close
membeli barang berkualitas

Barang berkualitas harganya cenderung sangat mahal. Dan tentu ini sangat bertentangan dengan gaya hidup hemat Anda. Namun, jika kualitas bisa membuat barang lebih awet, maka tentu ini sangat mendukung pola hidup Anda. Misalnya, Anda bingung antara jaket seharga beberapa ratus ribu tapi bisa awet hingga bertahun-tahun atau jaket yang harganya hanya beberapa puluh ribu tapi selalu rusak setiap tahunnya.

Yang perlu Anda tahu, ada garis yang sangat tipis antara membeli kualitas dan menggunakan kualitas sebagai pembenaran untuk menghabiskan lebih banyak uang. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang perlu Anda tanyakan sebelum memutuskan membeli barang berkualitas.

1. Bisakah barang itu jadi lebih murah?

Kualitas tidak harus mahal. Berikut ini adalah cara membeli barang berkualitas dengan harga yang lebih murah:

Diskon: Warren Buffet mengatakan “entah itu kaos kaki atau saham, saya suka membeli ketika harganya turun. Anda bisa menunggu sampai harga barang yang Anda inginkan didiskon.

Barang seken: Toko barang bekas, garage sale, atau sejenisnya bisa menjadi pilihan bagi Anda untuk membeli barang berkualitas dengan harga lebih murah

Sabar: Kadang Anda harus menunggu hingga harganya turun. Tapi penantian Anda pasti banyak hikmahnya.

2. Kualitas seperti apa yang saya inginkan/butuhkan?

Oke, jaket ratusan ribu memang bisa digunakan bertahun-tahun, apalagi jika Anda suka berwisata ke tempat dingin seperti di gunung atau tempat yang sangat dingin di luar negeri. Namun, jika alasan Anda membeli jaket tersebut adalah karena bentuknya yang bagus, Anda harus tahu bahwa banyak jaket bagus yang harganya jauh lebih murah. Apakah Anda pernah mengalami hal serupa? Coba pertimbangkan tentang seberapa Anda membutuhkan kualitas tersebut.

3. Seberapa dalam keuangan saya akan terpengaruh?

Apakah membeli sebuah tas branded harga puluhan juta akan mempengaruhi keuangan Anda? Nilailah kondisi keuangan Anda dan putuskan apakah barang berkualitas tersebut sesuai dengan rencana keuangan Anda. Ingat, Anda mungkin telah menabung sangat lama untuk dana pensiun serta dana darurat Anda. Membeli tas itu mungkin akan menguras dana darurat yang telah Anda kumpulkan selama ini. Anda harus menyadari hal ini sebelum memutuskan untuk membeli tas tersebut.

4. Apakah saya akan berubah pikiran nantinya?

Pernahkah suatu saat Anda berpikir ingin melakukan sesuatu, misalnya ingin menjahit baju Anda sendiri. Lalu, Anda meminta dibelikan mesin jahit yang bagus. Anda menggunakannya hanya 4-5 kali sebelum Anda bosan dengan hobi Anda itu hingga akhirnya mesin jahit tersebut teronggok begitu saja. Lain kali, jika akan membeli sesuatu, pertimbangkan tentang kemungkinan berubah pikiran. Jika Anda masih ragu, pilihlah barang dengan kualitas yang sedang-sedang saja sehingga tak terlalu mahal.

5. Apakah saya membeli kualitas atau merek?

Ketika Anda berpikir ingin membeli tas seharga 20 juta, apakah Anda tengah membeli kualitas tas tersebut ataukah membeli mereknya? Kadang hal yang Anda pikir adalah kualitas sebenarnya bukanlah kualitas sama sekali. Dan yang perlu Anda tahu juga, hanya karena suatu barang memiliki merek yang terkenal, bukan berarti barang tersebut berkualitas tinggi. Jadi, Anda pun bisa membeli barang yang murah dengan kualitas yang bagus dan tahan lama. Sangat penting bagi Anda untuk tidak mendasarkan pemilihan suatu produk hanya karene merek yang disandangnya.

 

Sumber: www.getrichslowly.org

Tags : belanja bijakhidup hemat