close

Memulai Bisnis

BisnisMemulai BisnisTips

7 Cara Memulai Bisnis Tanpa Harus Berhenti Kerja

7 Cara Memulai Bisnis Tanpa Harus Berhenti Kerja

Jika ditanya mengapa orang tidak segera memulai bisnis, kebanyakan pasti akan menjawab bahwa mereka takut tidak bisa mendapatkan penghasilan tetap. Alasan ini sebenarnya masuk akal mengingat bahwa memulai bisnis memang menuntut Anda menghadapi risiko, termasuk tidak tetapnya penghasilan. Tapi, masa Anda mau menjadi karyawan selamanya?

Ada cara untuk menengahinya, yaitu memulai bisnis sampingan. Berikut ini adalah beberapa tips memulai bisnis sampingan tanpa harus keluar kerja kantoran.

 

1. Jadikan hobi Anda sebagai bisnis

Yang perlu Anda tahu, memulai bisnis itu sangat menyita waktu. Jadi, lebih baik Anda memulai dari apa yang Anda sukai. Perhatikan apa saja yang biasa Anda kerjakan pada waktu luang. Apa yang menjadi passion Anda? Anda suka masak? Buka bisnis kuliner. Anda suka menulis? Mulailah blogging. Anda juga bisa menggabungkan memasak dengan blogging, yaitu dengan mem-posting langkah-langkah Anda memasak.

 

2. Fokus pada produk, bukan jasa

Kebanyakan karyawan berpikir untuk menggunakan ketrampilan mereka untuk membuka bisnis sampingan, dengan menawarkan jasa misalnya sebagai konsultan, untuk akhirnya membangun bisnis di bidang jasa. Permasalahan dengan bisnis jasa adalah Anda tidak memiliki bisnis, Anda hanya memiliki pekerjaan. Menjual jasa sangat berat karena Anda harus menjual waktu Anda. Jika Anda tidak bekerja, Anda tidak bisa menghasilkan uang. Dan jika Anda seorang karyawan, menjadi freelancer sekaligus bisa sangat melelahkan.

Alih-alih menjual jasa, Anda bisa menjual produk. Misalnya, jika Anda bisa menulis, buatlah buku. Dengan cara ini, Anda akan tetap bisa punya penghasilan meski tidak bekerja.

 

3. Pelajari cara berinvestasi

Cara lain membangun bisnis sampingan adalah dengan membangun bisnis investasi. Misalnya, Anda punya dana, Anda bisa membeli rumah untuk disewakan sebagai tempat kos. Dengan cara ini, Anda bisa tetap bekerja tapi tetap berpenghasilan lebih.

 

4. Jalankan bisnis Anda, jangan berada di dalamnya

Kebanyakan orang yang memulai bisnis, ingin mengerjakan semuanya sendiri. Padahal, Anda bisa memanfaatkan orang lain untuk mengerjakan pekerjaan Anda. Jadi, Anda hanya akan mengawasi dan membangun bisnis Anda, dan tidak ikut bekerja di dalamnya.

Misalnya Anda bisa menerjamahkan. Anda bisa mengambil pekerjaan tersebut lalu meng-sub-kan pada tim penerjemah lainnya. Anda cukup me-review hasil akhir dan menikmati margin labanya. Dengan cara ini, Anda bisa melakukan banyak pekerjaan sekaligus tanpa harus kelelahan, dan tetap bisa menjadi karyawan.

 

5. Buatlah tim yang hebat

Kebanyakan bisnis sampingan memang murah. Mereka mencoba memotong pengeluaran dan mengabaikan pentingnya legal dan accounting. Pada jangka panjang, ini justru akan memakan biaya lebih besar karena untuk masalah seperti hukum dan keuangan, Anda butuh orang yang benar-benar terlatih dan berpengalaman. Jadi, ketika memulai bisnis, buatlah tim yang hebat. Carilah pengacara berpengalaman dan staff accounting yang ahli.

 

6. Buatlah jadwal Anda sendiri

Kebanyakan orang tidak memulai usaha karena merasa tidak memiliki waktu. Kenyataannya, mereka tidak mengatur waktu mereka dengan baik. Jika Anda ingin memulai usaha sembari menjadi pekerja penuh-waktu, Anda harus belajar cara meningkatkan produktivitas dan mengatur waktu. Kurangi waktu nonton TV atau hangout bersama teman, dan kencangkan sabun pengaman Anda untuk segera memulai usaha.

 

7. Manfaatkan teknologi

Ada banyak teknologi yang bsia digunakan untuk memudahkan pengerjaan berbagai macam tugas. Anda bisa memanfaatkan berbagai macam software dan aplikasi untuk email, admin, mengecek pengeluaran dan penghasilan, dll. Anda bisa memanfaatkan software untuk memindai dokumen penting. Manfaatkan cloud untuk memudahkan penyimpanan dan pengiriman data. Lebih baik lagi, Anda punya tim khusus untuk mengatur jalannya penggunaan teknologi ini.

 

Sumber: http://www.richdad.com

read more
BisnisMemulai BisnisOpini

7 Alasan yang Buruk untuk Memulai Usaha

alasan buruk untuk memulai bisnis

Banyak yang bilang, jadilah pengusaha apapun alasannya. Padahal, orang yang ragu-ragu biasanya akan gagal. Banyak juga yang menjadi pengusaha karena alasan yang salah. Jika alasan-alasan berikut ini merupakan alasan bagi Anda untuk memulai usaha kecil, sebaiknya Anda tidak perlu menjadi pengusaha.

1. Anda melarikan diri dari sesuatu

Anda mungkin benci dengan pekerjaan Anda atau merasa bahwa bos Anda membenci Anda. Dan Anda berpikir bahwa Anda bisa membuat dan menjalankan perusahaan jauh lebih baik dari bos Anda tersebut. Atau mungkin, pada suatu tinjauan kinerja, kekurangan yang Anda lakukan sebenarnya menurut Anda bukan kesalahan Anda, tapi kesalahan orang lain. Jika ini adalah alasan Anda memulai usaha Anda sendiri, Anda hanya sembunyi dari masalah yang nantinya akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

2. Anda ingin kontrol

Anda gila kontrol. Anda berpikir dengan memiliki usaha, Anda bisa mengontrol dan mengendalikan segala sesuatu. Kenyataannya, banyak hal dalam bisnis yang di luar kontrol Anda, seperti apakah pelanggan ingin membeli produk Anda atau tidak.

3. Anda ingin menjadi milyuner

Banyak kisah sukses yang menginspirasi, dimana banyak pengusaha akhirnya menjadi milyuner. Boleh sih berkeinginan tinggi, tapi jangan sampai ekspektasi Anda berlebihan. Memang ada pengusaha milyuner, tapi bisa dihitung jari.

4. Anda ingin terkenal di berbagai media

Anda ingin bisa diliput media seperti Richard Branson. Tapi, ingat, hal itu butuh proses panjang. Kerja keras sangat dibutuhkan untuk mencapai level seperti Richard. Dan bahkan, sebenarnya media sama sekali tidak peduli dengan Anda atau brand Anda, bahkan ketika Anda sudah seterkenal Richard.

5. Anda ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga

Alasan ini bisa digunakan untuk Anda yang mengerjakan bisnis rumahan, seperti membuat prakarya dan menjualnya di Etsy. Tapi sebenarnya, menghabiskan waktu semakin banyak dengan keluarga berarti menghasilkan lebih sedikit uang, bahkan jika dibandingkan dengan pekerjaan Anda yang sekarang. Dan jikapun Anda bisa bekerja di rumah sambil menjaga anak, Anda tak akan bisa fokus.

6. Saudara Anda juga mau bergabung dalam bisnis ini

Membangun sebuah usaha dengan anggota keluarga memang bagus, tapi harus Anda pastikan Anda dan dia merupakan patner yang solid. Jika tidak, kekompakan tak akan bisa terjaga.

7. Anda pikir Anda akan mendapatkan pinjaman dari bank

Anda tidak punya tabungan yang cukup banyak untuk memulai bisnis, dan Anda pikir sisanya bisa ditanggung dari pinjaman bank yang Anda kira bisa didapatkan dengan mudah. Harusnya, Anda tak boleh seyakin itu. bank sering enggan untuk membiayai bisnis baru yang belum terbukti.

 

Sumber: www.forbes.com

read more
BisnisInfoMemulai Bisnis

5 Alasan Anda Masih Bisa Membuka Bisnis yang Telah Ada

membuka bisnis yang sudah ada

Bagi entrepreneur, salah satu ide paling mengerikan adalah membuka usaha yang memiliki banyak pesaing. Namun, bukan berarti Anda harus mengesampingkan ide ini. Meskipun memang banyak tantangan dan kekurangan, namun membuka bisnis yang telah ada dan memiliki banyak pesaing ada manfaatnya juga, antara lain seperti tersebut di bawah ini.

1. Selalu ada ruang untuk perbaikan

Pada bisnis yang memiliki banyak pesaing, Anda bisa menemukan kesalahan yang dilakukan para pendahulu Anda. Catat apa saja kelemahan mereka, perbaiki, dan buatlah bisnis baru yang jauh lebih baik. Menurut Brian Cane, tidak ad aide bisnis baru; yang ada hanyalah bisnis lama yang dibuat dengan lebih baik.

2. Pasarnya sudah ada

Pasar yang sudah ada memiliki permintaan yang sudah ada dan audiens yang telah siap. Jika Anda memulai sesuatu yang baru, Anda harus bekerja ganda untuk mendidik masyarakat mengenai bisnis Anda. Kompetisi ini dibutuhkan oleh perusahaan untuk berkembang. Microsoft dan Apple saling mendorong untuk berkembang, begitu juga Nikon dan Canon atau Marriot dan Hilton.

3. Anda bisa melakukan sesuatu yang unik terhadap produk tersebut

Setiap bisnis itu berbeda, dan Anda pun harus memberikan perbedaan bisnis Anda dari para pesaing. Cara terbaik adalah dengan membuat sesuatu yang unik dari bisnis yang telah ada tersebut. Untuk hal ini, DuckDuckGo yang mencoba menyaingi google bisa dijadikan contoh. Jika di Google kita akan selalu terlacak dan terawasi, DuckDuckGo menawarkan hal lain, yaitu mereka tidak mencoba melacak informasi pribadi kita. Meskipun tak akan bisa menyaingi Google, DuckDuckGo tetap bisa berkembang dengan menambahkan sesuatu yang unik pada bisnis yang telah ada tersebut.

4. Bisnis harus berkembang atau mati

Bisnis yang berhenti memenuhi kebutuhan pelanggan atau beroperasi dengan cara yang acuh terhadap kepentingan pelanggan pasti tidak akan bertahan lama. Jadi, jika Anda melihat suatu bisnis tertentu tidak mengutamakan kepentingan pelanggan, Anda bisa membuat sesuatu yang baru dengan mengutamakan pelanggan bukan?

5. Kebutuhan masih melebihi permintaan

Satu perusahaan (atau bahkan selusin perusahaan) jarang sekali mampu memenuhi kebutuhan dari seluruh pasar untuk produk tertentu. Selalu ada jalan bagi Anda untuk memasarkan produk Anda bagi mereka yang belum terpenuhi kebutuhannya atau telah mencoba produk dari perusahaan lain tapi merasa kecewa (ingat tentang poin nomor 1).

Anda ragu kapan harus memulai bisnis Anda? Untuk membuka pikiran Anda, baca tips-nya di sini.

 

Sumber: www.lifehack.org

read more
BisnisMemulai BisnisTips

10 Langkah dari Karyawan Menjadi Entrepreneur

dari karyawan menjadi entrepreneur

Anda pernah merasa bosan dengan pekerjaan Anda? Anda bisa saja keluar dari pekerjaan Anda, lalu membuat sebuah perusahaan baru. Namun, bagi kebanyakan orang, hal ini tentu tak akan seinstan itu.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda jalani untuk menjadi bos bagi diri Anda sendiri.

1. Tentukan apa yang ingin Anda lakukan

Di sini kita tidak hanya berbicara tentang mengejar ‘passion’. Tapi Anda perlu juga mempertimbangkan mengenai pengalaman, kemampuan, dan ketrampilan Anda. Anda harus bisa mendapatkan gambaran mengenai apa saja yang bisa Anda lakukan dan tangani sendiri setiap jam, minggu, bulan, tahun.

2. Pikirkan apakah orang akan mau membayar apa yang ditawarkan bisnis Anda

Bisnis yang giat akan menghubungkan apa yang ingin Anda lakukan dengan orang-orang yang akan membayar Anda untuk itu. Jika tidak ada yang tertarik untuk membeli, berarti bisnis ini tidak akan berhasil.

3. Wawancara pelanggan ideal

Beberapa orang mungkin akan jadi pelanggan ideal Anda. Tanyai apa kebutuhan, ketakutan, dan keinginan mereka yang berkaitan dengan bisnis yang akan Anda bangun. Apakah produk atau jasa Anda akan bisa memenuhi kebutuhan mereka?

4. Rancang perencanaan bisnis dan marketing Anda

Marketing saat ini meliputi pembuatan konten, media sosial, email dll. Anda harus merencanakan cara marketing apa yang akan Anda gunakan. Selain itu, Anda harus membuat perencanaan bisnis yang sedetail mungkin sehingga semua bisa berjalan lancar.

5. Rancang bisnis dalam skala kecil

Jika bisa, Anda bisa meluncurkan bisnis dalam skala kecil dan pada saat yang sama masih menjadi karyawan di tempat lma. Dengan demikian, risiko akan diperkecil. Keamanan posisi Anda akan terjaga sementara Anda bisa melakukan tes pasar.

6. Nilai semua feedback dan lakukan perbaikan

Dari bisnis skala kecil ini, Anda akan tahu mana yang sudah bagus dan mana yang perlu perbaikan. Buatlah perubahan pada hal-hal yang dirasa masih kurang oleh pelanggan Anda.

7. Himpun sebuah tim

Jika bisnis Anda tampaknya mempunyai masa depan yang menjanjikan, kumpulkan orang-orang yang akan Anda jadikan tim untuk membangun bisnis ini. Tergantung pada pengalaman pribadi Anda, Anda mungkin memerlukan bantuan dalam bidang-bidang seperti keuangan, pemasaran, layanan pelanggan dan produksi.

8. Amankan keuangan

Anda mungkin perlu melakukan pinjaman bank untuk bisnis Anda agar bisa berjalan.

9. Buat struktur perusahaan

Tetapkan jenis struktur perusahaan Anda untuk didaftarkan kepada pemerintah. Dengan demikian, Anda juga akan lebih mudah mengatur tugas dari tim Anda.

10. Tinggalkan pekerjaan Anda

Ketika Anda siap, segera tinggalkan pekerjaan Anda. Pastikan untuk tidak menghentikan koneksi dengan mantan bos dan rekan kerja karena Anda mungkin perlu bekerja sama dengan mereka di masa depan.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisInfoMemulai Bisnis

9 Alasan Anda Harus Segera Mengundurkan Diri dari Pekerjaan Anda

alasan mengundurkan diri dari pekerjaan

Ketika Anda merasa suntuk atau malas berada di kantor, Anda beberapa cara yang sebenarnya bisa Anda lakukan untuk membuat Anda lebih bahagia saat bekerja. Namun, jika cara-cara tersebut sudah tak mempan, mungkin ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk keluar.

Berikut ini tanda-tanda yang menunjukkan Anda harus segera keluar dari pekerjaan Anda.

1. Anda memiliki reaksi usus yang buruk terhadap pekerjaan Anda

Ini adalah tanda fisik paling kuat. Kapanpun, selalu dengarkan apa yang dikatakan oleh reaksi usus Anda. Apalagi jika rasanya mual ketika Anda mulai berpikir tentang pergi ke tempat kerja. Reaksi usus bukan karena Anda salah makan. Reaksi ini memberitahu Anda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan menyebabkan Anda stres.

2. Anda tak pernah tersenyum pada siapapun di tempat kerja

Kapan Anda terakhir kali tersenyum kepada rekan kerja Anda? Baru beberapa hari yang lalu? Atau lama sekali hingga Anda bahkan lupa kapan? Pekerjaan memang tidak selalu menyenangkan sepanjang hari tapi paling tidak Anda masih bisa bersenang-senang dengan rekan kerja. Jika tidak, ini sudah akut. Segeralah undurkan diri!

3. Anda terus-menerus menunda pekerjaan

Ingat ketika Anda menunda pekerjaan dan mengatakan ‘nanti saja’? Anda harusnya merasa bersemangat mengerjakan tugas. Jika Anda malas-malasan, mungkin Anda memang sudah tak betah berada di situ.

4. Anda merasa tak ada ruang untuk berkembang

Anda bekerja pada suatu perusahaan dan merasa begitu-begitu saja? Jika Anda mulai merasa tak nyaman dan merasa bahwa pekerjaan itu tak memberi Anda ruang untuk berkembang itu artinya Anda butuh pekerjaan baru.

5. Anda merasa bosan

Memikirkan pekerjaan saja membuat Anda bosan. Rasanya sudah tak ada tantangan sehingga Anda tak lagi bergairah seperti dulu. Rasa bosan bisa datang kapan saja, tapi jika rasa bosan ini datang dan tak pernah pergi, itu pertanda buruk.

6. Anda ketakutan akan hari Senin pada hari Minggu

Banyak yang benci hari Senin. Tapi ada suatu saat ketika hari Senin begitu membuat Anda ketakutan dan hari Jumat membuat Anda melompat kegirangan. Mengapa menghabiskan seluruh waktu Anda di suatu tempat yang tidak Anda inginkan?

7. Anda merasa tak dihargai

Jika Anda merasa bahwa perusahaan Anda tidak menghargai Anda sebagai seorang pribadi, saatnya untuk pergi. Perusahaan sering ingin loyalitas dari karyawan, tapi seperti yang kita lihat, perusahaan jarang membalas loyalitas itu kepada karyawan.

8. Anda merasa tak bisa menyesuaikan diri

Kadang-kadang, nilai perusahaan berbeda dengan nilai yang Anda pegang. Jika nilai ini sudah mencakup hal mendasar, buat apa pekerjaan itu dipertahankan?

9. Anda tak tahan dengan atasan Anda

Jika Anda dan atasan Anda tidak bisa bergaul dan bekerja sama, Anda mungkin perlu segera hengkang. Jika atasan Anda tak bisa diajak kerja sama, mana bisa Anda sukses dalam mengerjakan tugas-tugas Anda?

 

Sumber: www.lifehack.org

read more
BisnisMemulai BisnisTips

5 Cara Mewujudkan Ide Anda di Industri Musik

memulai industri musik

Anda ingin sukses di dunia musik? Kali ini kita akan berbagi 5 kiat sukses untuk mewujudkan ide Anda di industri musik langsung dari ahlinya, Laura Westcott, sang pendiri Soundcheque.

1. Ambil resiko dan tetapkan tujuan yang tinggi

Sangat wajar ketika Anda mengkhawatirkan keputusan besar, seperti meninggalkan pekerjaan tetap untuk memulai perusahaan Anda sendiri, misalnya. Jika Anda percaya Anda memiliki ide yang bagus, orang lain juga akan mempercayainya. Gunakan setiap kesempatan untuk menceritakan ide-ide Anda kepada semua orang. Ujilah ide Anda pada target pasar Anda dan bangunlah momentum melalui acara dan jaringan sosial. Cek apa yang dilakukan oleh pesaing Anda dan selalu kembangkan diri untuk menjadi fresh dan inovatif.

2. Jangan rakus

Bagi banyak CEO baru, keuangan adalah permainan baru. Jadi, pahami sumber daya yang tersedia untuk Anda dan jangan serakah ketika Anda memilikinya. Pada setiap usaha baru, dibutuhkan waktu untuk mulai menghasilkan pendapatan, jadi bersiaplah untuk berpendapatan kecil. Ingat, Roma tidak dibangun dalam waktu satu hari.

3. Pahami keunikan nilai jual Anda

Anda harus selalu berinovasi di bidang Anda. Ikutilah tren, tapi cobalah untuk menjadi unik. Penulis lagu yang mengganti gaya terlalu sering bisa-bisa hancur. Pastikan karya Anda bukan hanya sesaat, tapi akan abadi sepanjang masa. Yang paling sulit tentu menghadapi klien dan fan pertama Anda. Selalu menyenangkan menerima banyak pujian. Tapi sebelum mencapai itu, Anda harus menjadi kreatif.

4. Gaji tim yang tepat

Salah satu tantangan yang paling sulit adalah menemukan orang yang tepat untuk bisa bekerja dengan Anda. Alih-alih menggaji orang yang menjadi tiruan Anda, bentuklah tim yang terdiri dari orang-orang yang melengkapi kemampuan Anda, yang setia dan bersemangat mengenai proyek Anda, dan memiliki resume yang bagus.

5. Kerja keras dan pantang menyerah

Tidak ada yang akan peduli tentang bisnis Anda sebesar Anda sendiri, tidak peduli berapa banyak Anda membayar mereka. Jadi bersiaplah untuk bekerja siang dan malam untuk beberapa tahun pertama. Tapi di musik industri, kerja tidak selamanya membosankan, karena Anda akan berhubungan dengan konser dan festival. Dan pikirkan juga tentang hasil yang akan Anda raih nantinya.

 

Sumber: www.virgin.com

read more
BisnisInfoMemulai Bisnis

3 Cara untuk Mengetahui Saat yang Tepat untuk Memulai Ide Bisnis Anda

kapan saatnya memulai ide bisnis

Ketika membicarakan ide-ide besar, tentu waktu adalah segalanya. Jadi, bagaimana Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk memulai ide bisnis Anda. Berikut adalah 3 hal penting untuk direnungkan sebelum memulai suatu ide bisnis.

1. Dengarkan pelanggan Anda

Produk atau jasa akan sukses jika ada permintaan. Ide tidak akan berhasil jika Anda memulai sebelum pasar siap, terlepas dari seberapa inovatif atau luar biasa ide tersebut. Jadi pastikan Anda mengerti apa yang diinginkan pelanggan dan pasar. Ketika ada permintaan pada hal tersebut, itulah saat yang tepat untuk memulai.

2. Dengarkan teknologi

Bahkan ide-ide terbaik akan gagal jika teknologi tidak mendukungnya. Bayangkan Anda akan membuat suatu alat yang membutuhkan teknologi GPS akan tetapi teknologi tersebut tidak ada atau tidak dapat mendukung Anda. Jadi, sebelum memutuskan untuk memulai suatu ide, apalagi yang sifatnya inovatif, pastikan segala teknologi yang dibutuhkan tersedia atau semuanya akan gagal.

3. Dengarkan pesaing

Apa yang saat ini populer di pasar? Kita harus belajar dari pesaing kita. Mengapa pelanggan sangat menyukai produk tertentu dari pesaing kita? Apa kelebihannya? Apa kelemahannya? Bisakah kita memanfaatkan kelemahan produk pesaing untuk menjadikannya waktu yang tepat bagi kita untuk memulai ide bisnis.

 

Sumber: www.virgin.com

read more
BisnisInfoMemulai Bisnis

Dasar-Dasar Penggunaan Kartu Kredit untuk Bisnis

kartu kredit untuk bisnis

Anda telah membuka usaha baru tapi sedikit terkendala dengan keuangan? Kartu kredit dapat memberikan uang bagi perusahaan baru yang tengah berkembang. Tapi hal ini juga bisa mendatangakan bahaya yang serius. Berikut ini adalah penjabaran ringkas mengenai penggunaan kartu kredit untuk bisnis sebelum Anda memutuskan untuk memulainya.

Bagaimana Cara Kerja Kartu Kredit untuk Bisnis?

Ada kartu kredit pribadi dan ada pula kartu disesuaikan terhadap usaha kecil. Masing-masing memiliki dengan manfaat dan reward tersendiri. Ada perlindungan pemerintah yang lebih bagi pemegang kartu kredit pribadi, sedangkan kartu kredit bisnis bisa memiliki limit dan reward yang lebih tinggi seperti diskon perlengkapan kantor yang disesuaikan terhadap pemilik bisnis (hal ini berbeda pada masing-masing penyedia kartu kredit).

Tidak peduli karena apa, Anda akan merusak keuangan pribadi Anda jika tagihan tidak dibayar, jadi jangan tergoda untuk berpikir Anda perlu menggunakan kartu bisnis untuk bisnis.

Kelebihan Kartu Kredit untuk Bisnis

Selain menyediakan arus kas yang dibutuhkan untuk usaha yang masih baru, kartu kredit juga dapat meningkatkan nilai kredit untuk pemilik dan bisnis yang dijalankan—asalkan pembayaran dilakukan tepat waktu. Ada juga reward dan fasilitas khusus yang akan Anda dapatkan. Dana tersebut juga lebih mudah didapat, yang dapat membantu dalam keadaan darurat.

Menggunakan kartu kredit bisnis untuk biaya sehari-hari dalam bisnis juga dapat membantu dalam pencatatan karena pemilik usaha dapat memisahkan keuangan pribadi dan usaha, melacak belanja pegawai, mengurangi waktu untuk mengatur buku cek, dan membuat laporan keuangan bisnis.

Kekurangan Kartu Kredit untuk Bisnis

Suku bunga kartu kredit jauh lebih tinggi dari pinjaman tradisional. Jadi utang Anda tergolong utang yang akan membuat bisnis tersendat dalam masa-masa sulit.

Untuk perusahaan yang masih baru, sangat penting untuk memanfaatkan dana pribadi, keluarga, teman-teman dan investor lainnya untuk menghindari utang kartu kredit yang terlalu banyak. Utang berbunga tinggi tersebut akan menelan pendapatan perusahaan yang masih baru.

Pembayaran yang telat akan membuat skor kredit Anda rusak yang juga akan merusak kemampuan Anda untuk mengambil pinjaman ketika bisnis Anda tumbuh nantinya. Keterlambatan pembayaran pada kartu kredit usaha kecil juga membuat Anda dilaporkan ke biro kredit usaha.

Tips Penggunaan Kartu Kredit untuk Bisnis

1. Review suku bunga, program reward dan biaya tahunan dari masing-masing bank.

2. Teliti dengan baik print-out yang diberikan dan tanyakan segala pertanyaan dengan sejelas mungkin untuk menghindari masalah di masa depan.

3. Jangan hanya berfokus pada biaya tahunan. Periksa segala fasilitas yang disediakan.

4. Carilah kartu kredit bisnis dengan reward terbaik

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
BisnisMemulai BisnisTips

5 Langkah untuk Memulai Bisnis Rumahan

memulai bisnis rumahan

Sekarang ini, bisnis rumahan memang semakin populer. Banyak orang yang telah di-PHK, atau tidak puas dengan karir mereka saat ini, mencoba mencari jalan usaha mereka sendiri. Bekerja dari rumah bukan hanya sekedar mimpi. Dengan lima langkah ini, Anda dapat memulai bisnis rumahan Anda sekarang juga.

1. Temukan ide

Memutuskan bisnis apa yang akan Anda jalankan adalah bagian paling penting dari proses ini. Anda ingin melakukan sesuatu yang Anda sukai tapi di lain sisi juga cukup menjanjikan untuk membayar semua tagihan Anda.

Ketika Anda pertama kali menimbang pilihan bisnis rumahan Anda, mulailah dengan hobi Anda saat ini. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang harus Anda tanyakan pada diri sendiri ketika memilih ide Anda:

– Apa yang Anda gemari?
– Apa keterampilan Anda?
– Siapa yang akan menjadi pelanggan Anda?
– Akankah orang membayar untuk apa yang Anda tawarkan?

Bisnis berbasis rumah bermunculan di berbagai bidang. Menulis lepas, perawatan anjing, pembuatan resume, mengedit video, dan mengajar adalah beberapa bisnis yang mudah untuk dilakukan. Ide bisnis yang mudah berikut ini mungkin bisa Anda pertimbangkan juga.

2. Mulailah bisnis ini sebagai bisnis sampingan

Anda tidak disarankan untuk berhenti dari pekerjaan Anda demi mengejar bisnis rumahan. Sebelum Anda dapat berhenti dari pekerjaan Anda, Anda perlu tahu bisnis Anda mampu memenuhi semua kebutuhan Anda.

Mulailah dengan membuat bisnis Anda tersebut sebagai bisnis sampingan. Dedikasikan akhir pekan dan malam hari untuk bisnis baru Anda tersebut. Meskipun Anda akan sangat banyak pekerjaan di awal, nantinya Anda akan mendapatkan manfaatnya.
Setelah Anda tahu ide bisnis Anda akan menguntungkan, Anda dapat mulai merencanakan kapan harus berhenti dari pekerjaan Anda.

3. Tumbuhkan bisnis berbasis pelanggan

Semakin besar kolam pelanggan Anda, bisnis rumah Anda akan memiliki stabilitas yang lebih besar. Menumbuhkan bisnis yang berbasis pelanggan bukanlah sesuatu yang hanya terjadi dalam semalam; hal ini membutuhkan banyak kerja keras dan ketekunan.
Mulailah dengan menyebarkan informasi ke teman-teman dan keluarga. Jika bisnis Anda memiliki target pasar lokal, pertimbangkan untuk memuat iklan di koran lokal atau menggantung brosur di kantor-kantor dan perguruan tinggi.

Cari tahu di mana pelanggan Anda suka hang out dan beriklanlah di sana. Mintalah pelanggan saat ini untuk memberikan referral. Jika mereka merasa bahwa Anda telah memberi mereka produk atau jasa yang berkualitas, mereka pasti akan senang untuk melakukannya.

4. Bangunlah tabungan pengaman

Sebelum berhenti dari pekerjaan, Anda perlu mempersiapkan diri secara finansial. Ini berarti menabung cukup uang untuk mempersiapkan Anda melalui bulan-bulan yang sepi.

Ketika Anda bekerja untuk diri sendiri, pendapatan yang berfluktuasi memang tak terelakkan. Jumlah yang harus Anda tabung tergantung pada sejumlah faktor. Beberapa faktor tersebut antara lain bagaimana diversifikasi basis pelanggan Anda dan berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk hidup. Yang direkomendasikan adalah minimal enam bulan pengeluaran normal Anda.

5. Berikan waktu bagi bisnis Anda untuk berkembang

Dibutuhkan waktu bagi bisnis untuk menemukan kesuksesan, dan juga membutuhkan satu ton kerja keras dari Anda agar hal tersebut dapat terwujud. Kerja keras dan konsistensi adalah kunci utamanya.

Bisa memakan waktu berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun, bagi bisnis Anda untuk berkembang menjadi apa yang Anda inginkan. Memulai bisnis rumahan bukanlah taktik cepat untuk menjadi kaya. Tapi jika Anda bersedia untuk bekerja keras, memberikan produk atau layanan yang memuaskan, dan secara aktif mencari pelanggan, yang Anda butuhkan hanyalah waktu.

 

Sumber: moneyning.com

read more
BisnisMemulai BisnisTips

Tips Kredit Usaha Rakyat (KUR)

mengajukan kredit usaha rakyat

Salah satu bentuk bantuan dari pemerintah untuk usaha mikro, kecil, dan menengah berupa kredit usaha rakyat. Walaupun UMKM merupakan penyelemata ekonomi negara, seringkali mereka kekurangan modal. Nah, Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini adalah kredit untuk UMKM, yang disediakan pemerintah khusus untuk pemilik UMKM (Anda bisa mendapatkan informasi kredit lainnya, di sini).

Apa Keunggulan Kredit Usaha Rakyat?

1. Persyaratan mudah

2. Proses cepat

3. Suku bunga bersaing dengan jangka waktu hingga 5 tahun

4. Plafon hingga maksimal Rp. 500 juta

 

Apa syarat Kredit Usaha Rakyat?

Anda dapat mengajukan KUR kepada bank pemerintah apabila telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1. Usaha yang dijalankan memiliki pasar yang jelas dan memiliki prospek

2. Melampirkan surat identitas diri (KTP, Surat Nikah, Kartu Keluarga)

3. Melampirkan surat legalitas usaha (Surat Izin Usaha dari pemrintah setempat, NPWP, akta pendirian badan usaha, dan bukti lokasi usaha)

4. Laporan keuangan 2 tahun terakhir sebagai sarana pihak bank memeriksa kesehatan keuangan usaha anda

5. Jika bank meminta agunan dari anda, sertakan bukti kepemilikan barang yang diagunkan kepada bank

6. Tidak sedang menikmati fasilitas serupa di bank lain

Anda bisa mengajukan syarat-syarat tersebut kepada bank pemerintah yang menyediakan jasa layanan KUR. Setelah aplikasi diterima pihak bank, kita harus menunggu untuk waktu yang biasanya tidak begitu lama. Begitu bank memerika kelengkapan persyaratan kita, akan segera dilakukan survey lapangan dan kredit akan segera keluar begitu pengajuan KUR kita tersebut disetujui.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi bank pemerintah yang menyediakan jasa layana KUR ini.

 

Sumber: www.caradantips.com

read more
1 2
Page 1 of 2