebiasaan tidur yang baik dan menghindari perilaku yang membuat Anda tidak tidur nyenyak.

 

Terapi kontrol stimulus

Metode ini membantu menghilangkan faktor-faktor yang mengkondisikan pikiran Anda untuk menahan tidur. Misalnya, Anda mungkin dilatih untuk mengatur waktu tidur dan bangun yang konsisten dan menghindari tidur siang, gunakan tempat tidur hanya untuk tidur dan bercinta, dan tinggalkan kamar tidur jika Anda tidak bisa tidur dalam waktu 20 menit, hanya kembali saat Anda sedang tidur. ngantuk.

 

Teknik relaksasi

Relaksasi otot progresif, latihan biofeedback dan pernafasan adalah cara untuk mengurangi kecemasan saat tidur. Mempraktikkan teknik ini dapat membantu Anda mengendalikan pernapasan, detak jantung, ketegangan otot dan mood Anda sehingga Anda bisa rileks.

 

Pembatasan tidur

Terapi ini mengurangi waktu yang Anda habiskan di tempat tidur dan menghindari tidur siang hari, menyebabkan kekurangan tidur sebagian, yang membuat Anda lebih lelah pada malam berikutnya. Begitu tidur Anda membaik, waktu Anda di ranjang berangsur-angsur meningkat.

 

Terapi ringan

Jika Anda tertidur terlalu dini dan kemudian terbangun terlalu dini, Anda bisa menggunakan cahaya untuk mendorong kembali jam internal Anda. Anda bisa pergi keluar pada saat di mana ada cahaya di luar di malam hari, atau Anda bisa menggunakan kotak lampu. Bicaralah dengan dokter Anda tentang rekomendasi.

Dokter Anda mungkin menyarankan strategi lain yang terkait dengan gaya hidup dan lingkungan tidur Anda untuk membantu Anda mengembangkan kebiasaan yang mendorong tidur nyenyak dan kewaspadaan di siang hari.

 

Apa yang harus dilakukan bila Anda tidak bisa tidur

Salah satu kunci untuk melawan insomnia tidur adalah untuk mengetahui mengapa Anda terbangun di malam hari atau terlalu dini hari. Jika cahaya dari lampu jalan atau kebisingan dari lalu lintas, tetangga, atau teman sekamar mengganggu tidur Anda, misalnya jawabannya bisa sesederhana memakai masker mata atau sangkutan telinga. Jika Anda bangun jam 2 pagi, Anda perlu mengambil langkah untuk mengatasi kecemasan Anda.

 

Hal yang harus dihindari sebelum tidur

Minum terlalu banyak cairan

Bangun di malam hari untuk pergi ke kamar mandi menjadi masalah yang lebih besar seiring bertambahnya usia. Dengan tidak meminum apapun sejam sebelum tidur dan pergi ke kamar mandi beberapa kali saat Anda bersiap-siap tidur, Anda bisa mengurangi frekuensi yang akan Anda bangun untuk pergi pada malam hari.

 

Alkohol

Sementara sebuah nightcap dapat membantu Anda untuk rileks dan tertidur, ia mengganggu siklus tidur Anda begitu Anda keluar, menyebabkan Anda terbangun di malam hari.

 

Makan malam yang besar

Cobalah untuk membuat makan malam lebih awal di malam hari, dan hindari makanan kaya dan berat dalam waktu dua jam setelah tidur. Makanan pedas atau asam bisa menyebabkan sakit perut dan mulas yang bisa membangunkan Anda di malam hari.

Apa yang harus dilakukan saat bangun di malam hari

Jadikan relaksasi tujuan Anda, jangan tidur

Jika Anda merasa sulit untuk kembali tidur, cobalah teknik relaksasi seperti visualisasi, relaksasi otot progresif, atau meditasi, yang bisa dilakukan bahkan tanpa bangun tidur. Meski bukan pengganti tidur, relaksasi tetap bisa membantu meremajakan pikiran dan tubuh Anda.

 

Lakukan relaksasi dengan menggosok telinga Anda atau memutar mata Anda

Menggosok titik akupresur di bagian atas telinga dapat meningkatkan ketenangan dan relaksasi. Cara mudah lainnya untuk relaksasi adalah dengan menutup mata dan perlahan menggulungnya ke atas beberapa kali.

 

Lakukan aktivitas yang tenang dan tidak merangsang

Jika Anda sudah bangun lebih dari 20 menit, bangun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas yang tenang dan tidak merangsang, seperti membaca buku. Jauhkan lampu redup dan hindari layar agar tidak memberi isyarat kepada tubuh Anda bahwa sudah waktunya bangun.

Jauhkan dari rasa cemas

Jika Anda bangun pada malam hari merasa cemas akan sesuatu, catatlah singkatnya di atas kertas dan menunda kekhawatirannya sampai hari berikutnya kapan akan lebih mudah diatasi. Demikian pula, jika ide bagus membuat Anda tetap terjaga, catatlah itu di atas kertas dan jangan tidur lagi karena tahu Anda akan jauh lebih produktif setelah istirahat malam yang nyenyak.

read more
Gangguan TidurKesehatanKondisi Umum & PenyakitTips

8 Cara Mengatasi Insomnia Secara Alami

ramuan alami untuk insomnia

Insomnia memang banyak faktor penyebabnya. Namun, bukan berarti hal ini tidak bisa disembuhkan. Alih-alih mengkonsumsi obat tidur, berikut ini adalah beberapa tips untuk menyembuhkan insomnia secara alami.

 

1. Bangun pada waktu yang sama setiap hari

Memang menggoda untuk tidur larut malam di akhir pekan, terutama jika Anda sudah susah tidur selama seminggu. Namun, jika Anda menderita insomnia Anda harus bangun pada waktu yang sama setiap hari untuk melatih tubuh Anda untuk bangun pada waktu yang konsisten. Bangun secara konsisten juga akan mendukung untuk bisa tidur secara konsisten.

2. Menghilangkan alkohol dan stimulan seperti nikotin dan kafein

Efek kafein bisa bertahan selama beberapa jam, bahkan mungkin hingga 24 jam. Jadi, hal ini mungkin bisa mempengaruhi tidur Anda secara signifikan. Kafein tidak hanya menyebabkan kesulitan memulai tidur, tetapi juga dapat menyebabkan Anda sering terbangun. Alkohol mungkin memiliki efek sedatif untuk beberapa jam pertama setelah konsumsi, tetapi kemudian dapat menyebabkan sering terbangun dan tidak nyenyak tidur.

3. Batasi tidur siang

Walaupun tidur siang sepertinya bisa digunakan untuk membayar hutang tidur di malam hari, tapi tidak selalu bagus hasilnya. Sangat penting bagi Anda untuk membangun dan mempertahankan pola tidur yang teratur dan melatih diri untuk mengasosiasikan tidur dengan isyarat seperti kegelapan dan waktu tidur yang konsisten. Tidur siang dapat mempengaruhi kualitas tidur di malam hari.

4. Olahraga secara teratur

Olahraga teratur dapat meningkatkan kualitas dan durasu tidur. Namun, berolahraga tepat sebelum tidur dapat memiliki efek stimulan pada tubuh dan harus dihindari. Cobalah untuk menyelesaikan berolahraga setidaknya tiga jam sebelum Anda berencana tidur di malam hari.

5. Batasi aktivitas di tempat tidur

Tempat tidur adalah tempat untuk tidur dan berhubungan seks (bagi suami istri). Hanya itu! Hindari melakukan kegiatan lain di tempat tidur, seperti menonton TV, mengecek email, mendengarkan radio, dll.

6. Jangan makan atau minum tepat sebelum tidur

Makan, ngemil, atau minum sebelum tidur dapat mengaktifkan sistem pencernaan dan membuat Anda terjaga. Selain itu, minum banyak cairan sebelum tidur dapat membanjiri kandung kemih sehingga Anda selalu ingin ke toilet.

7. Buatlah lingkungan tidur yang nyaman

Suhu, pencahayaan, dan kebisingan harus dikontrol untuk membuat kamar tidur yang kondusif. Anda harus merasa nyaman saat tidur sehingga tidur Anda bisa nyenyak.

8. Lupakan semua kekhawatiran sebelum Anda naik ke tempat tidur

Jika Anda masih memikirkan rapat besok ketika sedang berbaring, mungkin Anda perlu untuk menyisihkan waktu memikirkan hal-hal tersebut sebelum tidur, misalnya saat selesai makan malam. Tujuannya adalah untuk menghindari memikirkan banyak hal ketika akan tidur. Sebelum tidur, Anda juga bisa membuat daftar tugas yang berhubungan dengan pekerjaan untuk hari berikutnya sehingga kekhawatiran Anda berkurang.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
Gangguan TidurInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Tidur Berjalan (Sleepwalking): Gejala dan Penyebab

sleepwalking (tidur berjalan)

Tidur berjalan adalah gangguan tidur yang menyebabkan orang terbangun dan berjalan dalam keadaan tidur. Hal ini biasanya terjadi ketika orang berpindah dari keadaan tidur lelap (deep sleep) menuju tahapan tidur yang lebih ringan atau keadaan terjaga. Orang yang tidur berjalan tidak bisa merespon ketika hal ini sedang berlangsung dan biasanya tidak bisa mengingatnya. Dalam beberapa kasus, orang tersebut mungkin berbicara hal-hal yang tidak masuk akal.

Tidur berjalan biasanya terjadi dalam masa kanak-kanak, antara usia 4 sampai 8 tahun. Namun, hal ini bisa juga terjadi pada orang dewasa.

 

Gejala Tidur Berjalan

Ketika seseorang tidur sambil berjalan, mereka biasanya berjalan dengan tenang di sekitar kamar mereka. Atau mereka mungkin berlari atau berusaha untuk ‘kabur’. Biasanya mereka tidur dengan mata terbuka dan tatapan berkaca-kaca saat dia menjelajah rumah. Jika Anda menanyainya, dia akan merespon dengan lambat atau tidak merespon sama sekali. Jika Anda mengembalikannya ke tempat tidur tanpa membangunkannya, kemungkinan besar dia tidak akan mengingat peristiwa tersebut.

Pada anak yang lebih besar, biasanya mereka akan cenderung mudah tersadar pada saat peristiwa berjalan tersebut.

 

Penyebab Tidur Berjalan

Ada beberapa hal yang menyebabkan tidur berjalan.

Hal ini bisa diturunkan dalam keluarga. Kembar identik lebih mungkin untuk berjalan dalam tidur. Jika Anda memiliki orang tua, saudara, atau adik yang tidur berjalan, kemungkinan bagi Anda untuk tidur berjalan akan 10 kali lebih besar daripada mereka yang berasal dari keluarga yang tidak mengidap gangguan tidur ini.

Anda kemungkinan juga akan mengalami gangguan tidur jika Anda:

– kurang tidur
– berada di jadwal tidur yang berantakan
– stres
– mabuk
– mengkonsumsi obat seperti obat penenang hipnotik(yang membuat Anda bisa relaksasi atau tidur), neuroleptik (digunakan untuk mengobati psikosis), stimulan (yang meningkatkan aktivitas), dan antihistamin (digunakan untuk mengobati gejala alergi).

Kondisi kesehatan yang dikaitkan dengan tidur berjalan, meliputi:

– masalah irama jantung
– demam
– mulas
– asma di malam hari
– kejang di malam hari
– apnea obstruktif (suatu kondisi di mana Anda secara singkat berhenti bernapas saat tidur)
– sindrom kaki gelisah
– gangguan kejiwaan, misalnya, gangguan stres pasca trauma, serangan panik, atau keadaan disosiatif, seperti gangguan kepribadian ganda.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
Gangguan TidurInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Narkolepsi: Penyebab dan Gejalanya

narkolepsi

Narkolepsi adalah gangguan neurologis yang mempengaruhi pengendalian tidur dan waktu terjaga. Penderita narkolepsi mengalami kantuk di siang hari yang berlebihan dan intermiten. Mereka sering sekali jatuh tertidur saat siang hari. Serangan tidur yang tiba-tiba ini terjadi dalam setiap jenis kegiatan di sepanjang hari.

Dalam siklus tidur yang normal, kita akan memasuki beberapa tahap awal tidur diikuti dengan tahap-tahap tidur yang lebih dalam, dan akhirnya (setelah sekitar 90 menit) kita masuk ke tidur REM (rapid eye movement). Pada penderita narkolepsi, tidur REM terjadi sangat cepat dalam siklus tidur, serta secara berkala selama jam bangun. Dalam tidur REM inilah kita mengalami mimpi dan kelumpuhan otot – yang menjelaskan beberapa gejala narkolepsi.

Narkolepsi bisa mulai terjadi antara usia 15-25, tapi akan semakin jelas pada usia berapapun. Dalam banyak kasus, narkolepsi tidak terdiagnosis sehingga tidak teratasi.

Apa Penyebab Narkolepsi?

Penyebab narkolepsi tidak diketahui; Namun, para ilmuwan telah membuat kemajuan dalam mengidentifikasi gen yang terkait dengan gangguan tidur tersebut. Gen ini mengontrol produksi bahan kimia dalam otak yang mungkin menandakan siklus terjaga dan tidur. Beberapa ahli berpikir narkolepsi mungkin disebabkan oleh kurangnya produksi bahan kimia yang disebut hypocretin oleh otak. Selain itu, para peneliti juga menemukan kelainan di berbagai bagian dari otak yang terlibat dalam mengatur tidur REM. Kelainan ini tampaknya berkontribusi terhadap munculnya gejala. Menurut para ahli, kemungkinan narkolepsi melibatkan beberapa faktor yang berinteraksi dalam menyebabkan disfungsi neurologis dan gangguan tidur REM.

 

Gejala-Gelaja Narkolepsi

Gejala narkolepsi meliputi:

1. Rasa kantuk berlebih di siang hari

Rasa kantuk berlebih di siang hari atau disebut excessive daytime sleepiness (EDS) secara umum bisa mengganggu aktivitas normal sehari-hari, entah orang tersebut mengidap narkolepsi ataupun tidak. Orang yang mengalami EDS melaporkan bahwa mereka mengalami kekaburan mental, kekurangan energi dan konsentrasi, keadaan tertekan, atau kelelahan ekstrim.

2. Cataplexy

Gejala ini meliputi kehilangan bentuk otot secara tiba-tiba yang menimbulkan perasaan lemah dan hilangnya kontrol otot sukarela. Hal ini dapat menyebabkan gejala mulai dari bicara cadel hingga kehancuran tubuh secara keseluruhan, tergantung pada otot yang terlibat, dan sering dipicu oleh emosi yang intens seperti kejutan, tawa, atau marah.

3. Halusinasi

Biasanya, pengalaman delusional ini sangat jelas dan biasanya menakutkan. Isinya sangat visual tapi bisa juga melibatkan indera lain. Hal ini disebut halusinasi hypnagogic ketika terjadi saat tidur dan halusinasi hypnopompic ketika terjadi saat terjaga.

4. Kelumpuhan tidur

Gejala ini melibatkan ketidakmampuan sementara untuk bergerak atau berbicara saat tidur atau bangun. Episode ini umumnya singkat, berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah episode akhir, orang biasanya bisa memulihkan kapasitas penuh mereka dengan cepat untuk bergerak dan berbicara.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
Gangguan TidurInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

6 Gangguan Kesehatan Akibat Kurang Tidur

akibat kurang tidur

Apakah Anda suka begadang hingga larut malam bahkan dini hari, entah karena Anda sedang melakukan telepon di jam murah, menonton pertandingan sepak bola dari tim favorit, atau sedang asyik dengan media sosial Anda. Bahkan tak jarang beberapa dari Anda mungkin begadang sambil mabuk. Wah, ini tak baik bagi kesehatan Anda.

Berikut ini adalah beberapa gangguan kesehatan yang mungkin Anda alami ketika Anda suka begadang hingga larut malam.

1. Insomnia

Efek yang hampir pasti dialami oleh mereka yang sering tidur selepas tengah malam adalah insomnia, karena terganggunya ritme sirkadian alami Anda. Tak hanya susah tidur, Anda juga akan mengalami kesulitan untuk bisa tetap tidur dalam jangka waktu yang lama. Bahkan jika Anda mempunyai jadwal yang memungkinkan Anda bangun siang, tubuh Anda tak akan bisa menyesuaikan. Seringkali, suara dan keributan ringan membangunkan Anda lebih cepat dari yang Anda harapkan.

2. Kurangnya fokus dan kecelakaan kerja

Efek dari kurang tidur bisa berakibat pada kurangnya fokus , menurunnya produktivitas, kesalahan, bakan kecelakaan kerja. Dan risiko paling besar adalah penurunan kemampuan mengemudi. Mengemudi saat mengantuk dan kelelahan menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan raya.

3. Menurunnya respon imun

Dalam sebuah eksperimen, peserta yang sehat tidur selama 6 jam per malam. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan TNF-alpha pada lelaki dan IL-6 pada lelaki dan perempuan, yang merupakan tanda adanya sistemik, yang menyebabkan rasa sakit dan nyeri dan dapat menyebabkan osteoporosis atau penyakit autoimun.

4. Risiko kardiovaskular

Kurang tidur juga berhubungan dengan peningkatan penyakit kardiovaskular. Mereka yang tidur kurang dari 7 jam mengalami peningkatan risiko kejadian koroner. Para pekerja shift juga rawan terhadap gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kardiovaskular. Meskipun, peneliti belum menemukan hubungan yang pasti antara risiko kardiovaskular dan kurang tidur.

5. Kanker

Dalam sebuah studi prospektif dari 23.995 wanita Jepang, durasi tidur yang lebih pendek, khususnya enam jam atau kurang per malam, dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terkena kanker payudara bila dibandingkan dengan perempuan yang tidur tujuh jam per malam. Faktor kunci yang menghubungkan kurang tidur dan kanker adalah adanya melatonin, yang disekresikan terutama dari kelenjar pineal.

6. Obesitas

Para ilmuwan berhipotesis bahwa kurang tidur menyebabkan obesitas. Kurang tidur sepertinya mengubah regulasi tubuh Anda terhadap hormone yang mengatur nafsu makan.

 

Sumber: www.medicaldaily.com

read more
Gangguan TidurInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Obat Tidur Apa yang Baik untuk Penderita Insomnia?

obat tidur untuk insomnia

 

Apakah Anda termasuk orang yang susah tidur di malam hari? Atau mungkin suka bangun berulang? Atau kadang juga bangun dengan merasa kelelahan? Mungkin Anda menderita insomnia. Anda bisa mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dari apotek atau berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai pengobatan yang tepat. Dokter mungkin akan memberi resep obat tidur sesuai dengan keadaan Anda.

Namun, sebelum Anda melakukannya, Anda harus menyadari berbagai jenis obat tidur—baik dengan atau tanpa resep dokter—potensi efek samping, masalah keamanan, dan berbagai alternatif yang tersedia.

 

Obat Resep vs Obat Tanpa Resep

Zat yang paling banyak ditemukan di obat tidur tanpa resep adalah diphenhydramine, yang merupakan sebuah antihistamin. Zat ini biasanya memiliki efek relaksasi yang membuat Anda merasa mengantuk, tetapi dapat menyebabkan kepeningan pada hari berikutnya. Beberapa obat bantu tidur tanpa resep juga menyertakan penghilang rasa sakit, yang mungkin tidak dibutuhkan untuk mengobat insomnia.

Meskipun banyak obat di apotek bisa dibeli tanpa resep dan umumnya dianggap aman, Anda harus bertanya pada apoteker tentang adanya efek samping dari obat tersebut atau interaksi obat yang merugikan dengan obat lain yang kita pakai untuk kondisi kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi.

Anda harus mengkonsumsi obat sesuai anjuran, khususnya jika Anda juga tengah mengkonsumsi obat lain yang juga mengandung antihistamin, seperti obat flu atau alergi. Dan yang perlu diperhatikan, antihistamin juga dapat menyebabkan kebingungan pada orang tua. Karena itulah, obat tanpa resep biasanya cocok digunakan untuk kebutuhan darurat dan tidak baik digunakan untuk jangka panjang.

Jika Anda mengalami masalah tidur yang berlangsung beberapa hari, diskusikan dengan dokter Anda karena mungkin saja mengalami masalah kesehatan yang mendasari hal tersebut, seperti gangguan tidur atau depresi. Dokter mungkin akan meresepkan obat tidur, berdasarkan dengan penyebab masalah tidur Anda.

Salah satu zat yang masuk dalam grup sedative-hypnotics adalah benzodiazepine, yang dibagi menjadi benzodiazepin atau nonbenzodiazepines. Zat ini dikembangkan pada tahun 1960 dan bisa menyebabkan kecanduan. Kelas obat tidur baru yang disebut asam gamma-aminobutyric (GAMA) dianggap lebih tidak menimbulkan ketergantungan. Salah satu yang perlu diperhatikan dari benzodiazepine adalah bahwa zat ini bisa mengganggu slow-wave sleep, salah satu jenis deep sleep yang dibutuhkan manusia untuk kembali bugar secara fisik.

Minum obat tidur resep hanya direkomendasikan di bawah pengawasan yang ketat dari dokter Anda. Anda harus mendiskusikan semua risiko dan potensi efek samping dan meminta dokter untuk meninjau petunjuk dosis dengan Anda. Dan ingat, Anda tidak boleh minum obat yang diresepkan untuk orang lain.

 

Risiko dan Efek Samping dari Obat Tidur

Ada sejumlah masalah keamanan mengenai obat tidur resep. Beberapa obat tidur resep dapat menyebabkan reaksi alergi, gangguan pada hari berikutnya, tidur berjalan, dan bahkan tidur saat mengemudi. Dosis yang diberikan pada pasien juga harus sangat diperhatikan.

Dan ketika mengkonsumis obat tidur, sangat diwajibkan bagi Anda untuk:

1. Tidak meminumnya bersamaan dengan konsumsi alkohol
2. Tidak mengkonsumsi lebih dari dosis yang dianjurkan
3. Tidak mengkonsumsinya bersamaan dengan obat penenang lainnya

 

Sumber: www.webmd.com

read more
Gangguan TidurKesehatanKondisi Umum & PenyakitTips

7 Tips untuk Tidur yang Lebih Nyenyak

tidur nyenyak

Tidur yang nyenyak akan membuat Anda terlihat dan merasa sehat. Selain itu, tidur nyenyak juga membantu otak dan tubuh melakukan fungsi penting yang diperlukan untuk kesehatan. Namun, beberapa hal membuat kita tidak bisa tidur nyenyak dan bisa menyebabkan gangguan tidur.

Cobalah untuk melakukan 7 tips berikut ini agar Anda bisa tidur dengan lebih nyenyak.

1. Jauhkan handphone dari tempat tidur

Handphone membuat kita tergoda untuk mengutak-atiknya. Sebaiknya, jauhkan dari tempat tidur Anda. Atau, lebih baik taruh di luar kamar tidur sehingga Anda tidak terdistraksi oleh kehadirannya.

2. Buatlah “jam malam digital” setiap malam

Artinya, jam malam khusus untuk peralatan digital Anda. Jadi, Anda bisa menentukan jam malam yang Anda inginkan dan ketika menyentuh jam itu, semua peralatan digital, baik itu TV, komputer, tablet, atau handphone harus dimatikan. Jika tidak, otak Anda mungkin akan terlalu bersemangat untuk mengatur proses tidur yang sehat.

3. Cobalah tidur sesuai dengan jadwal reguler

Pada akhir pekan, biasanya orang cenderung tidur lebih larut. Hal inilah yang merusak jadwal tidur reguler. Apalagi jika ada film malam atau tayangan sepak bola, dijamin banyak yang memilih bergadang hingga pagi. Sebaiknya, pelan-pelan ubah kebiasaan buruk ini.

4. Ciptakan lingkungan tempat tidur yang menarik

Siapkan tempat tidur Anda di pagi hari, belilah beberapa linen yang nyaman, dan usahakan tidak ada sumber kebisingan di dalam kamar. Tambahkan sejumput aroma favorit (entah itu dengan aroma ruangan yang ditempel di dinding, bunga segar, atau semprotan baju). Cara ini akan membuat tidur Anda terasa lebih segar dan santai. Hindari menggunakan kamar tidur Anda untuk bekerja.

5. Hindari minuman yang mengandung kafein atau alkohol di akhir sore hari dan malam hari

Nah, hal ini sudah jelas. Kafein dan alkohol akan membuat tidur Anda terganggu. Selain itu, alkohol juga sangat tak sehat untuk dikonsumsi jadi harus dihindari. Sementara untuk kafein, konsumsi di waktu yang lain masih bisa dilakukan.

6. Kembangkan ritual tidur pribadi ala Anda

Ciptakan ritual pribadi sebelum tidur. Entah itu mandi air hangat, mendengarkan musik mellow, membaca buku atau majalah favorit, atau yang lainnya. Cara ini akan mempersiapkan Anda menuju fase tidur.

7. Sebelum Anda mulai ritual tidur Anda, buatlah jadwal kegiatan untuk esok hari

Jika ada sesuatu yang mengganggu Anda, cantumkan dalam daftar pekerjaan esok hari. Hal ini akan membantu Anda merasa telah “mengakhiri” hari Anda sehingga Anda tidak akan kepikiran dengan pekerjaan yang masih menumpuk. Pada akhirnya, Anda bisa tidur lebih nyenyak.

 

Sumber: www.grmedcenter.com

read more
Gangguan TidurInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Insomnia: Jenis, Penyebab, dan Gejalanya

insomnia

Apa Itu Insomnia?

Insomnia merupakan salah satu jenis gangguan tidur berupa kesulitan untuk tertidur atau tetap tertidur. Biasanya gejalanya meliputi susah tidur, sering terbangun di malam hari dan sulit untuk bisa tidur lagi, bangun terlalu pagi di pagi hari, dan merasa kelelahan pada saat bangun.

 

Jenis-Jenis Insomnia

1. Insomnia Primer

Insomnia primer adalah gangguan tidur yang tidak berhubungan dengan kondisi atau masalah kesehatan lainnya.

2. Insomnia Sekunder

Insomnia sekunder adalah gangguan tidur yang berhubungan dengan kondisi kesehatan lainnya (misalnya asma, depresi, mulas, kanker dan arthritis), rasa nyeri, obat yang dikonsumsi, atau zat lain yang digunakan (misalnya alkohol).

 

Insomnia Akut vs Kronis

Lamanya dan seberapa seringnya insomnia berlangsung bisa bervariasi. Insomnia bisa terjadi pada jangka pendek (insomnia akut) atau jangka panjang (insomnia kronis). Bisa juga insomnia datang dan pergi, dengan periode dimana penderita tidak mengalami gangguan tidur. Insomnia akut bisa berlangsung dari satu malam hingga beberapa minggu. Insomnia sudah masuk tahap kronis jika si penderita mengalami insomnia selama 3 malam dalam seminggu selama satu bulan atau lebih.

 

Penyebab Insomnia

Penyebab insomnia akut meliputi:

– Stres yang signifikan (kehilangan pekerjaan atau perubahan, kematian orang yang dicintai, perceraian, pindah rumah)
– Ketidaknyamanan emosional atau fisik
– Faktor-faktor lingkungan seperti kebisingan, cahaya, atau suhu ekstrim (panas atau dingin) yang mengganggu tidur
– Beberapa obat (misalnya yang digunakan untuk mengobati pilek, alergi, depresi, tekanan darah tinggi, dan asma) dapat mengganggu tidur
– Gangguan pada jadwal tidur normal (jet lag atau beralih dari shift siang ke shift malam, misalnya)

Penyebab insomnia kronis meliputi:

– Depresi dan kecemasan
– Stres kronis
– Rasa sakit atau ketidaknyamanan di malam hari

 

Gejala Insomnia

Gejala insomnia meliputi:

– Kelelahan
– Kantuk di siang hari
– Sifat lekas marah
– Masalah dengan konsentrasi atau memori

Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai macam-macam gangguan tidur, klik di sini.

 

Sumber: www.webmd.com

read more
Gangguan TidurInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Apakah Anda Mengalami Gangguan Tidur?

gangguan tidur

Beberapa masalah yang Anda hadapi, seperti ekonomi dan keluarga, bisa menyebabkan kurang tidur. Jika Anda harus berjuang keras untuk bisa tidur, mungkin Anda mengalami gangguan tidur. Artikel berikut ini akan menjelaskan singkat mengenai 5 gangguan tidur yang paling umum terjadi.

 

1. Insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur yang paling sering terjadi. Pada penderita insomnia, mereka tidak mendapatkan tidur yang cukup. Biasanya insomnia bisa juga merupakan gejala dari masalah lain, antara lain gangguan kesehatan mental seperti depresi atau kecemasan, kondisi fisik, atau bisa jadi akibat gaya hidup yang meliputi terlalu banya mengkonsumsi alkohol atau kopi.

Gejala yang harus diwaspadai termasuk sulit tidur, bangun sepanjang malam, mengalami tidur yang sangat singkat, dan merasa lelah dan mengantuk sepanjang hari. Kebanyakan memilih mengkonsumsi obat tidur yang sebenarnya tidak menyelesaikan masalah.

2. Apnea

Apnea sering ditandai dengan berhentinya nafas sementara karena penyumbatan saluran napas atas. Biasanya penderita apnea sering bangun di malam hari. Apnea bisa jadi masalah serius dan mengancam jiwa. Sangat sulit untuk mendeteksi gejala, karena gejala baru muncul ketika Anda tidur, berupa mendengkur yang kronis, jeda pada pernafasan, mulut kering, dan sakit dada.

Hal yang perlu dilakukan antara lain perubahan gaya hidup meliputi penurunan berat badan dan tidur pada salah satu sisi tubuh.

3. Narkolepsi

Narkolepsi ditandai dengan kantuk yang berlebihan di siang hari. Penderitanya bisa mengalami “serangan tidur” sepanjang hari, yang terjadi akibat disfungsi dari mekanisme otak untuk mengendalikan bangun dan tidur.

Selain tertidur sepanjang hari tanpa kontrol, gejala narkolepsi juga termasuk mengalami mimpi yang intens, mengalami halusinasi antara bangun dan tidur, atau merasa tidak bisa bergerak sebelum jatuh tertidur atau ketika akan bangun.

4. Restless legs syndrome (RLS)

Restless legs syndrome atau sindrom kaki gelisah menunjukkan adanya ketidaknyamanan dan kegelisahan di kaki, dan kadang lengan, selama tidur, dan hanya bisa disembuhkan dengan bergerak. Gejalanya termasuk rasa geli atau tidak nyaman di kaki, seperti kram. Gejala RLS bisa diredakan dengan pengurangan kafein, alkohol, dan peningkatan latihan fisik.

5. Mimpi buruk dan teror tidur

Mimpi buruk dan teror tidur paling sering terjadi pada anak-anak, dan bisa jadi sangat mengerikan. Mimpi buruk biasanya tampak nyata dan akan terus teringat. Sementara ketika mengalami teror tidur, anak-anak, atau kadang-kadang orang dewasa, sering akan berteriak keras dan tidak akan mengingat apa yang telah terjadi.

Tips terbaik bagi para penderita adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis, rujukan, dan bantuan yang tepat untuk membantu Anda merasa lebih baik dan mendapatkan kualitas tidur yang Anda butuhkan. Jika ini terjadi pada anak Anda, Anda bisa melakukan tips berikut.

 

Sumber: mentalhealth.about.com

read more
Gangguan TidurInfoKesehatanKondisi Umum & Penyakit

Mendengkur: Penyebab dan Gejala

mendengkur

Beberapa orang mendengkur saat tidur. Penyebab mendengkur sangatlah beragam. Dan tak bisa dipungkiri, hal ini bisa sangat menganggu. Ada pula kemungkinan mendengkur adalah gejala apnea, yaitu berhentinya pernafasan sementara selama tidur.

Berikut ini akan dijabarkan mengenai penyebab dan gejala mendengkur.

 

Apa Saja Penyebab Mendengkur?

Berikut ini adalah beberapa penyebab orang mengeluarkan dengkuran pada saat tidur:

1. Kegemukan, Kehamilan, dan Faktor Genetik

Jaringan ekstra di tenggorokan bisa bergetar saat Anda menghirup udara dalam tidur Anda, yang kemudian menyebabkan Anda mendengkur. Jaringan tenggorokan biasanya membesa pada orang yang kelebihan berat badan, obesitas atau hamil. Faktor genetik yang dapat menyebabkan mendengkur termasuk tambahan jaringan tenggorokan serta amandel yang membesar, kelenjar gondok besar, langit-langit lunak (soft palate) yang panjang atau uvula yang panjang.

2. Alergi, Hidung Tersumbat, dan Struktur Nasal Tertentu

Apa pun yang mencegah Anda dari bernapas melalui hidung dapat menyebabkan Anda mendengkur. Hal ini dapat mencakup hidung tersumba karena pilek atau flu, alergi atau kelainan bentuk hidung seperti septum yang menyimpang.

3. Konsumsi alkohol, merokok, penuaan, dan beberapa obat-obatan termasuk relaksan (pengendur) otot

Anda mungkin mendengkur ketika oto tenggorokan atau lidah Anda kendur. Zat yang dapat mengendurkan otot ini dapat menyebabkan Anda mendengkur. Hal tersebut meliputi alkohol, relaksan otot, dan obat lainnya. Merokok dalam jangka panjang serta penuaan juga bisa menjadi penyebab mendengkur karena keduanya menyebabkan kendurnya otot lidah dan tenggorokan.

 

Gejala Mendengkur dan Apnea

Gejala utama dari mendengkur sangatlah jelas, yaitu suara serak, kasar, atau keras yang Anda buat ketika Anda tidur. Gejala lain mungkin termasuk bangun dengan sakit tenggorokan atau mulut kering.

Anda mungkin mengalami apnea jika terjadi gejala-gejala berikut:

– Mengantuk berlebihan di siang hari

– Tersedak atau terengah-engah saat Anda tidur

– Jeda dalam bernapas

– Sakit kepala di pagi hari

– Kesulitan berkonsentrasi

– Murung, lekas marah atau depresi

– Sering buang air kecil pada malam hari

(Untuk menghentikan dengkuran Anda, Anda bisa baca tips di sini).

 

Sumber: www.sleepeducation.com

read more
1 2
Page 1 of 2