close
PMS

Premenstrual syndrome (PMS) adalah suatu kondisi yang mempengaruhi emosi, kesehatan fisik, dan perilaku wanita selama hari-hari tertentu dari siklus menstruasi, umumnya beberapa hari sebelum haid.

Gejala PMS mulai lima sampai 11 hari sebelum menstruasi dan biasanya hilang setelah menstruasi dimulai. Penyebab PMS tidak diketahui. Namun, banyak peneliti percaya bahwa perubahan kadar hormon pada awal siklus menstruasi bisa menjadi penyebab utama. Kadar estrogen dan progesteron meningkat selama waktu tertentu dalam satu bulan. Peningkatan hormon ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati, kecemasan, dan sensitivitas emosi (mudah tersinggung).

Gejala PMS mempengaruhi hingga 85 persen dari wanita yang mengalami menstruasi.

Faktor risiko untuk sindrom pramenstruasi termasuk:

– riwayat depresi atau gangguan mood, seperti depresi pasca melahirkan atau gangguan bipolar
– riwayat keluarga penderita PMS
– riwayat keluarga depresi

 

Gejala PMS (Premenstrual Syndrom)

Siklus menstruasi rata-rata wanita berlangsung 28 hari. Ovulasi (ketika telur dilepaskan dari ovarium) terjadi pada hari ke-14 dari siklus tersebut. Menstruasi (perdarahan) terjadi pada hari ke 28 dari siklus tersebut. Gejala PMS dapat mulai sekitar hari ke-14 dan berlangsung hingga tujuh hari setelah dimulainya menstruasi.

Gejala PMS biasanya ringan atau sedang. Keparahan gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu dan bulan. Gejala PMS meliputi:

– perut kembung dan nyeri
– sakit dada
– jerawat
– mengidam makanan (terutama permen)
sembelit
diare
sakit kepala
– sensitivitas terhadap cahaya atau suara
– kelelahan
– sifat lekas marah
– perubahan pola tidur
kegelisahan
– depresi atau kesedihan
– ledakan emosional

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika rasa sakit fisik, perubahan suasana hati, dan gejala lainnya mulai mempengaruhi kehidupan sehari-hari Anda, atau jika gejala Anda tidak kunjung menghilang, Anda bisa segera memeriksakan diri ke dokter.

Dokter Anda mungkin bertanya tentang riwayat gangguan depresi atau suasana hati dalam keluarga Anda untuk menentukan apakah gejala Anda adalah hasil dari PMS atau kondisi lain. Beberapa kondisi, seperti sindrom iritasi usus, hipotiroidisme, dan kehamilan, memiliki gejala yang mirip dengan PMS. Dokter Anda mungkin melakukan tes hormon tiroid untuk memastikan bahwa kelenjar tiroid Anda bekerja dengan benar, tes kehamilan, dan mungkin pemeriksaan panggul untuk memeriksa setiap masalah ginekologi.

Buatlah buku harian untuk mengetahui apakah hal yang menimpa Anda adalah gejala PMS. Gunakan kalender untuk melacak gejala dan haid setiap bulan. Jika gejala mulai sekitar waktu yang sama setiap bulan, kemungkinan besar penyebabnya adalah PMS.

 

Perawatan untuk Meredakan Gejala PMS

Anda tidak dapat menyembuhkan PMS, tetapi Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi gejala yang muncul. Jika Anda mengalami gejala ringan atau sedang dari PMS, pilihlah beberapa pengobatan di bawah ini:

– minum banyak cairan untuk meredakan perut kembung
– makan diet seimbang untuk meningkatkan kesehatan Anda dan tingkat energi secara keseluruhan (makan banyak buah-buahan dan sayuran dan mengurangi asupan gula, garam, kafein, dan alkohol)
– mengonsumsi suplemen, seperti asam folat, vitamin B-6, kalsium, dan magnesium untuk mengurangi kram dan perubahan suasana hati
– tidur setidaknya delapan jam setiap malam untuk menyembuhkan kelelahan
– banyak olahraga untuk mengurangi kembung dan meningkatkan kesehatan mental Anda

Anda juga dapat menkonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen atau aspirin, untuk meringankan nyeri otot, sakit kepala, dan kram perut. Anda juga dapat mencoba diuretik untuk menghentikan kembung dan pertambahan berat air. Namun, konsumsi obat dan suplemen harus berdasarkan arahan dan resep dokter.

 

Sumber: www.healthline.com

Tags : menstruasipmsreproduksi wanita