close
BisnisInfoKepemimpinan

7 Kebiasan Kerja yang Buruk yang Harus Anda Hilangkan Sebelum Menjadi Entrepreneur

kebiasaan buruk yang harus dihilangkan

Beberapa dari kita pasti mempunyai kebiasaan kerja yang buruk. Banyak yang kemudian berpikir untuk membiarkannya atau tidak melakukan perbaikan karena toh ‘saya bisa survive walaupun dengan kebiasaan kerja yang buruk ini’.

Jika Anda berencana menjadi entrepreneur, tentu hal ini tidak bisa didiamkan. Berikut ini adalah beberapa kebiasaan kerja yang buruk yang harus Anda hilangkan jika Anda memang berniat untuk menjadi entrepreneur.

1. Tidak merencanakan hari (atau minggu) Anda

Ketika Anda sebagai karyawan, Anda bisa tetap survive dengan kebiasaan ini. Tapi, sebagai pengusaha, jika prioritas Anda tidak jelas, Anda mungkin tidak akan pernah bisa menggali diri keluar dari lubang. Setiap hari, dan setiap minggu, Anda perlu melakukan tinjauan awal mengenai apa yang perlu dilakukan dan mengatur tugas-tugas berdasarkan urutan kepentingan.

2. Menanggapi email segera setelah email tersebut datang

Tanggapan yang segera memang hampir selalu baik jadi memang tidak salah jika Anda selalu ingin memberi tanggapan yang sesegera mungkin. Namun, menanggapi email sepanjang hari bisa membuat Anda teralihkan dari tugas-tugas Anda. Rencanakan tugas dan proyek Anda di awal, dan jangan biarkan email tanpa henti mengalihkan perhatian Anda. Satu pengecualian untuk aturan ini, bagaimanapun, adalah tenaga penjualan yang memang memerlukan respon cepat untuk meningkatkan penjualan.

3. Berkomunikasi secara tidak efisien

Email yang tidak ditulis secara efisien atau percakapan dalam rapat yang tidak efisien bisa menyebabkan gangguan kecil pada karyawan. Namun, jika ini Anda lakukan sebagai pengusaha pemula, masalah ini dapat menyebabkan sakit kepala serius dan membuat perusahaan Anda terlihat tidak profesional. Lakukanlah perbaikan mengenai cara Anda berkomunikasi. Jangan terburu-buru dan selalu hati-hati mengenai apa yang akan Anda katakana.

4. Menetap di rutinitas

Rutinitas berguna untuk produktivitas, terutama untuk tugas sehari-hari yang mungkin Anda lupakan jika tidak ada rutinitas. Namun, menetap terlalu dalam pada suatu rutinitas bisa menempatkan Anda dalam posisi yang buruk ketika hal-hal berubah secara tiba-tiba. Sebagai seorang pengusaha, Anda harus fleksibel untuk mengubah pendekatan Anda ketika situasi menuntut hal itu.

5. Tidak pernah istirahat

Tampaknya sederhana ketika Anda tidak sempat istirahat karena ingin menyelesaikan lebih banyak tugas. Namun, bekerja pada saat seharusnya Anda istirahat bisa berdampak buruk pada kesehatan dan produktivitas Anda. Sebagai seorang pengusaha, enam jam kerja yang luar biasa lebih bagus dari delapan jam kerja yang biasa-biasa saja.

6. Terlambat

Jika Anda seorang karyawan yang masuk hanya untuk mengecek email, terlambat 10 menit biasanya tidak masalah. Tapi, sebagai seorang entrepreneur yang sering rapat dengan klien atau ingin memberi contoh yang baik bagi karyawan, terlambat dapat merusak imej Anda. Anda bisa mengatur jadwal Anda sendiri, tapi Anda harus mematuhi jadwal tersebut dan harus selalu on time.

7. Suka menunda pekerjaan

Sebagai karyawan, mungkin tak akan terjadi masalah jika Anda menunda untuk mengerjakan suatu tugas. Namun, sebagai entrepreneur, menunda pekerjaan bisa menimbulkan masalah besar. Jika Anda tidak bisa menangani sesuatu, delegasikan atau cari bantuan dari luar. Jangan hanya menunda atau mengesampingkannya.

 

Sumber: www.entrepreneur.com

Tags : entrepreneurkepemimpinanproduktivitas