close
kesalahan dalam pernikahan

Beberapa orang tua kita melakukan beberapa kesalahan dalam perkawinan mereka. Kita mungkin sering melihat mereka terlibat dalam masalah dan tentu kita tak ingin hal yang serupa menimpa kita. Jika tak cepat tanggap, beberapa kesalahan bisa merusak pernikahan kita.

Berikut ini adalah beberapa kesalahan dalam pernikahan yang harus Anda hindari.

1. Menikah terlalu muda

Harusnya perempuan memperoleh gelar master. Namun, kebanyakan orangtua merasa khawatir jika anaknya belum menikah ketika lulus S2. Namun, apa salahnya menunggu pasangan yang tepat dan memilih untuk tidak menikah terlalu muda?

2. Suami adalah satu-satunya sumber penghasilan dan istri tinggal di rumah dengan anak-anak.

Banyak wanita merasa peran tradisional membatasi mereka. Perasaan yang tak terungkapkan ini justru bisa menyebabkan stres dalam pernikahan. Ketika anak mulai meninggalkan rumah untuk sekolah atau kuliah, wanita akan semakin kehilangan identitasnya. Sekarang, wanita bisa memilih antara menjadi ibu RT, mengejar karir, atau keduanya. Kuncinya adalah semua harus didasarkan pada pilihan pribadinya dan dia bisa berganti peran setiap saat.

3. Kurangnya komunikasi

Setiap orang pasti ingin berbicara tentang perasaan mereka, tetapi mereka tidak tahu caranya. Berbicara satu sama lain adalah semacam lem yang menguatkan hubungan. Jika Anda tak tahu caranya, Anda bisa mencari opsi lain dengan menggunakan bantuan terapis.

4. Tidak ada waktu khusus untuk bersama pasangan

Jaman dulu, makan malam antara suami-istri dilakukan pada saat suami mendapat promosi karir atau sejenisnya, dan bukan untuk tujuan romantis. Sekarang, banyak pasangan lebih mengerti bahwa kencan bisa memperbaiki hubungan mereka. Usahakan untuk mengadakan kencan berdua secara teratur.

5. Perempuan tidak mendapatkan kesempatan untuk ‘me time’

Jaman dulu, ketika suami masih bisa memiliki kesempatan untuk memancing atau menghadiri pertemuan kelompok lokal, wanita memiliki kesempatan yang terbatas untuk bertemu dengan orang dewasa lainnya. Sekarang ini, istri-istri lebih sosial di luar keluarga dan bisa mendapatkan ‘me time’ bersama teman-temannya.

6. Wanita lebih bergantung secara finansial pada suami mereka

Dulu, wanita harus bergantung pada uang dari suami untuk bisa makan dan mengurus anak-anak. Sekarang, keluarga biasanya terdiri dari dua sumber penghasilan dengan rekening bersama dan rekening pribadi untuk perempuan. Kebebasan finansial memberi keleluasan bagi wanita untuk mengambil keputusan.

7. Seks adalah suatu tugas bagi wanita dan bukan sesuatu yang menyenangkan

Wanita dibesarkan untuk melihat seks sebagai kewajiban perkawinan. Wanita modern lebih bisa menerima timbal balik dan wanita ingin aktif secara seksual, sama halnya dengan sang suami. Keintiman fisik dapat memperdalam ikatan emosional.

8. Orangtua lebih terlibat dalam pernikahan anaknya

Bahkan jika orang tua tidak mengatur pernikahan anak-anak mereka, mereka pasti memiliki banyak masukan mengenai cara hidup mereka. Keterlibatan yang keterlaluan ini bisa membuat istri merasa sang suami adalah ‘anak mama’ dan suami bisa merasa terganggu dengan mertua yang terlalu mengatur. Pasangan modern lebih bisa mengatur batas-batas keterlibatan orangtuanya, untuk menghargai pasangannya.

 

Sumber: www.womansday.com

Tags : pernikahan