close
kebohongan saat traveling

Berbohong bisa dikatakan hampir selalu salah. Tapi ketika Anda traveling, ada situasi tertentu di mana berbohong merupakan hal yang harus Anda lakukan. Sebagai wisatawan, kita memang rawan terhadap penipuan, pelecehan, dan banyak pengalaman yang mengerikan lainnya. Dan kebohongan sederhana bisa mengalihkan Anda dari hal yang tak diinginkan.

Berikut adalah lima kebohongan yang bisa Anda katakan, yang akan membuat traveling Anda lebih aman.

1. ‘Ini bukan pertama kalinya saya ke sini’

Kebohongan ini dapat digunakan dalam banyak situasi dan untuk menghindari segala macam pengalaman yang tidak menyenangkan.

Ketika Anda naik taksi dari bandara, sopir Anda mungkin akan menanyai Anda apakah Anda baru pertama kali datang ke kota tersebut. Meskipun Anda tergoda untuk mengatakan ‘ya’ dan mungkin bisa menggali beberapa informasi penting, yang terbaik adalah mengatakan bahwa Anda pernah beberapa kali ke kota itu sebelumnya. Jika pengemudi itu tahu bahwa Anda baru pertama kali di kota tersebut, ia dapat membawa Anda melewati rute yang lebih jauh dan membuat Anda membayar dua kali lipat. Jika pengemudi berpikir Anda sudah pernah ke kota tersebut sebelumnya, kemungkinan besar dia akan membawa Anda melalui rute yang seharusnya.

Kebohongan ini juga dapat digunakan saat bertemu penduduk setempat. Jika seseorang tahu ini adalah pertama kalinya Anda mengunjungi kota tersebut, Anda bisa jadi sasaran penipuan.

2. ‘Ya, saya sudah punya pacar’.

Kebohongan ini lebih ditujukan bagi para solo traveler wanita, dan dapat digunakan untuk mengalihkan perhatian dari pria yang Anda temui selama perjalanan. Jika seorang pria mengganggu Anda di suatu café atau bar dan dia tidak mau meninggalkan Anda, katakan bahwa Anda sudah punya pacar. Anda perlu mengambil foto dengan seorang teman pria Anda sebelum memulai traveling dan bisa menggunakan foto ini untuk ditunjukkan kepada si pengganggu. Jika Anda bisa memberikan cerita yang meyakinkan, Anda akan lebih mudah terhindar dari pelecehan.

3. ‘Maaf, saya tidak ingat nama hostel yang saya tempati’

Jika Anda bertemu seseorang yang tampaknya terlalu tertarik dengan Anda, Anda harus waspadadan pastikan Anda tidak memberikan informasi terlalu banyak tentang diri Anda. Jika seseorang bertanya di mana Anda tinggal, pura-puralah bahwa Anda tidak mengingat nama hostel Anda dan cobalah untuk mendeskripsikan dengan istilah yang samar-samar.

4. ‘Saya tidak berbicara Bahasa Inggris’

Di beberapa bagian dunia, Anda bisa bertemu dengan bermacam-macam calo. Dalam situasi ini, Anda cukup memberitahu mereka bahwa Anda tidak bisa berbacara Bahasa Inggris dan mengangkat bahu untuk setiap hal yang mereka tanyakan. Ini cukup untuk membuat mereka jengah. Jika mereka berusaha untuk membuat Anda mengatakan bahasa apa yang Anda pahami, tetaplah mengangkat baju sampai mereka menyerah dan berjalan pergi. Hal ini bisa menghindarkan Anda dari calo yang meresahkan.

5. ‘Saya traveling dengan teman saya’

Solo traveler lebih rawan menjadi target penipuan dan pelecehan dibandingkan jenis traveler lainnya. Jika Anda berada di situasi yang tidak nyaman atau tidak ingin memberikan terlalu banyak mengenai diri Anda, katakan bahwa Anda traveling dengan teman Anda tapi menghabiskan hari terpisah untuk mengeksplorasi berbagai bagian dari kota tersebut. Hal ini akan membuat Anda lebih aman, terutama jika Anda wanita.

 

Sumber: studenttravel.about.com

Tags : panduan wisata