close

Strategi Bisnis

BisnisStrategi BisnisTips

Cara Menamai Bisnis Anda dengan Tepat

cara menamai bisnis

Apa arti sebuah nama? Nama sangat berarti, khususnya jika dikaitkan dengan kesuksesan suatu bisnis kecil. Nama yang tepat dapat membuat perusahaan Anda menjadi pembicaraan. Nama yang salah bisa berujung pada ketidakjelasan dan kegagalan. Idealnya, nama Anda harus menyampaikan keahlian, nilai dan keunikan dari produk atau layanan yang Anda kembangkan.

Berikut ini adalah tips menamai bisnis Anda agar bisnis bisa semakin sukses.

1. Pikirkan nama yang Anda inginkan

Mulailah dengan memutuskan apa yang ingin dikomunikasikan melalui nama tersebut. Nama ini harus memperkuat elemen kunci dari bisnis Anda. Anda bisa mengembangkan niche dan pernyataan misi yang akan membantu Anda menentukan unsur-unsur yang ingin Anda tekankan dalam nama bisnis Anda.

Semakin baik nama berkomunikasi dengan konsumen, semakin sedikit usaha yang harus anda kerahkan untuk menjelaskannya. Menurut ahli, pengusaha harus memberikan prioritas kepada kata-kata nyata atau kombinasi dari kata-kata nyata yang lebih daripada kata-kata buatan. Orang lebih suka dengan kata yang berhubungan dan mudah dipahami. Itu sebabnya deretan angka dan inisial dianggap buruk untuk dijadikan nama.

Nama yang deskriptif adalah nama yang menjelaskan sesuatu yang konkret tentang bisnis tersebut—apa yang dilakukan, dimana letaknya, dll. Nama yang sugestif sifatnya lebih abstrak dan fokus pada mengenai apa bisnis tersebut.

2. Anda harus kreatif

Pada saat hampir setiap kata yang ada dalam bahasa telah dijadikan merek dagang, Anda bisa memilih untuk coining (menciptakan kata baru). Beberapa contoh adalah Acura dan Compaq, yang dikembangkan oleh perusahaan NameLab. Nama yang diciptakan bisa lebih berarti daripada kata-kata yang ada.

Namun, kata-kata yang dibuat-buat bukan merupakan solusi yang tepat untuk setiap situasi. Kata-kata baru yang kompleks dapat menciptakan persepsi bahwa produk, layanan atau perusahaan tersebut kompleks, padahal mungkin tidak demikian adanya. Dan untuk pemula, penciptaan nama baru ini mungkin berada di luar kapasitas mereka.

Solusi yang lebih mudah adalah dengan menggunakan bentuk-bentuk atau ejaan baru dari kata-kata yang ada. Misalnya, Compaq, yang merupakan pelesetan dari ‘compact’.

3. Uji nama Anda

Setelah Anda mempersempit pilihan hingga empat atau lima nama yang mudah diingat dan ekspresif, Anda siap untuk melakukan pencarian merek dagang. Tidak setiap nama bisnis perlu merek dagang, asalkan pemerintah memberikan lampu hijau dan Anda tidak melanggar nama dagang orang lain. Tapi Anda harus mempertimbangkan untuk menyewa seorang pengacara merek dagang atau setidaknya perusahaan pencari nama dagang untuk memastikan nama baru Anda tidak melanggar merek dagang bisnis orang lain.

Untuk menggambarkan risiko jika Anda menginjak merek dagang yang ada, pertimbangkan ini: Anda memiliki bisnis manufaktur baru yang akan mengirim pesanan pertama ketika sebuah perusahaan tidak jelas di suatu negara atau daerah menganggap nama bisnis Anda melanggar merek dagang mereka. Ini bisa membahayakan bisnis Anda.

4. Analisis akhir

Jika Anda beruntung, Anda bisa memiliki 3-5 nama yang lulus tes. Sekarang, bagaimana caranya membuat keputusan akhir Anda?

Ingat semua kriteria awal Anda. Nama yang mana yang paling sesuai dengan tujuan Anda? Nama yang mana yang bisa menggambarkan perusahaan Anda dengan sangat akurat?

Beberapa pengusaha sampai pada nama akhir setelah melakukan riset konsumen atau pengujian dengan kelompok fokus untuk melihat bagaimana nama-nama tersebut dipersepsikan. Anda dapat membaca nama tersebut dengan keras, dan melihat bagaimana rasanya. Gunakan salah satu cara tersebut atau cara lain yang menurut Anda paling tepat.

Jika Anda merasa membutuhkan bantuan profesional, pastikan untuk mencari perusahaan yang tepat bagi Anda (mungkin bisa dilihat dari nama perusahaan tersebut, menarik atau tidak).

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisStrategi BisnisTips

4 Langkah Menulis Press Release yang Baik

menulis press release

Mendistribusikan press release secara online adalah cara terbaik untuk menyebarkan informasi berharga kepada khalayak yang besar. Contoh kapan suatu press release didistribusikan adalah ketika bisnis Anda:

– Mengumumkan kemitraan bisnis baru
– Menawarkan layanan atau produk baru
– Menyampaikan informasi positif tentang merek untuk meningkatkan citra merek dan visibilitas, seperti kisah sukses pelanggan
– Terlibat dalam acara khusus, mungkin tentang grand opening atau tradeshow

Perlu diingat bahwa press release hanya boleh didistribusikan ketika bisnis Anda memiliki informasi berita yang relevan dan menarik untuk target audiens—entah itu kontak pers lokal, spesialis industri atau konsumen secara keseluruhan—tidak hanya untuk tujuan iklan.

Berikut ini adalah tips menulis press release yang bagus.

1. Headline yang menarik perhatian

Dengan begitu banyak sumber informasi yang tersedia, tantangan pertama adalah bagaimana Anda bisa tampil menonjol dari ketatnya kompetisi dan memenangkan perhatian pembaca. Dalam beberapa kata, jelaskan topik yang akan Anda bahas dan manfaatnya bagi pembaca. Sertakan ‘teaser’ untuk mebangkitkan rasa ingin tahu dan memotivasi pembaca untuk mengetahui lebih lanjut.

2. Isi yang pendek dan ringkas

Menurut National Center for Biotechnology Information, perhatian rata-rata manusia adalah 8 detik. Untuk membantu memastikan bahwa pesan Anda diserap oleh pembaca, buatlah press release yang ringkas dan to the point. Anda juga bisa merangkum semua poin yang bersangkutan dalam beberapa kalimat pertama. Detail yang lebih jelas bisa disertakan pada paragraph selanjutnya dari press release tersebut.

3. Kutipan yang persuasif atau mendorong

Untuk membuat press release menjadi lebih berkepribadian dan kuat, tambahkan kutipan. Jenis kutipan yang dipilih tergantung pada hasil yang diinginkan dari press release tersebut. Bisnis Anda bisa menggabungkan sebuah kutipan dari juru bicara dari merek atau brand Anda untuk meningkatkan pentingnya berita atau menyertakan testimonial dari pelanggan untuk melegitimasi klaim perusahaan.

4. Sumber daya yang menguntungkan

Sediakan outlet yang menyediakan informasi tambahan bagi pembaca dan dorong mereka untuk belajar lebih banyak. Sertakan link dari website bisnis Anda dan website-website lain yang menawarkan konten yang bermanfaat mengenai topik yang Anda bahas. Selain itu, sertakan juga informasi mengenai tentang dasar-dasar perusahaan Anda serta informasi kontak perusahaan Anda.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisStrategi BisnisTips

5 Cara Membuat Brand yang Menarik dan Mudah Diingat

membuat brand

Jika Anda ingin perusahaan bisa bersaing di dunia digital yang ketat persaingannya, brand Anda harus dibuat seluar biasa mungkin. Untuk meningkatkan brand awareness dari pelanggan atau calon pelanggan, Anda harus tahu cara membuat brand yang menarik dan mudah diingat. Berikut ini adalah tips dan langkah yang bisa Anda jelaskan.

1. Mulailah dengan rasa humor

Jangan takut untuk menggunakan humor dalam mempromosikan brand Anda. Bersenang-senanglah dengan fans Anda, misalnya dengan menceritakan kisah lucu. Anda juga bisa membuat iklan yang lucu, seperti Super Bowl. Anda bisa menggunakan guyonan, tapi ingat, sesuaikan guyonan dengan standar brand Anda.

2. Gunakan bahasa sehari-hari

Tidak ada yang bisa membunuh minat pelanggan pada brand Anda lebih cepat daripada jargon atau rincian yang terlalu rumit. Konsumen tidak ingin mendengarkan gaya bicara bisnis dan bahasa yang spesifik tentang industri. Kata-kata seperti ‘nilai tambah’, ‘praktek terbaik’ dan ‘sinergis’ akan mengganggu konsumen dan membuat mereka menjauh. Berbicaralah dengan pelanggan Anda seperti ketika Anda berbicara dengan teman.

3. Gabungkan pengalaman offline dengan pengalaman online

Membaurkan pengalaman offline dan online adalah cara terbaik untuk mengembangkan bisnis. Anda harus bisa membuat rencana strategi menciptakan sebuah pengalaman offline yang mencerminkan pengalaman online bisnis Anda.

Misalnya, jika Anda mempunyai café, Anda bisa mengintegrasikannya dengan media sosial. Misalnya, Anda meminta pelanggan untuk berfoto dan mengupload di media sosial mereka seperti Pinterest atau Instagram. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan hastag atau keyword populer mengenai barang-barang yang banyak dicari di sosial media untuk kemudian menjualnya di toko fisik Anda.

4. Jangan takut melakukan kesalahan

Jika startup Anda membuat kesalahan, cobalah ntuk memperbaiki. Dan bersikaplah transparan terhadap pelanggan mengenai perbaikan yang Anda lakukan. Misalnya, pada tahun 1985, Coca Cola mengubuh formula dasar produknya tanpa melakukan riset pasar terlebih dahulu. Coca-Cola menerima lebih dari 40.000 surat pengaduan dan banyak bahasan negatif di media. Perusahaan menanggapi dengan kembali ke rasa asli, yang bernama Coca-Cola Classic. Setelah itu, penjualan pun kembali melonjak.

5. Buatlah brand yang sifatnya personal

Siapa yang menulis blog, memposting di Facebook, atau mengambil foto Instagram atau Pinterest Anda? Teknologi telah membuat proses belanja lebih nyaman, tetapi mengotomatisasi proses juga dapat membuatnya terasa tidak manusiawi. Dengan menyuruh orang-orang, seperti karyawan Anda, untuk mengerjakan semuanya, semuanya bisa lebih personal, apalagi jika Anda melibatkan pelanggan di dalamnya. Pastikan informasi pribadi Anda dan perusahaan bisa mudah diakses sehingga tercipta hubungan yang lebih personal antara Anda, produk Anda, dan pelanggan.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisInfoStrategi Bisnis

5 Kesalahan yang Dilakukan Pemilik Bisnis dalam Menggunakan Instagram

kesalahan penggunaan instagram untuk bisnis

Sejak diperkenalkan pada tahun 2010, Instagram telah memberikan kesempatan pada merek suatu produk untuk terlibat dengan audiens mereka dan menceritakan kisah mereka melalui kekuatan visual. Aplikasi milik Facebook ini adalah salah satu jaringan sosial dengan pertumbuhan tercepat pada tahun 2014, dan sekarang memiliki lebih dari 300 juta akun di seluruh dunia.

Beberapa produk dan bisnis memang telah menggunakan Instagram untuk branding. Namun, sayanganya, para pemilik bisnis atau entrepreneur masih sering melakukan kesalahan dalam penggunaan instagram untuk branding, seperti di bawah ini.

1. Tidak memiliki cukup strategi berbasis tujuan

Instagram merupakan sarana bagi pemilik usaha untuk menceritakan kisah merek mereka melalui foto-foto dan klip video. Jaringan ini sangat ideal untuk menampilkan produk yang digunakan dalam situasi kehidupan nyata, yang menunjukkan kemajuan sesuatu melalui foto dari waktu ke waktu (seperti pembangunan kendaraan, pembuatan rekor baru, menunjukkan ruang kantor baru dari yang kosong ke yang fungsional, atau resep dan foto hasil akhir kue yang lezat), atau bahkan menjawab pertanyaan yang sering diajukan melalui klip video pendek.

Tak peduli Anda ingin menggunakan Instagram untuk meningkatkan kesadaran merek, memamerkan lini produk baru, atau menambahkan unsur manusia untuk merek Anda, setiap bagian dari konten yang Anda publikasikan di platform harus menambahkan nilai dan membantu Anda mencapai tujuan. Dan untuk itu, strategi dibutuhkan, bukan hanya asal posting.

2. Mereka tidak fokus pada kualitas

Kualitas posting Instagram Anda akan menentukan apakah Anda akan diingat atau dilupakan begitu saja. Pengguna biasanya menelusuri satu kolom foto, melirik dengan cepat, tidak membaca caption, hanya melambat dan berhenti ketika ada sesuatu yang menarik mata mereka. Kali lain mereka menjelajahi konten melalui hashtags, menggulir ke bawah sampai menemukan foto atau klip yang menarik.

Semakin Anda menekankan kualitas pada konten Anda, pengguna akan semakin melambat dan berhenti pada konten Anda. Dibandingkan dengan jaringan sosial lainnya, posting di Instagram memiliki masa hidup lebih tinggi. Manfaatkan ini sebaik-baiknya dengan membuat konten berkualitas.

3. Mereka tidak memposting cukup banyak

 

Menurut sebuah studi oleh Union Metrics, posting merek di Instagram rata-rata 1,5 kali per hari. Dalam studi yang sama, merek-merek tertentu, mem-posting setiap jam sepanjang hari dan mendapat engagement rates di atas rata-rata. Sebagai bagian dari strategi Instagram Anda, frekuensi posting harus direncanakan dengan baik.

4. Mereka menyalahgunakan hastag

Sangat mudah menyalahgunakan hastag, baik Anda memakai terlalu sedikit hastag, hastag yang tidak relevan, tidak memakai hastag sama sekali, dll. Mirip dengan jaringan sosial lainnya, hashtags memainkan peran penting dalam proses penemuan di Instagram. Merek yang kurang dikenal atau merek dengan jumlah follower yang rendah dapat memanfaatkan hashtag populer tetapi relevan untuk membangun momentum dan meningkatkan eksposur konten mereka.

Selain penemuan, hashtags dapat membantu membangun kesadaran merek. Anda bisa mencoba membuat hastag sendiri dan mempromosikannya sebagai bagian dari strategi yang lebih mendalam. Berdasarkan studi QuickSprout, 11 atau lebih hashtags menerima hampir 80% interaksi, dibandingkan dengan hanya 22% ketika menggunakan 10 dan 41% bila menggunakan dua hastag.

5. Mereka membeli follower

Suka atau tidak, membeli dan menjual follower Instagram adalah bisnis besar. Jika Anda tidak ingin menghabiskan waktu membangun merek secara alami, Instagram bukanlah pilihan untuk Anda. Ingatlah, Instagram semakin memperbaiki diri untuk mengusir para akun palsu dan spammer.

 

Sumber: blog.hubspot.com

read more
BeritaBisnisStrategi Bisnis

Richard Branson: Mengapa Anda Tak Butuh Investor

richard branson

Sebagai seorang entrepreneur, Anda mungkin berpikir bahwa mendapatkan investor adalah segala-galanya. Namun, sebenarnya, crowdfunding dan pinjaman bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk para entrepreneur, khususnya start-up baru karena Anda bisa bereksperimen dan tumbuh dengan bisnis Anda. Hal inilah yang diungkapkan oleh Richard Branson baru-baru ini posting blognya.

Mendapatkan investasi untuk ide bisnis Anda bisa sangat sulit, bahkan Richard Branson telah mengalami itu. Dia memulai majalah Student pada usia 16, jadi dia paham rasanya seperti apa ditolak oleh investor berkali-kali hanya karena Anda kurang pengalaman. Dan dalam perjalanan bisnis Anda, menurut Richard, Anda akan bertemu dengan orang-orang yang berpikir bahwa mereka lebih tahu daripada Anda mengenai cara menjalankan ide bisnis Anda. Dan kadang memang mereka benar, tapi itu bukan intinya.

Branson mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk membuktikan kepada investor skeptis bahwa Anda memiliki semua yang dibutuhkan adalah segera memulai bisnis Anda. Dengan cara itu, Anda bisa membuktikan bahwa ide Anda benar-benar bisa bekerja.

Richard juga menambahkan bahwa keyakinan bahwa Anda memerlukan investasi yang cukup besar ketika Anda memulai bisnis hanyalah sebuah mitos. Faktanya, hanya sebagian kecil dari bisnis yang dibiayai dengan cara ini.

Richard memulai Student dengan hanya £ 300, yang didapat setelah ibunya menjual sebuah kalung yang ditemukannya di jalan. Richard menggunakan uang itu untuk mewawancarai orang-orang berpengaruh dan meyakinkan perusahaan untuk membeli iklan di majalah.

Namun, untuk masa sekarang, crowdfunding dan kekuatan media sosial telah membuat peluncuran bisnis lebih mudah bagi para pengusaha baru.

Branson juga mengatakan bahwa walaupun Anda bahwa mendapatkan persetujuan, prestise, dan uang tunai dari investor sangat penting untuk bisnis Anda, hal ini sebenarnya malah bisa menghambat usaha Anda. Memiliki fleksibilitas untuk berubah dan tumbuh sangat penting untuk start-up, terutama jika Anda baru mulai berbisnis.

Alasan menjadi pengusaha mungkin berbeda-beda, tapi salah satunya adalah ingin menjadi bos untuk diri sendiri. Dengan menggunakan bantuan investor, Anda akan kehilangan kendali itu. Anda mungkin tak akan bisa membangun bisnis sesuai mimpi Anda. Untuk itu, bangunlah mimpi Anda tanpa investor, dan carilah investasi nanti setelah ide Anda terbukti sukses.

 

Sumber: www.virgin.com

read more
BisnisStrategi BisnisTips

5 Cara Mensurvei Karyawan mengenai Budaya Perusahaan

survey karyawan

Entah berisi nilai-nilai, kebiasaan atau tradisi, budaya perusahaan Anda adalah seperangkat aspirasi kolektif yang akan menentukan bagaimana bisnis Anda tumbuh. Budaya bisnis yang sehat dapat menginspirasi orang untuk menavigasi masa sulit dan menghasilkan sesuatu melebihi bayaran mereka.

Meskipun Anda mungkin telah mengorganisasi budaya perusahaan Anda sebagai pemilik bisnis, karyawan Anda adalah orang-orang yang mengalami budaya ini setiap hari. Mereka adalah sumber daya terbaik untuk menentukan apakah budaya perusahaan Anda bisa bekerja untuk membuat bisnis Anda menjadi lebih kuat. Berikut adalah lima cara untuk survei karyawan Anda tentang budaya perusahaan—dan alasan mengapa melakukannya adalah sangat penting.

1. Cari tahu konsekuensi yang sebenarnya dari nilai-nilai

Dasar dari banyak budaya perusahaan adalah seperangkat nilai-nilai inti. Sebagai pemimpin tim dan pengusaha, penting untuk memahami apakah nilai-nilai tersebut menumbuhkan kebiasaan positif karyawan atau menghasilkan efek samping yang tidak diinginkan. Juga, jika nilai-nilai tersebut tidak berdampak pada perilaku sama sekali, mengapa menginvestasikan energi untuk mempromosikannya? Mencetak pengalaman karyawan hampir sama seperti mencetak pengalaman pelanggan. Untuk meningkatkannya, Anda memerlukan sumber langsung dari umpan balik.

2. Cari tahu norma-norma apa yang membatasi produktivitas

Produktivitas karyawan secara langsung tergantung pada kualitas budaya perusahaan. Norma-norma budaya seperti jam kerja, protokol pasca-pertemuan atau metode persetujuan fungsi-fungsi yang tidak langsung berbuhungan dengan manajemen atas. Bahkan karyawan yang paling potensial pun dapat merasa terhalang oleh norma-norma budaya tertentu. Pastikan Anda mengidentifikasi norma-norma budaya yang mungkin menghambat dan perbaikilah norma-norma tersebut untuk mendorong produktivitas karyawan.

3. Pelajari tentang lingkungan kerja Anda

Lingkungan kerja adalah salah satu fungsi dari budaya perusahaan dan orang-orang yang mengelolanya. Mungkin sulit bagi Anda untuk bisa merasakan lingkungan kerja Anda secara langsung karena karyawan memiliki kecenderungan untuk mengubah perilaku mereka di sekitar bos. Pergeseran perilaku ini bisa mempersulit Anda untuk mengidentifikasi apakah interaksi sehari-hari antar karyawan memotivasi mereka atau justru menimbulkan stres. Memungkinkan karyawan untuk secara anonim menilai lingkungan kerja mereka akan memberi Anda representasi paling otentik dari tempat kerja dan masing-masing faktor yang mempengaruhi kepuasan lingkungan kerja dari para karyawan.

4. Nilai kesesuaian karyawan dengan budaya perusahaan

Tanyakan 100 karyawan tentang budaya kerja, dan yakinlah Anda akan menerima 100 jawaban yang berbeda. Pemilik bisnis harus menggunakan umpan balik ini bukan hanya untuk memeriksa budaya kerja, tetapi juga untuk mengevaluasi kompatibilitas setiap karyawan dengan budaya itu. Seorang karyawan mungkin memiliki bakat cemerlang dan melebihi harapan pada setiap tugas mereka. Namun, jika mereka tidak sesuai dengan budaya perusahaan, kehadiran dan kehadiran mereka dapat mencapai efek yang menghilangkan keuntungan bersih setiap perusahaan. Gunakan jawaban karyawan Anda untuk menilai pertumbuhan bersama di lingkungan kerja perusahaan Anda, dan bagaimana pandangan mereka tentang pengaruh budaya perusahaan terhadap pertumbuhan orang di sekitar mereka.

5. Bangunlah visi yang lebih baik

Budaya bisnis yang sukses tidak hanya dibangun dari atas ke bawah tetapi juga dari bawah ke atas. Anda harus terus mengulangi nilai-nilai kerja Anda, tetapi seperti halnya membangun perusahaan, Anda tidak bisa membangun budaya sendiri. Periksa tanggapan karyawan Anda dan cari tren dalam jawaban mereka. Cari tahu apa yang penting bagi karyawan Anda dan fungsi apa yang mereka butuhkan untuk berhasil. Dengan demikian visi yang baru dan lebih baik akan terbangun dengan sendirinya.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisInfoStrategi Bisnis

7 Cara Marketing untuk Bisnis Online Anda

marketing bisnis online

Apakah Anda memiliki bisnis online? Pastikan Anda menghindari semua kesalahan dalam berbisnis online dan baca artikel ini di bawah ini agar Anda mengerti mengenai cara-cara marketing untuk bisnis online Anda.

1. Iklan

Iklan mungkin merupakan salah satu cara marketing paling tradisional. Iklan online sangat terukur, bisa dilacak, dan bisa disesuaikan sehingga Anda bisa melakukan perubahan pada iklan secara terus menerus untuk memanfaatkannya dengan seefektif mungkin. Iklan pencarian berbayar, seperti Google AdWords, Yahoo, dan Bing bisa menempatkan iklan Anda pada halaman hasil mesin pencari ketika seseorang mengetik kata kunci tertentu. Beberapa sosial media seperti Facebook, Twitter, dan YouTube menawarkan iklan di platform media sosial mereka. Anda juga bisa mengontak situs atau blog manapun jika Anda ingin beriklan di mereka.

2. Listing lokal

Direktori online dan situs pencarian lokal setara dengan Yellow Pages modern. Listing di salah satu situs ini akan membantu pelanggan di daerah Anda menemukan Anda karena jenis iklan ini lebih tertarget. Cara lain adalah dengan memanfaatkan situs ulasan pelanggan, seperti Yelp, Foursquare dan Angie’s List. Namun, ini akan sangat bermanfaat jika Anda telah banyak diulas dan memiliki peringkat yang bagus. Jika ulasan masih sedikit, peringkat Anda akan sangat buruk.

3. Blog

Jika Anda memiliki ketrampilan dengan kata-kata dan disiplin untuk posting secara teratur, sebuah blog bisa menjadi alat pemasaran dan penjualan yang sangat efektif. Penjualan langsung bukanlah keahlian semua orang dan blog bisa menjadi cara yang tepat untuk menarik pelanggan. Blog juga merupakan salah satu teknik yang paling berharga untuk menghubungkan Anda dengan pelanggan dan memberikan suara pribadi untuk merek Anda.

4. Email list

Daftar email Anda adalah instrumen pemasaran tidak langsung lainnya yang mempunyai kekuatan marketing yang bagus. Jika Anda tidak memiliki email list, buatlah sign-up di situs Anda. Anda bisa menggunakan template atau jasa pihak ketiga. Ketika orang subscribe, Anda akan membangun database yang sangat berharga dari pelanggan yang tertarik.

5. Program afiliasi

Dalam program pemasaran afiliasi, perusahaan afiliasi tersebut memasang link di situs mereka sendiri yang mengarahkan lalu lintas ke situs merchant. Program afiliasi umumnya menggunakan satu dari 3 cara pembayaran: pay-per-sale, jika pengunjung melakukan pembelian di situs merchant; pay-per-click (yang sangat cocok untuk situs konten), setiap kali seseorang mengunjungi situs merchant dengan mengklik link afiliasi; dan pay-per-lead, jika pengunjung mengisi formulir pendaftaran email di situs merchant.

6. Marketing offline

Ketika Anda memiliki bisnis online, cara marketingnya tidak harus selalu online. Anda bisa melakukan interaksi tatap muka dengan orang di sekitar Anda yang memungkinkan mereka menjadi pelanggan potensial Anda. Kuncinya adalah dengan mengubah koneksi ini ke dalam formulir online. Jika Anda menjual barang-barang Anda di sebuah bazar di lingkungan Anda misalnya, pastikan Anda memberi keleluasaan pada pelanggan untuk mengisi formulir email di booth Anda. Kumpulkan kartu nama di sebuah acara networking, dan pastikan untuk menambahkan nama-nama ke daftar email Anda dan mulai mengikuti semua orang di media sosial. Kemudian Anda dapat mencoba untuk membuat teman-teman baru menjadi pelanggan setia.

7. Video

Banyak orang yang tidak tertarik dengan software untuk membuat video. Tapi jika Anda menjual atau membuat mainan dan dapat membuat video close-up ekstrim dari anak-anak yang sedang bermain mainan buatan Anda, Anda sudah berhasil melakukan marketing yang luar biasa dengan menguploadnya di YouTube. Jadi keluarkan kamera Anda dan buatlah video. Buatlah channel YouTub, promosikan di situs dan blog Anda, buatlah orang untuk bisa me-link ke video tersebut, iklankan di media sosial Anda, dan marketing Anda pasti akan semakin sukses.

 

Sumber: money.howstuffworks.com

read more
BisnisInfoStrategi Bisnis

5 Kesalahan dalam Bisnis Online yang Mungkin Anda Lakukan

kesalahan bisnis online

Bisnis online semakin digemari sekarang karena memang lebih mudah untuk dijalankan lantaran tak diperlukan menyewa tempat atau karyawan (yang terlalu banyak jumlahnya). Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang mungkin Anda lakukan bila memiliki bisnis online.

1. Tidak memiliki website yang solid

Jika Anda menjalankan bisnis online, Anda pasti memiliki website. Itu adalah wajah Anda dan karenanya website harus fungsional. Hindari website yang memiliki broken link, desain yang jadul, shopping cart yang tidak berfungsi, dan masih banyak lagi. Nama domain juga harus mudah dimengerti. Jika terlalu rumit, konsumen pun akan sulit mengingatnya. Sewalah desainer grafis yang profesional untuk mengerjakannya untuk kesan lebih profesional.

Selain tampilan dan fungsi dari situs Anda, keamanan adalah pertimbangan besar. Anda perlu untuk melindungi diri Anda sendiri serta pelanggan Anda.

2. Tidak memiliki perlindungan hukum

Ketika Anda memulai bisnis online, mungkin rasanya tidak senyata mendirikan toko. Anda mungkin bekerja dari rumah di depan laptop Anda. Sepertinya, bisnis ini tak eksis. Jadi, Anda berpikir Anda tidak perlu mengurus hal-hal yang berkaitan dengan hukum karena Anda tidak memiliki lokasi fisik dan beberapa karyawan. Namun, karena Anda sebenarnya berhubungan dengan banyak orang, Anda tetap butuh pengacara yang bisa di-outsource. Bisnis online membutuhkan perlindungan hukum seperti halnya bisnis tradisional. Sangat disarankan Anda menyewa pengacara yang mengkhususkan diri dalam hukum Internet.

3. Tidak memberi perhatian pada pelanggan Anda

Layanan pelanggan yang buruk akan membuat pelanggan Anda kapok, khususnya di bisnis online dimana pelanggan memiliki banyak akses ke kompetitor Anda. Ketika mereka punya pengalaman buruk dengan layanan pelanggan Anda, mereka kan tinggal kabur ke website sebelah. Dengan bisnis online, berikan layanan pelanggan 24/7. Anda mungkin tidak memiliki kesempatan untuk melakukan percakapan tatap muka dengan pelanggan, tapi Anda dapat meng-email mereka dan melakukan penanganan dengan cepat terhadap setiap komplain.

4. Anda puas dengan pencapaian Anda

Mungkin website Anda sudah bagus, pemasaran di media sosial sudah berjalan baik, dan banyak pelanggan berdatangan. Lalu, Anda merasa semua sudah bisa dilepas begitu saja. Sayangnya, tidak ada wkatu istirahat untuk Anda. Hal-hal baik itu tidak akan berlangsung selamanya. Dunia online bergerak dengan kecepatan tinggi, dan jika Anda tidak ikut berlari, Anda akan ketinggalan. Jadi pantau terus bisnis Anda.

5. Mengabaikan media sosial

Media sosial juga merupakan hal yang wajib bagi sebuah bisnis online. Anda tidak harus memiliki semua platform, tapi Anda harus tahu bahwa ini adalah alat pemasaran yang terbaik untuk saat ini. Mengabaikannya bisa membuat Anda kehilangan bisnis Anda. Cara terbaik untuk memanfaatkan media sosial adalah melakukan riset terlebih dahulu. Cari tahu situs yang sesuai dengan perusahaan Anda dan gaya pribadi Anda. Misalnya, jika Anda tak menjual produk fisik, mungkin Anda tak butuh Instagram. Jika Anda tak mahir merangkai kata, Twitter bukan pilihan yang tepat. Paling tidak, Anda memulainya dengan Facebook karena platform ini bisa membangun audiens dengan cepat dan pelanggan Anda akan menghargai usaha Anda.

 

Sumber: money.howstuffworks.com

read more
BisnisInfoStrategi Bisnis

Terlalu Banyak Belajar Tak Baik untuk Bisnis Anda? Ini 5 Alasannya!

belajar terlalu banyak

Sebagai seorang pengusaha, Anda tentu ingin terus belajar dan belajar. Pembelajaran bisa membuat kita memahami apa yang tersedia untuk kita. Namun, ada sisi lain dari belajar yang bisa menghalangi keberhasilan Anda. Sangat umum bagi para pengusaha untuk mencari pengetahuan sebanyak mungkin untuk menemukan strategi dan taktik baru guna membawa bisnis bisnis mereka ke tingkat berikutnya. Sayangnya, terlalu banyak belajar juga menghalangi pertumbuhan Anda. Berikut ini adalah 5 alasannya.

1. Belajar akan membuat Anda mendapatkan informasi yang berlebihan

Walaupun belajar bisa membuat Anda mengerti hal baru, belajar juga bisa membanjiri Anda dengan terlalu banyak informasi. Belajar hanya untuk belajar akan membuat Anda mencari segala informasi yang akan Anda butuhkan nanti. Masalahnya, belajar akan banyak hal tersebut menghalangi Anda mengambil tindakan pada saat ini. Kunci keberhasilan bukanlah belajar, tapi implementasi dari pembelajaran yang terseleksi.

2. Belajar membuat Anda kehilangan konteks mengenai siapa Anda

Kita semua unik, dan kita semua memiliki ketrampilan dan bakat masing-masing. Tapi ketika seseorang menciptakan informasi, mereka tidak memperhitungkan keunikan Anda sendiri. Belajar tidak mengakomodasi konteks karena diaplikasikan untuk semua pengusaha, dan bukan hanya untuk Anda.

3. Belajar tidak menghargai urutan

Setiap pengusaha mempunyai tahapannya masing-masing dalam bisnis. Urutan tindakan untuk mengembangkan bisnis Anda ini jarang sekali diajarkan dimanapun. Mungkin Anda memulai dengan membuat produk dulu baru memasarkan, yang lainnya mungkin membuat website dulu.

4. Belajar memberi Anda banyakn perspektif

Belajar dari semua ahli akan memberikan perspektif yang berbeda pada setiap topik yang diberikan. Dan para ahli tersebut memberikan perspektif yang bekerja untuk mereka untuk meraih kesuksesan. Jadi, intinya, tidak ada yang pasti tentang cara meraih kesuksesan. Anda harus menemukan satu area fokus untuk bisnis Anda.

5. Belajar menghalangi tindakan

Belajar dapat menjadi langkah ampuh dalam perjalanan Anda untuk masa depan yang baru. Tapi jika Anda terlalu asyik belajar, bisa-bisa Anda dan bisnis Anda akan menderita. Anda terlalu banyak mencari nasihat hingga tidak pernah mengambil tindakan apapun.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisStrategi BisnisTips

6 Tips Budgeting untuk Pemilik Usaha Kecil

budgeting usaha kecil

Jika Anda menjalankan usaha kecil, kemungkinan Anda akan menjalankannya dengan anggaran yang relatif terbatas. Entah Anda harus melunasi pinjaman yang Anda gunakan untuk membangun usaha tersebut atau untuk menggaji karyawan, Anda harus menghemat anggaran Anda. Berikut ini adalah tips budgeting yang bisa Anda lakukan untuk usaha kecil Anda.

1. Tetapkan dan pahami risiko Anda

Setiap usaha memiliki tingkat risiko tertentu dan semua risiko memiliki potensi dampak keuangan pada perusahaan Anda. Pemilik usaha kecil perlu mempertimbangkan risiko jangka pendek dan panjang untuk merencanakan masa depan keuangan mereka. Pahamilah bagaimana dampak perubahan upah persyaratan minimum perawatan kesehatan akan berdampak pada karyawan Anda. Apakah lokasi Anda berisiko terkena bencana alam? Apakah Anda sangat bergantung pada pekerja musiman? Setelah Anda memetakan segala ancaman terhadap produktivitas perusahaan, Anda bisa mendapatkan gambaran risiko secara keseluruhan.

2. Lebihkan rancangan pengeluaran Anda

Jika bisnis Anda menjalan bisnis yang berdasar pada proyek per proyek, Anda tahu bahwa setiap klien akan berbeda dan tidak akan ada dua proyek yang persis sama. Ini artinya, seringkali, Anda tidak dapat memprediksi kapan sesuatu akan melebihi anggaran Anda. Biasanya anggaran tak terprediksi ini adalah item unik yang penting untuk pekerjaan tersebut tapi tidak diantisipasi saat penawaran pekerjaan. Anda disarankan untuk melakukan penganggaran sedikit di atas biaya yang telah diantisipasi.

3. Perhatikan siklus penjualan Anda

Banyak bisnis melalui masa sibuk dan lambat selama tahun-tahun mereka. Jika perusahaan Anda memiliki ‘off-season’, Anda harus memperhitungkan pengeluaran Anda selama waktu itu. Anda disarankan untuk menggunakan periode lambat ini untuk merencanakan penjualan besar-besaran ke depan. Ada banyak yang harus dipelajari dari siklus penjualan Anda. Gunakan downtime Anda untuk meningkatkan upaya pemasaran Anda sementara mencegah penurunan keuntungan. Dalam rangka menjaga perkembangan dan pemasukan perusahaan, Anda harus mengidentifikasi bagaimana cara memasarkan kepada pelanggan Anda dengan cara baru dan kreatif.

4. Rencanakan pembelian besar dengan hati-hati dan lebih awal

Beberapa pengeluaran bisnis yang besar muncul ketika tidak diharapkan—mesin pabrik perlu diganti atau mobil perusahaan perlu perbaikan besar. Namun, biaya yang direncanakan seperti renovasi toko atau atau sistem perangkat lunak baru harus ditentukan waktunya secara hati-hati untuk menghindari beban keuangan yang besar pada bisnis Anda.

5. Ingat bahwa waktu adalah uang, juga

Salah satu kesalahan terbesar usaha kecil adalah lupa untuk memasukkan waktu mereka ke dalam rencana anggaran. Ingat, waktu adalah uang terutama jika Anda bekerja dengan orang-orang yang dibayar untuk waktu mereka. Waktu yang diremehkan bisa meningkatkan biaya secara langsung. Tetapkanlah deadline eksternal yang lebih lambat daripada deadline seharusnya. Jika Anda yakin proyek ini akan selesai pada hari Jumat, janjikan pengiriman pada hari Senin. Jadi, jika Anda bisa mengirim hari jumat, Anda akan dapat nilai plus.

6. Tinjau budgeting secara terus-menerus

Anggaran Anda tidak akan pernah statis atau konsisten. Anggaran akan berubah dan berkembang bersama dengan bisnis Anda, dan Anda harus tetap menyesuaikan itu berdasarkan pola pertumbuhan dan keuntungan Anda. Anda disarankan untuk melakukan revisi anggaran bulanan dan tahunan Anda secara teratur untuk mendapatkan gambaran keuangan bisnis Anda secara lebih jelas dan update. Hal ini juga bisa membantu Anda mengontrol keputusan keuangan karena Anda akan tahu persis berapa yang mampu Anda keluarkan versus berapa yang bisa Anda hasilkan. Setelah Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang kebutuhan anggaran bisnis Anda, Anda dapat secara akurat meramalkan apa yang bisa disisihkan untuk dana darurat atau biaya tak terduga.

 

Sumber: www.businessnewsdaily.com

read more
1 2 3
Page 1 of 3