close

Pernikahan

Gaya HidupInfoPernikahan

7 Kebutuhan Dasar Suami yang Harus Anda Penuhi

kebutuhan dasar suami

Sebagai seorang istri, memang telah menjadi kewajiban Anda untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan suami. Namun, di antara kebutuhan-kebutuhan lainnya, berikut ini adalah 7 kebutuhan dasar suami yang harus Anda penuhi. Penomoran ini tidak menunjukkan yang satu lebih penting dari lainnya. Anda harus menyesuaikan dengan keadaan rumah tangga Anda juga.

1. Seorang istri yang selalu menarik

Dalam suatu rumah tangga, khususnya yang sudah berjalan lama, ada kalanya sang istri malas berdandan di depan suami. Padahal, melihat istrinya selalu terlihat cantik adalah salah satu kebutuhan dasar suami. Jadi, jika Anda melihat rambut Anda mulai kusut, mungkin Anda perlu creambath. Jangan lupa memakai makeup saat makan malam bersama suami. Dan tolong, jangan kenakan piyama kedodoran yang tidak menarik itu saat bersama suami. Ketika memiliki istri yang selalu terlihat cantik, suami akan merasa selalu bersemangat saat pulang ke rumah.

2. Rasa kagum

Suami membutuhkan istri yang selalu tampil menarik, agar bisa dia kagumi. Namun, suami juga butuh istri yang mengagumi dan menghormatinya. Dalam suatu hubungan pernikahan, suami adalah pemimpin. Anda harus paham hal itu. Namun, ada kalanya, banyak hal yang dia lakukan terlepas dari perhatian Anda. Tindakan yang dilakukan suami Anda mungkin tidak selalu terasa secara nyata, tapi usahakan selalu katakana betapa Anda mencintainya dan menghargai setiap hal yang dia lakukan untuk keluarga kecil Anda.

3. Teman dalam melakukan hal-hal yang dia sukai

Tentu hal ini tak akan terlalu menjadi tantangan besar untuk pasangan suami istri yang memiliki hobi yang sama atau hampir sama. Namun, bagi pasangan dengan hobi yang berbeda, tentu mereka harus pintar-pintar mengatur agar tetap bisa menjalaninya bersama-sama. Luangkan waktu Anda menemani suami Anda memancing atau menonton bola sambil membawa buku atau alat rajut Anda. Atau sekali-kali, Anda hanya perlu hadir saat suami Anda bermain futsal dengan teman-temannya dan member dukungan dari bangku penonton.

4. Waktu untuk diri sendiri

Suami memang butuh teman untuk melakukan hobinya. Namun, bukan berarti suami tak butuh waktu untuk sendiri, baik sendiri dengan dirinya sendiri atau ketika menghadap Tuhan. Jika Anda tak yakin suami membutuhkan hal ini, tanyakan secara langsung. Jika Anda butuh me-time sebagai istri, suami tentu juga butuh me-time dengan caranya sendiri.

5. Pemenuhan kebutuhan seksual

Hal yang berkaitan dengan kebutuhan seksual memang selalu sensitif. Jangan pernah menganggap seks sebagai hukuman ataupun permainan karena hal ini hanya akan membuat Anda merasakan perasaan negatif bahkan kebencian. Dibandingkan dengan hal lain, keintiman adalah hal yang akan menyatukan pasangan. Kedua belah pihak harus berusaha terbuka dan ada untuk pasangannya dalam pemenuhan kebutuhan seksual ini.

6. Sokongan pada area domestik

Sokongan domestik termasuk menjaga agar rumah tetap bersih, nyaman, dan terkendali. Anda bisa saja menjadi wanita karir, tapi jangan pernah lupakan kewajiban Anda terhadap kebutuhan rumah tangga. Anda bisa bicarakan dengan suami mengenai pembagian kewajiban mengurus rumah tangga ini, khususnya jika Anda juga bekerja. Kerjasama kedua belah pihak akan membentuk keluarga yang harmonis. Jadi, jangan sekali-kali berpikir ‘ah saya kerja berarti rumah sedikit berantakan pun tak apa’.

7. Rasa hormat

Selain mengagumi, Anda perlu juga menghormati suami, khususnya mengenai posisinya sebagai lelaki dalam rumah tangga. Meskipun Anda berhak mengeluarkan pendapat, ingatlah untuk tidak melangkahi suami. Jangan sekali-kali melukai ego suami sebagai seorang lelaki karena itu bisa sangat berbahaya. Belajarlah untuk menghormatinya tanpa kehilangan hak Anda.

 

Sumber: peacefulwife.com dan familyshare.com

read more
Gaya HidupInfoPernikahan

6 Hal yang Tak Boleh Anda Sembunyikan dari Pasangan

hal yang tak boleh dirahasiakan dari pasangan

Anda pasti punya rahasia yang Anda simpan dari pasangan Anda. Namun, ingat, apapun yang bisa mempengaruhi hubungan pernikahan Anda, sangat perlu untuk dibahas. Lebih baik sebelu terlambat dan lebih baik sebelum dia mengetahuinya dari orang lain. Ada beberapa rahasia yang memang harus Anda simpan, tapi beberapa hal seperti berikut ini adalah rahasia yang tak boleh Anda sembunyikan dari pasangan.

1. Riwayat kesehatan dan penyakit yang pernah Anda derita

Penyakit adalah hal yang akan mempengaruhi hubungan suami istri. Saat Anda mulai hidup Anda bersama-sama, berusahalah untuk bersikap terbuka terhadap pasangan mengenai penyakit dan riwayat kesehatan Anda. Bahkan ketika Anda telah melewati masa pemulihan, pasangan tetap harus tahu mengenai sejarah kesehatan Anda termasuk risiko kesehatan yang mungkin Anda hadapi. Pasangan Anda berhak tahu jika suatu penyakit serius berpotensi menjadi bagian dari hubungan Anda. Memang hal ini sifatnya personal, tapi merahasiakan penyakit dan riwayat kesehatan dari pasangan bukanlah hal yang akan menguntungkan, baik bagi Anda atau pasangan Anda.

2. Uang

Uang memang bisa menjadi suatu topik bahasan yang sensitif, tapi dengan kejujuran Anda bisa menghindarkan diri dari miskomunikasi dan kesalahpahaman. Merahasiakan hutang dari pasangan pasti tak akan bertahan lama. Bahkan dengan rekening bank yang terpisah, utang akan menjadi momok yang menghantui Anda. Bersikap jujur mengenai keuangan memungkinkan Anda untuk membuat anggaran yang cocok untuk kehidupan Anda dan pasangan. Jangan biarkan pasangan Anda tahu tentang masalah keuangan dengan cara yang berat. Jujurlah mengenai gaji, potensi PHK di tempat kerja, dan pembelanjaan yang Anda lakukan. Anda bisa mencari solusi bersama jika Anda adalah seorang yang boros. Anda dan pasangan bisa membuat suatu perjanjian keuangan yang disetujui dan harus dipatuhi oleh kedua belah pihak.

3. Ekspektasi dan harapan tentang pernikahan

Jangan rahasiakan ekspektasi dan harapan tentang pernikahan Anda. Anda harus jujur dan penuh hormat, tapi di lain sisi Anda juga harus jujur mengenai apa yang Anda inginkan dari pernikahan tersebut. Jika keinginan seperti punya anak, punya rumah, atau menginginkan gaya bercinta tertentu Anda rahasiakan dari pasangan, hal ini bisa jadi penyebab sakit hati. Merahasiakan segala hal agar pasangan tetap bahagia adalah suatu tindakan bodoh.

4. Hubungan dengan orangtua dan keluarga

Hubungan Anda dengan orangtua dan keluarga Anda harus dibagi dengan pasangan. Sangatlah penting bagi Anda dan pasangan untuk memahami dinamika keluarga di kedua sisi. Jika saudara kandung butuh bantuan suatu hari nanti, pasangan berhak sedini mungkin. Jika hubungan Anda dan orangtua atau saudara kandung tak harmonis, jujurlah dengan pasangan Anda.

5. Mimpi terbesar Anda

Jika Anda tak bisa jujur mengenai mimpi terbesar Anda, itu bisa jadi tanda yang berbahaya. Pasangan Anda haruslah orang yang bisa Anda percayai, yang membuat Anda tak merasa konyol ketika menceritakan mimpi dan cita-cita serta tujuan hidup Anda. Jika Anda tak pernah berbagi mimpi Anda, bagaimana bisa mimpi itu terwujud?

6. Masa lalu

Masa lalu juga termasuk hal yang harus Anda bagi dengan pasangan. Namun, Anda harus bisa memilah mana yang harus diceritakan. Ceritakan masa lalu yang mempengaruhi Anda yang sekarang: masalah komitmen, keinginan membentuk keluarga, hobi, dll. Sebagai contoh, jika Anda pernah mengalami pelecehan di masa kecil, Anda mungkin perlu menceritakan karena bisa jadi hal ini mempengaruhi hubungan seksual Anda dengan pasangan nantinya.

 

Sumber: familyshare.com

read more
InfoPernikahan

7 Tanda Pasangan Anda Melakukan Kecurangan Finansial

kecurangan finansial dalam pernikahan

Mengelola keuangan bersama pasangan adalah bagian dari pernikahan, dan ketidakjujuran serta kecurangan finansial bisa menjadi penyebab hancurnya pernikahan. Beberapa tanda kecurangan bisa muncul di awal pernikahan, sering, ataupun jarang, atau di setiap waktu. Melakukan komunikasi dengan pasangan bisa mencegah terjadinya hal ini ataupun kehancuran pernikahan Anda.

Berikut ini adalah beberapa tanda pasangan Anda melakukan kecurangan finansial.

1. Pola pengeluaran baru

Cara untuk menemukan penyalahgunaan aset adalah dengan mengikuti alur uang. Jika Anda tahu gaji pasangan Anda, pernyataan bank dan kredit yang menunjukkan semua transfer, penarikan dan deposit akan menunjukkan pola pengeluaran pasangan Anda. Ketika Anda menemukan perubahan pola dan sedikit uang masuk ke rekening, maka Anda wajib curiga. Bisa saja pasangan menyimpan dana sedikit demi sedikit di brankas atau di akun baru.

2. Belanja berlebihan

Banyaknya pembelian bisa menunjukkan adanya kebiasaan belanja baru. Jika pasangan Anda memiliki kartu kredit, biaya-biaya yang muncul memang perlu diselidiki. Meninjau laporan kredit masing-masing setahun sekali juga akan membantu untuk mengungkap kartu kredit baru dan utang baru.

3. Kemurungan

Judi bisa lebih sulit untuk dideteksi. Orang yang suka berjudi dan kalah, biasanya mood-nya akan terpengaruh. Jika Anda menduga pasangan Anda melakukan judi, segera tegur karena hal ini melanggar hukum di negara kita.

4. Pembelian barang-barang seni atau antik

Salah satu cara untuk menyembunyikan aset adalah dengan membeli membeli lukisan mahal atau barang antik yang berharga, seperti karpet, jam atau arloji mahal. Barang-barang berharga tinggi memegang nilai mereka, dan mudah dijual setelah perceraian. Hal ini mungkin dilakukan mengingat banyak orang lebih melihat pada akun di bank daripada benda antik.

5. Pembukaan rekening baru

Karena orang cenderung setia kepada broker dan bank, pendapatan dividen dari rekening asing perlu dicurigai. Jika pasangan Anda memiliki banyak rekening baru, tanyakan alasannya. Kadang-kadang, mereka melakukannya untuk membingungkan orang karena mereka mentransfer uang bolak-balik.

6. Menandatangani dokumen tanpa tinjauan

Jika Anda akan menandatangani sesuatu, ketahuilah bahwa tanda tangan Anda sangat berharga. Ketika akan mendatangani apapun, tanyakan kepada pasangan, mengenai hal tersebut. Jika pasangan merasa terganggu, dan tidak ingin menjelaskan apa-apa, semakin mereka menolak, semakin Anda harus ingin tahu. Tanda tangan Anda membuat Anda bertanggung jawab untuk apa yang ada di dokumen itu, bahkan jika itu penipuan.

7. Kurangnya komunikasi

Sebelum pernikahan, pasangan harus memiliki kesamaan visi untuk menyatukan pendapatan demi tujuan bersama. Sebagai pasangan suami-istri, Anda dan pasangan wajib mengkomunikasikan segala keputusan keuangan. Jika pasangan Anda menyembunyikan sesuatu dan kurang mengkomunikasikan keuangannya, Anda bisa mulai curiga ada yang salah dengan dia.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

read more
Gaya HidupInfoPernikahan

4 Alasan Kesenjangan Pendapatan bisa Membahayakan Pernikahan Anda

kesenjangan pendapatan dalam keluarga

Uang adalah penyebab utama dari pertengkaran pasangan yang sudah menikah. Kesenjangan pendapatan, dimana satu orang memiliki pendapatan yang jauh di atas satu orang lainnya, bisa menimbulkan beban stres yang luar biasa. Jika Anda termasuk pasangan yang seperti ini, berikut ini adalah alasan mengapa kesenjangan pendapatan bisa merusak pernikahan Anda.

1. Berpegang pada pembagian peran gender yang kuno

Sekarang ini, wanita cenderung memiliki pendidikan dan gaji yang lebih tinggi dibandingkan pasangannya. Namun, dalam suatu hubungan dimana wanita juga adalah pencari penghasilan, wanita tetap memikul tanggung jawab rumah tangga lebih banyak daripada pria. Hal ini menimbulkan ketidaksetaraan. Inilah alasan banyak terjadi perceraian pada pasangan dengan wanita yang memiliki penghasilan lebih besar.

Ketimpangan ini diperparah karena adanya ketidaknyamanan untuk membicarakannya dan memilih pembagian yang sama seperti para orangtua Anda. Berdiskusi mengenai peran gender dan keuangan sangat penting dalam pernikahan. Ekspektasi gender yang usang dan tidak masuk akal tidak boleh mendikte apa yang terjadi dalam pernikahan Anda.

2. Menggunakan gaji sebagai pengungkit

Bagi banyak orang, uang sama halnya dengan kekuasaan. Jadi, ketika salah satu pasangan menghasilkan lebih banyak dari lainnya, penghasilan keuangan yang lebih tinggi menjadi pembuat keputusan, entah itu mengenai liburan, apa yang harus dibeli untuk makan malam, jenis rumah yang ditinggali, jenis hobi yang digandrungi, dll. Ketidakseimbangan kekuatan inilah yang membuat hubungan menjadi tak sehat.

Bahaslah pengeluaran menengah hingga pengeluaran besar dengan pasangan Anda sebelum mengambil keputusan. Selama Anda berbagi rumah tangga Anda, rumah tangga juga akan menjadi milik pasangan Anda.

3. Bersikap penuh pembelaan karena memiliki penghasilan yang lebih rendah

Memiliki penghasilan yang lebih rendah bisa membuat Anda merasa seolah-olah Anda tidak penting, karena gaji satu orang lah yang membiayai kehidupan rumah tangga. Hal ini dapat menyebabkan kebencian, atau lebih buruk, ketergantungan pada pasangan untuk membantu Anda secara finansial.

Hanya karena perhitungan presentase pendapatan Anda lebih kecil dalam keuangan rumah tangga secara keseluruhan, tidak berarti bahwa peran Anda dalam pernikahan menjadi lebih kecil. Biasanya akhirnya akan ada yang memutuskan untuk tinggal di rumah dan menjaga anak-anak. Tapi ingat, kontribusi untuk rumah tangga tidak diukur dengan pendapatan.

4. Membiarkan uang menentukan kelayakan pasangan Anda

Cara termudah untuk menghindari perkelahian adalah untuk menetapkan kontribusi keuangan pada skala proporsi yang tersesuaikan. Alih-alih membagi 50:50, Anda bisa membagi sesuai dengan yang mampu dibayarkan oleh Anda dan pasangan. Atau mungkin bisa dilakukan kesepakatan baru: salah satu membayar kebutuhan sehari-hari, lainnya membayar sewa dan tagihan.

 

Sumber: www.wisebread.com

read more
Gaya HidupInfoPernikahan

8 Kesalahan dalam Pernikahan yang Harus Dihindari

kesalahan dalam pernikahan

Beberapa orang tua kita melakukan beberapa kesalahan dalam perkawinan mereka. Kita mungkin sering melihat mereka terlibat dalam masalah dan tentu kita tak ingin hal yang serupa menimpa kita. Jika tak cepat tanggap, beberapa kesalahan bisa merusak pernikahan kita.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam pernikahan yang harus Anda hindari.

1. Menikah terlalu muda

Harusnya perempuan memperoleh gelar master. Namun, kebanyakan orangtua merasa khawatir jika anaknya belum menikah ketika lulus S2. Namun, apa salahnya menunggu pasangan yang tepat dan memilih untuk tidak menikah terlalu muda?

2. Suami adalah satu-satunya sumber penghasilan dan istri tinggal di rumah dengan anak-anak.

Banyak wanita merasa peran tradisional membatasi mereka. Perasaan yang tak terungkapkan ini justru bisa menyebabkan stres dalam pernikahan. Ketika anak mulai meninggalkan rumah untuk sekolah atau kuliah, wanita akan semakin kehilangan identitasnya. Sekarang, wanita bisa memilih antara menjadi ibu RT, mengejar karir, atau keduanya. Kuncinya adalah semua harus didasarkan pada pilihan pribadinya dan dia bisa berganti peran setiap saat.

3. Kurangnya komunikasi

Setiap orang pasti ingin berbicara tentang perasaan mereka, tetapi mereka tidak tahu caranya. Berbicara satu sama lain adalah semacam lem yang menguatkan hubungan. Jika Anda tak tahu caranya, Anda bisa mencari opsi lain dengan menggunakan bantuan terapis.

4. Tidak ada waktu khusus untuk bersama pasangan

Jaman dulu, makan malam antara suami-istri dilakukan pada saat suami mendapat promosi karir atau sejenisnya, dan bukan untuk tujuan romantis. Sekarang, banyak pasangan lebih mengerti bahwa kencan bisa memperbaiki hubungan mereka. Usahakan untuk mengadakan kencan berdua secara teratur.

5. Perempuan tidak mendapatkan kesempatan untuk ‘me time’

Jaman dulu, ketika suami masih bisa memiliki kesempatan untuk memancing atau menghadiri pertemuan kelompok lokal, wanita memiliki kesempatan yang terbatas untuk bertemu dengan orang dewasa lainnya. Sekarang ini, istri-istri lebih sosial di luar keluarga dan bisa mendapatkan ‘me time’ bersama teman-temannya.

6. Wanita lebih bergantung secara finansial pada suami mereka

Dulu, wanita harus bergantung pada uang dari suami untuk bisa makan dan mengurus anak-anak. Sekarang, keluarga biasanya terdiri dari dua sumber penghasilan dengan rekening bersama dan rekening pribadi untuk perempuan. Kebebasan finansial memberi keleluasan bagi wanita untuk mengambil keputusan.

7. Seks adalah suatu tugas bagi wanita dan bukan sesuatu yang menyenangkan

Wanita dibesarkan untuk melihat seks sebagai kewajiban perkawinan. Wanita modern lebih bisa menerima timbal balik dan wanita ingin aktif secara seksual, sama halnya dengan sang suami. Keintiman fisik dapat memperdalam ikatan emosional.

8. Orangtua lebih terlibat dalam pernikahan anaknya

Bahkan jika orang tua tidak mengatur pernikahan anak-anak mereka, mereka pasti memiliki banyak masukan mengenai cara hidup mereka. Keterlibatan yang keterlaluan ini bisa membuat istri merasa sang suami adalah ‘anak mama’ dan suami bisa merasa terganggu dengan mertua yang terlalu mengatur. Pasangan modern lebih bisa mengatur batas-batas keterlibatan orangtuanya, untuk menghargai pasangannya.

 

Sumber: www.womansday.com

read more
Gaya HidupInfoPernikahan

6 Hal Yang Menghancurkan Pernikahan Anda

hal yang menghancurkan pernikahan

Tidak ada manusia yang sempurna. Semua pasti pernah melakukan kesalahan. Namun, ada beberapa kesalahan yang fatal dan berikut ini adalah beberapa kesalahan yang bisa menghancurkan pernikahan Anda dan harus Anda hindari guna menciptakan rumah tangga yang harmonis.

Kesalahan #1: Mencoba mengubah pasangan Anda

Anda mungkin berpikir, ‘jika dia mencintaiku, dia pasti akan mau berubah’. Banyak yang percaya bahwa mereka bisa dan akan mengubah pasangannya. Namun, hal yang Anda anggap sepele, mungkin terasa besar baginya. Bahkan jika mereka berusaha berubah untuk menyenangkan Anda, kemungkinan dia akan jadi pemarah. Ketika Anda mencoba untuk mengubah mereka, mereka merasa akan Anda tidak benar-benar mencintai mereka. Anda hanya ingin mengubah mereka menjadi seseorang untuk mengisi kebutuhan Anda.

Kesalahan #2: Merasa Anda sebuah kegagalan dalam suatu hubungan

Ketika hal tak berjalan sebagaimana mestinya, banyak orang menjadi depresi. Mereka mulai merasa seolah-olah mereka tidak layak dicintai, bahwa takdir melawan mereka, atau bahwa mereka akan selalu menjadi kegagalan cinta. Anda harus mulai belajar dan berlatih metode baru tentang hubungan serta tentang mencintai dan dicintai sehingga Anda tak lagi merasa sebagai sebuah kegagalan.

Kesalahan #3: Percaya bahwa Anda harus menjadi ‘cukup baik’ untuk menjaga cinta dari pasangan Anda

Banyak orang merasa bahwa mereka tidak ‘cukup baik’. Mereka merasa mereka harus berubah untuk menjaga cinta dari pasangannya. Padahal, cinta adalah penerimaan. Anda tak ingin mengubah mereka dan Anda juga tak perlu berubah untuk mereka. Anda harus belajar lebih banyak tentang cara berteman dengan diri sendiri.

Kesalahan #4: Menolak pasangan Anda sehingga mereka tidak bisa melakukannya lebih dahulu dari Anda

Banyak orang menolak pasangannya sebagai perlindungan terhadap penolakan terhadap diri mereka sendiri. Penyebabnya adalah mereka tidak merasa layak mendapatkan hubungan ini. Dan hal ini merupakan salah satu hal yang merusak pernikahan sehingga harus dihindari.

Kesalahan #5: Percaya bahwa pasangan harus tahu apa yang Anda mau tanpa Anda perlu mengkomunikasikannya sejelas mungkin

Banyak yang percaya bahwa jika pasangan mereka benar-benar mencintai mereka, mereka akan bisa membaca pikiran mereka. Padahal, komunikasi yang efektif adalah kunci hubungan yang sehat. Bersikaplah jujur dan katakana dengan jelas apa yang Anda inginkan. Ada banyak cara komunikasi yang bisa Anda pelajari, yang akan menyelamatkan pernikahan Anda.

Kesalahan #6: Percaya bahwa tugas pasanganlah untuk membuat Anda merasa bahagia

Tugas pasangan Anda bukanlah untuk memenuhi semua kebutuhan Anda. Jika dia mengatakan tidak, itu tidak berarti bahwa dia tidak mencintai Anda. Bukan tugas pasangan Anda untuk membuat Anda bahagia. Pasangan Anda ada di sini untuk tumbuh dan berbagi bersama Anda. Anda harus belajar untuk membuat diri Anda bahagia, dan membuat orang lain bahagia juga.

 

Sumber: www.womansday.com

read more
Gaya HidupInfoPernikahan

5 Masalah Paling Umum Dalam Suatu Hubungan dan Cara Mengatasinya

masalah dalam suatu hubungan

Setidaknya ada satu dari sekian masalah yang dihadapi oleh setiap pasangan di dunia. Pelajari lebih lanjut tentang masalah rumah tangga yang paling umum dan bagaimana cara mengatasinya, agar hubungan rumah tangga Anda tetap romantis dan dan harmonis.

1. Komunikasi yang buruk

Seperti halnya kepercayaan, komunikasi sangat penting untuk menjaga kesehatan hubungan Anda. Komunikasi yang buruk bisa muncul ketika Anda dan pasangan tidak lagi punya waktu untuk bisa berbicara dengan satu sama lain. Berhentilah memotong pembicaraan dan tunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan jika Anda ingin diperlakukan dengan sopan pula oleh pasangan Anda.

2. Masalah seks

Kompatibilitas seksual biasanya sesuatu yang terdeteksi sejak awal, tapi Anda tidak bisa membiarkannya begitu saja. Luangkanlah waktu untuk seks, tidak hanya di malah hari saat Anda dan pasangan lelah dan buatlah daftar apa saja yang bisa membuat Anda bergairah. Bacakan hal ini pada pasangan dan buatlah kesepakatan yang baik untuk kedua belah pihak.

3. Keuangan pasangan

Uang adalah salah satu masalah hubungan yang paling umum, dan anggaran bersama adalah cara terbaik untuk menghindari masalah. Komunikasi tanpa menyalahkan adalah kunci untuk memecahkan ketegangan yang berasal dari keuangan. Setelah membuat tujuan jangka pendek dan panjang, pastikan Anda masing-masing memiliki anggaran diskresioner untuk kesenangan masing-masing.

4. Pembagian tanggung jawab

Pekerjaan rumah tangga adalah masalah besar bagi banyak pasangan. Jangan membagi tugas dari sudut pandang gender yang usang. Terbukalah untuk melakukan kompromi dan Anda akan bisa mendapatkan solusi yang adil bagi kedua pihak, sehingga tidak ada lagi frustasi.

5. Penyelesaian konflik

Penyelesaian konflik bisa jadi buruk tanpa adanya komunikasi. Komunikasi sangat penting dalam hal ini. Usahakan Anda bisa tetap tenang dan mampu mengendalikan reaksi Andasehingga Anda akan menetapkan contoh yang baik bagi pasangan Anda juga. Pastikan Anda menghormati janji dan meminta maaf ketika berada di posisi yang salah.

 

Sumber: www.becomegorgeous.com

read more
Gaya HidupPernikahanTips

6 Tips Agar Rumah Tangga Anda Harmonis

rumah tangga harmonis

Banyak orang mengeluhkan bahwa keluarga mereka tidak harmonis. Padahal untuk bisa membentuk suatu rumah tangga yang harmonis dan bahagia, semua bisa dipelajari. Asalkan kita mau menyingkirkan semua ego dan berusaha untuk mengerti pasangan, pasti kita bisa.

Berikut ini adalah tips agar rumah tangga harmonis yang sangat mudah untuk diterapkan di dalam keluarga Anda.

1. Menyapa pasangan Anda dengan penuh kasih di pagi hari

Cara ini merupakan cara paling sederhana untuk membina rumah tangga harmonis. Ketika Anda pertama kali melihat pasangan Anda, alih-alih memberikan interaksi negatif atau netral, cobalah untuk menyambut mereka dengan pernyataan positif. Anda bisa saja mengatakan “Aku bahagia bisa bangun di sampingmu” atau “Aku bahagia bisa menikah denganmu”. Kuncinya untuk selalu positif dan penuh kasih.

2. Mengirim SMS

Mengirim SMS (atau pesan sejenisnya, seperti email, bbm, whatsapp, line, dll) kepada pasangan bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Anda bisa memanfaatkan teknologi modern ini untuk tetap terhubung dengan pasangan Anda. Anda bisa mengirimkan pesan yang lucu, genit, atau manis. Tuliskan kata-kata seperti “Aku merindukanmu” atau “Aku tak sabar menunggu untuk melihatmu nanti malam”.

3. Peluk pasangan setelah lama tak jumpa

Ada beberapa pasangan yang saling bertemu setelah sekian lama berpisah (untuk tugas kerja, misalnya) dan sama sekali tidak saling mempedulikan. Ada yang langsung membuka email sambil mengkritik “mengapa kamu tidak membelikanku ini itu?” Alih-alih melakukan hal tersebut, Anda bisa memeluk pasangan Anda selama sekitar 20 detik. Ini akan mempererat ikatan di antara pasangan.

4. Sentuh pasangan saat waktu makan

Ketika Anda makan malam bersama, sentuhlah pasangan Anda. Anda boleh menyentuh tangan atau lengannya, atau menyentuhkan kaki Anda ke kakinya. Hal sederhana ini bisa menjadi salah satu resep rumah tangga harmonis.

5. Puji pasangan Anda

Banyak pernikahan yang akhirnya menjadi tidak bahagia karena minimnya apresiasi. Sangat disarankan bagi Anda untuk mengucapkan terima kasih kepada masing-masing pasangan. “Terima kasih karena sudah membantu mengangkat jemuran”, misalnya. Tidak hanya akan merasa dihargai, pasangan Anda juga akan terlatih untuk menjadi lebih baik. Ketika Anda kencan, jangan lupa untuk memuji penampilan pasangan Anda.

6. Rasakan napas masing-masing

Cara aneh ini tanpa Anda sadari justru merupakan salah satu cara paling manjur dari keseluruhan tips membangun keluarga harmonis ini. Letakkan tangan Anda di dada atau perut pasangan Anda dan rasakan nafasnya. Sinkronkan nafas Anda dan pasangan selama satu menit. Anda juga bisa melihat ke dalam mata pasangan Anda. Lakukanlah dan Anda akan lihat dampak positifnya terhadap hubungan Anda.

Jika Anda belum menikah dan masih dalam masa PDKT, mungkin Anda perlu membaca artikel ini.

 

Sumber: psychcentral.com

read more
Gaya HidupPernikahanTips

Tips Keuangan untuk Pengantin Baru

keuangan pengantin baru

Berikut ini adalah tips keuangan untuk pasangan yang baru menikah.

1. Bicarakanlah mengenai tujuan keuangan, kenangan, serta kebiasaan

Yang perlu Anda bicarakan dengan pasangan adalah tujuan, mimpi, dan visi Anda untuk masa depan. Bicarakan tentang orangtua Anda: apakah mereka pernah bertengkar mengenai masalah keuangan, apakah mereka boros, dll. Bicarakan juga mengenai kebiasaan keuangan Anda: apakah Anda hidup dari gaji ke gaji, apakah Anda orang yang hemat, dll. Jika ada perbedaan, saling sesuaikan satu sama lain untuk masa depan pernikahan Anda.

2. Perhitungkan semua angka

Hitung semua dokumen keuangan Anda, termasuk aset seperti tabungan, pensiun, properti, dan hutang seperti cicilan mobil, utang kartu kredit, dll. Kemudian tentukan kekayaan bersih Anda dengan mengurangkan utang pada aset Anda. Jika sudah, beberkan pendapatan satu sama lain.

3. Tetapkan tujuan keuangan

Atur tiga macam tujuan: dana darurat (tiga sampai enam bulan dari tagihan penting), tujuan jangka satu atau lima tahun seperti DP atau wisata, dan tujuan jangka panjang seperti pendidikan anak dan pensiun. Jangan masukkan semua uang Anda ke dalam rekening pensiun karena ketika menarik, kemungkinan Anda akan kena penalti. Bergantung pada situasi Anda, Anda mungkin butuh penasihat keuangan.

4. Buatlah anggaran

Tambahkan biaya-biaya penting ke dalam anggaran, seperti perumahan, transportasi, utilitas, bahan makanan dan pengeluaran rekreasional seperti gym, shopping, entertainment, dll. Jika Anda tidak yakin berapa banyak yang Anda habiskan pada berbagai kategori, lacak pengeluaran Anda setidaknya satu bulan sebelumnya. Beberapa ahli menyarankan untuk menyisakan 20% dari total pendapatan Anda yatu 10% untuk dana darurat dan 10% untuk pensiun. Jika pengeluaran Anda lebih dari 80%, cobalah untuk berhemat dengan mengubah kebiasaan, seperti berhenti berlangganan TV kabel atau sesedikit mungkin makan di luar rumah.

5. Putuskan cara mengatur akun Anda

Anda dapat memiliki 1. rekening bersama, 2. gabungan dari rekening bersama dan terpisah, atau 3. rekening terpisah. Kebanyakan pasangan memilih nomor 1 atau 2. Namun, pada beberapa kondisi, seperti orang yang menikah di usia tua, orang yang telah bercerai, atau pasangan dimana seorang diantaranya memiliki hutang akan memilih jenis rekening nomor 3. Jika kebiasaan belanja Anda dan pasangan sangat berbeda, opsi nomor 2 lah yang paling cocok.

6. Tentukan pembayar tagihan dan pertemuan mingguan atau dua mingguan untuk membahas keuangan

Satu orang diberi tugas untuk membayar tagihan tetapi yang lain harus mengetahui segala hal mengenai keuangan keluarga. Jadi pastikan untuk melakukan pertemuan guna membahas keuangan. Lihatlah apakah keuangan dan kebiasaan belanja masih di dalam lajur untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

7. Tetapkan ambang batas minimum untuk membicarakan sebuah pengeluaran yang besar

Pengeluaran Rp 200.000 tentu tak masalah bagi pasangan Anda. Tapi bagaimana jika pasangan harus mengeluarkan uang senilai Rp 10.000.000? Anda mungkin merasa kesal. Jadi, buatlah kesepakatan bahwa untuk pengeluaran di atas jumlah tertentu, pasangan lain berhak mendapatkan penjelasan.

Ingat, jangan pernah biarkan uang menghancurkan pernikahan Anda.

 

Sumber: www.forbes.com

read more
Gaya HidupPernikahanTips

7 Perawatan Pranikah yang Bisa Anda Pertimbangkan

perawatan pranikah

Setiap pengantin ingin terlihat cantik pada hari pernikahannya. Beberapa calon pengantin mungkin akan lebih sering nge-gym, sementara yang lain akan meluangkan lebih banyak waktu untuk tidur yang sehat. Berikut ini adalah beberapa perawatan pranikah yang layak Anda pertimbangkan sebelum memasuki fase baru dalam hidup Anda.

1. Facial

Setiap pengantin akan mendapatkan keuntungan dengan melakukan perawatan wajah secara teratur, tetapi jika hal ini tidak bisa dilakukan karena kendala waktu atau uang, Anda bisa melakukannya sehari sebelum hari besar Anda. Facial bermanfaat untuk membersihkan kulit, meningkatkan sirkulasi, menghidrasi dan membantu kulit mendapatkan keseimbangan alaminya. Untuk hasil yang maksimal, facial bisa dilakukan setiap empat sampai enam minggu sekali. Sangat dianjurkan untuk memulai perawatan ini 6 sampai 12 bulan sebelum tanggal pernikahan Anda. Namun, jangan menjadwalkan facial terlalu dekat dengan hari bahagia Anda. Sekitar 12 sampai 14 hari sebelum pernikahan adalah saat yang paling dianjurkan karena waktu tersebut akan memungkinkan kulit Anda memulihkan dirinya.

2. Perawatan Kulit

Pastikan Anda melakukan perawatan kulit secara teratur, terutama minggu-minggu mendekati hari pernikahan Anda. Rutinitas perawatan kulit yang efektif akan membuat kulit Anda terlihat dan terasa sehat. Pastikan Anda membersihkan dan melembabkan kulit Anda dua kali sehari (pagi dan sore) dan memastikan semua make-up benar-benar dihapus pada malam hari, untuk mencegah pori-pori tersumbat. Jika Anda tidak puas dengan rutinitas perawatan kulit Anda saat ini, kunjungi salon kecantikan lokal atau dokter kulit sebelum hari pernikahan Anda. Jika Anda berpikir untuk mencoba produk perawatan kulit baru, pastikan Anda menguji produk tersebut beberapa minggu sebelum pernikahan Anda siapa tahu produk tersebut tidak cocok dengan kulit Anda.

3. Eksfoliasi

Eksfoliasi (pengelupasan kulit) secara teratur adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk mendorong regenerasi sel baru, yang akan membuat kulit terlihat lebih cerah. Pengelupasan harus dilakukan dua kali per minggu—jika lebih dari itu, Anda bisa kehilangan minyak alami yang dapat mengakibatkan kulit berjerawat dan kusam. Scrub wajah dan tubuh, terutama yang mengandung ekstrak buah atau microbeads mineral, akan membuat regenerasi menjadi cepat dan kulit Anda akan siap untuk hari besar Anda.

4. Menyikat Tubuh (Body Brushing)

Menyikat tubuh (body brushing) adalah cara sederhana dan efektif untuk mempercantik tubuh, terutama sebelum hari pernikahan Anda. Hal ini tidak hanya meningkatkan sirkulasi yang akan membantu membuat kulit Anda bersinar, tetapi juga mengurangi selulit dan membantu drainase limfatik yang efektif untuk menghilangkan racun dari tubuh. Dry body brushing dapat dilakukan setiap hari selama lima sampai 10 menit, sehingga tidak akan menyita terlalu banyak waktu dari jadwal perencanaan pernikahan Anda. Lakukan pijatan dengan menggunakan sikat panjang dan tegas ke arah jantung Anda, mulai dari telapak kaki Anda dan Anda pun akan merasa tenang.

5. Pijat

Ada begitu banyak alasan mengapa pijat adalah salah satu perawatan kecantikan terbaik. Pijat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres. Pikiran yang bebas stres tidak hanya membawa ketenangan ke hari pernikahan Anda, tetapi juga memancarkan pesona kulit Anda. Pijat juga meningkatkan sirkulasi, yang akan membantu memelihara dan memancarkan cahaya kulit Anda. Perawatan pijat biasanya harus dilakukan setiap bulan, tetapi jika pernikahan Anda telah menghabiskan anggaran Anda, Anda bisa memilih untuk mendapatkan satu kali perawatan pijat sekitar seminggu sebelum hari besar Anda.

6. Pembentukan Alis

Alis yang sempurna akan menekankan fitur Anda pada hari istimewa tersebut. Idealnya, pembentukan alis harus dilakukan secara teratur (setiap empat sampai enam minggu sekali), tetapi jika alis Anda tidak pernah dibentuk oleh seorang profesional, Anda bisa mencobanya tiga sampai enam bulan sebelum pernikahan Anda untuk memastikan Anda memilki bentuk alis yang ideal pada saat pernikahan Anda. Proses ini harus dilakukan sekitar lima sampai tujuh hari sebelum pernikahan Anda agar kemerahan atau iritasi selama proses bisa pulih.

7. Perawatan Tangan dan Kaki

Manikur dan pedikur teratur adalah cara yang tepat untuk mendapatkan tangan dan kaki yang sehat dan indah. Tangan, khususnya, adalah titik fokus pada hari pernikahan Anda. Anda tentu ingin tangan Anda terlihat cantik pada saat foto close-up cincin Anda kan? Manikur dan pedikur membantu menghidrasi dan dapat memperbaiki kondisi kulit dan kuku. Manikur atau pedikur terakhir Anda harus dilakukan satu atau dua hari sebelum hari besar Anda, tapi selalu oleskan minyak kutikula setiap hari untuk menjaga kuku tetap terhidrasi.

 

Sumber: www.herworldplus.com

read more
1 2
Page 1 of 2