close
mengatur keuangan freelancer

Bekerja lepas atau freelance memang bermanfaat tapi Anda harus hati-hati dalam mengatur keuangan. Anda memang bisa melakukan pekerjaan yang Anda cintai dan Anda bisa melakukannya dengan cara Anda sendiri. Namun, Anda juga harus memikirkan bagaimana cara mengelola keuangan yang benar.

Berikut ini adalah cara mengelola keuangan yang benar sebagai pekerja lepas (freelancer).

1. Buatlah dana darurat

Semua orang harus memiliki dana darurat yang bisa mereka ambil untuk memenuhi kebutuhan dasar ketika tidak ada lagi sumber keuangan lain. Yang paling disarankan adalah memiliki dana darurat yang bisa menutupi kebutuhan hingga enam sampai delapan bulan kebutuhan Anda. Jika Anda bekerja lepas, mungkin Anda akan butuh lebih banyak.

Memiliki dana darurat, selain mengamankan keuangan Anda di masa depan, juga memiliki berbagai keuntungan, misalnya:

– Anda tak takut menolak klien yang sepertinya tak tepat untuk Anda
– Anda masih punya uang jika klien tidak membayar tepat waktu

2. Membuka rekening bisnis yang terpisah (dan menggunakannya)

Jika Anda bekerja lepas dan Anda adalah pemilik tunggal, sah-sah saja untuk menggunakan satu rekening untuk rekening pribadi dan bisnis. Tapi itu sebenarnya tidak disarankan. Dengan membuka rekening bisnis tersendiri, meskipun mungkin Anda hanya freelance sesekali, akan mempermudah Anda dalam membuat anggaran yang layak. Hal ini juga mempermudah Anda dalam mengurus pajak.

Gunakan akun bisnis untuk pengeluaran bisnis, gaji, uang pensiun, pajak, dan dana darurat bisnis. Jika ada sisa uang, biarkan tetap di rekening bisnis ini.

3. Membangun dana lain jika memang dibutuhkan

Sebagai freelancer, Anda tidak mendapatkan tunjangan seperti asuransi. Anda harus mengurus semuanya sendiri. Anda bisa mendapatkan dana ini dengan menyisihkan dari uang yang masuk ke rekening bisnis Anda.

Jika memang dibutuhkan, Anda bisa membuka rekening lain untuk keperluan-keperluan tersebut. Sebagian besar bank akan memberikan ijin bagi Anda untuk membuka beberapa rekening tabungan, jadi mengapa tidak dimanfaatkan?

4. Proyeksikan pendapatan dan pengeluaran bulanan Anda

Ketika Anda menjadi freelancer, ada saat dimana Anda sangat sibuk. Anda juga akan mengalami kekhawatiran kapan kiranya akan dapat job lagi. Itu artinya, pendapatan bulanan Anda akan sangat bervariasi. Untuk anggaran dengan tingkat konsistensi, Anda harus memproyeksikan pendapatan dan pengeluaran bulanan. Dan ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan:

– Menggunakan jumlah rata-rata

Jumlahkan pendapatan dan pengeluaran Anda dalam setahun, bagi 12, dan gunakan angka rata-rata tersebut sebagai jumlah bulanan ketika merencanakan anggaran Anda. Ini bisa diaplikasikan bagi Anda yang sudah bekerja lepas selama setahun lebih. Jika pendapatan Anda tak terlalu jauh berebda tiap bulannya, metode ini cocok untuk Anda.

– Mempersiapkan yang terburuk

Jika Anda ingin sedikit konservatif, Anda bisa menggunakan pendapatan terendah yang Anda dapatkan dalam suatu bulan sebagai pendapatan minimum dan pengeluaran terbesar sebagai pengeluaran minimum. Karena nantinya Anda akan cenderung menghasilkan lebih banyak dan menghabiskan lebih sedikit, cara ini baik digunakan untuk membangun dana darurat.

5. Tetapkan tonggak pembayaran untuk klien

Jika pekerjaan Anda terdiri dari banyak proyek-proyek kecil, tip ini mungkin tidak akan banyak berguna untuk Anda. Tetapi jika Anda bekerja pada proyek-proyek besar yang berlangsung beberapa minggu atau bulan, sangat penting untuk mengatur tonggak pembayaran dari klien. Hal ini membantu memastikan uang akan terus mengalir secara teratur daripada mendapatkan bayaran yang sangat besar di akhir proyek.

Anda bisa melakukan diskusi untuk pembayaran yang dibayarkan pada interval tertentu. Cara untuk melakukan hal ini adalah:

– Jika pekerjaan membutuhkan waktu pengerjaan yang lama, pastikan Anda dapat menagih klien Anda setiap bulan atau setiap berapa jam yang telah Anda habiskan.
– Jika ada tonggak yang jelas dalam proyek, atur penagihan di sekitar tonggak tersebut.
– Jika tidak ada, mungkin Anda bis memecah tugas menjadi 25% dan mengatur tagihan di tiap bagiannya.

 

Sumber: lifehacker.com

Tags : bisnisperencanaan